
Selamat membaca :)
***
Setelah mengajak Bai Qing Ye ke dalam kamar, Tian Yan langsung meninggalkannya dan masuk ke dalam kamar.
"Hah ..." Tian Yan menghela nafas lega sejenak, dan jatuh dalam kultivasinya selama separuh jam.
Tok Tok Tok!
Tian Yan menahan nafasnya, dia baru saja ingin menghela nafas lega, tapi kenapa harus ada gangguan lagi.
"Masuklah!"
Mendapatkan persetujuan seperti itu dari Tian Yan, pintu secara perlahan dibuka untuk menunjukkan sosok Bai Qing Ye yang masuk sambil membawa seember air hangat dan kain di pundaknya, serta beberapa botol krim di tangannya.
"Apa yang kau lakukan?" Tian Yan bertanya dengan pelan.
"Apalagi? tentu saja mengoles krim di tubuhmu agar cepat sembuh!" ungkap Bai Qing Ye.
"Kalau begitu taruhlah di sana, dan keluar." Tian Yan menunjuk ke arah meja kayu yang ada di samping pintu masuk kamar.
"Tidak! Aku yang akan langsung mengolesnya! Ini agar lebih efektif!"
Tian Yan mendengar itu memandangi Bai Qing Ye dengan wajah aneh, "Apa kau pusing?"
"Aku memang sedikit pusing, tapi apa hubungannya dengan itu?" Bai Qing Ye mengerutkan keningnya, sama sekali tidak paham dengan apa yang dimaksud oleh gurunya.
"Baiklah, karena kau tidak apa-apa ..." Tian Yan bangkit berdiri dari tempat tidurnya, dan membuka pakaiannya.
"!!!" Bai Qing Ye sedikit terkejut dengan kenampakan otot-otot di seluruh tubuh Tian Yan, wajahnya memerah dan dia cepat-cepat memalingkan wajahnya.
"Apa yang kau tunggu? ayo!" Tian Yan menarik sebuah kursi kecil yang hanya setinggi empat inci dan duduk di atasnya, dengan mengarahkan punggungnya yang terdapat beberapa luka gores di sana.
Bai Qing Ye datang ke belakangnya dan pertama-tama dia membersihkan tubuh Tian Yan terlebih dahulu.
Bai Qing Ye mengambil kain handuk kecil yang ada di pundaknya, lalu mencelupkannya ke air hangat, meremasnya, dan akhirnya menggunakannya untuk membersihkan tubuh Tian Yan dengan hati-hati.
"Ahkkk~!" Tian Yan menjerit sedikit, sebagai akting bahwa dia benar-benar terluka parah.
"Guru, apakah sakit?" Bai Qing Ye menatapnya dengan khawatir.
"Tidak, lanjutkan saja!" kata Tian Yan.
__ADS_1
"Baiklah!"
°°°
Setelah selesai membersihkan bagian tubuh Tian Yan, Bai Qing Ye berkata: "Buka cela—"
"Jangan berlebihan!" Tian Yan langsung memasang wajah gelisah.
"Kita kan hanya murid dan guru, apa yang salah dengan itu?"
'Ahk, efek Aura Ketampanan benar-benar terlalu gila! Bai Qing Ye bahkan benar-benar seperti tidak apa-apa jika melakukan hal itu denganku!'
'Tidak, tidak. Bagaimana aku bisa berpikir untuk mencari kesempatan dalam kesempitan? ... kecuali dia yang memulai ...' Tian Yan tersenyum sesat dalam hatinya.
"Qing Ye, apa kau paham apa yang kau lakukan ini sudah lebih dari guru dan murid?" Tian Yan bertanya.
Bai Qing Ye terdiam, tidak mengerti, lalu dia berpikir, hingga akhirnya dia sepertinya mendapatkan kepintarannya kembali.
'Apa yang aku lakukan!? aku bukan kekasih guru, bagaimana bisa aku mengatakan hal seperti sebelumnya?' batin Bai Qing Ye dengan wajah yang
waktu semakin memerah.
"Maafkan aku, guru! Aku sepertinya kurang sopan!" Bai Qing Ye berkata dengan malu.
***
Jelang lima belas menit, Bai Qing Ye berjalan keluar dari kamarnya Tian Yan.
"Aku harap guru cepat sembuh!" gumamnya.
Sementara itu, Tian Yan yang masih duduk di dalam kamar, melihat bahwa dengan kecepatan yang dapat dilihat oleh mata, luka-luka kecil di seluruh tubuhnya secara perlahan sembuh kembali.
"Krim yang berguna," Tian Yan cukup puas.
[Dalam tiga, dua, satu, akan ada sosok yang datang!]
Tian Yan diam sejenak, awalnya dia tidak mengerti, tapi lalu Tian Yan akhirnya sadar bahwa ada aura familiar yang mendekat.
"Xixia ..." Tian Yan bergumam, "Apa dia sudah sadar dengan harta di bawah tanah?"
"Tian Yan, cepat keluar!"
Baru saja membicarakannya, dan suara wanita yang dingin sudah ditransfer ke telinganya.
__ADS_1
Tian Yan hanya bisa menghela nafas dan berjalan pergi.
Di luar rumahnya, Xixia berdiri dengan wajah serius memandangi pintu masuk.
'Pasti bocah ini yang mencurinya. Hanya dia yang dekat istanaku saat perang barusan!' Xixia menebak dalam hatinya.
Klak~!
Pintu terbuka secara perlahan, dan Xixia langsung berkata: "Tian Yan—" namun kata-katanya berhenti ketika melihat yang membuka pintu bukanlah Tian Yan.
"Bai Qing Ye?" Xixia menaikkan alisnya, "Kenapa kau ada di sini?"
Sebelum Bai Qing Ye dapat menjawab, suara Tian Yan sudah bergema dari dalam rumah, "Apa yang senior cari di rumah kecil ini?"
Tian Yan datang ke samping Bai Qing Ye dengan kondisi hanya mengenakan celana panjang saja.
Melihat Tian Yan yang hanya setengah telanjang ini, otak Xixia langsung berpikir ke mana-mana, dan wajahnya nampak memerah sejenak, "Tian Yan, kalian berdua adalah guru dan murid, bagaimana bisa kalian melakukan hal seperti itu?"
"Apa maksudmu?" Tian Yan kebingungan sejenak. Baru kemudian dia sadar bahwa dirinya sama sekali tidak menggunakan bajunya.
"Senior ... ini hanya salah paham!" Tian Yan berusaha menjelaskan, entah apa yang akan terjadi jika hal ini tersebar ke mana-mana, mungkin namanya akan dicap sebagai penjahat kelamin.
"Ya, aku dan guru tidak seperti itu ..." Bai Qing Ye juga berkata dengan wajah serius namun agak malu, "Mungkin nanti ..."
"Hei, apa yang kau katakan? jangan membuat orang menjadi salah paham!" Tian Yan memotong dari samping.
"Ugh, lupakan saja." Xixia mengubah raut wajahnya menjadi serius, dan bertanya, "Kau yang mencuri harta sekte, kan? kembalikan sekarang!"
"Itu tidak mungkin!" Bai Qing Ye langsung menyanggahnya, "Guru terluka sebelumnya, bagaimana bisa dia merampok?"
"... Kau ada benarnya, tapi hanya Tian Yan yang dekat dengan istanaku beberapa yang saat yang lalu!" Xixia terlihat masih tidak yakin bahwa Tian Yan bukan pelakunya.
Tian Yan di lain sisi juga sudah mengubah wajahnya menjadi gelap, dan mulai memainkan peran korban, "Senior, aku memang tidak terlalu baik, namun bukan aku yang mengambil hartamu!" Imbuhnya, "Apakah Sekte Yunlong mencoba menindas aku yang lemah ini?"
Ketika mengatakan hal ini, Tian Yan sedikit membesarkan suaranya hingga terdengar ke rumah-rumah yang lain dan mengundang perhatian banyak orang.
Melihat ada banyak orang yang melihat dari kejauhan, Xixia mengernyitkan keningnya dan memandangi Tian Yan, "Biarkan aku memeriksa cincin ruangmu!"
"Haha, apakah ketua sekte Yunlong begitu sombong hingga ingin memeriksa benda pribadiku?" Tian Yan tersenyum kecut.
"Bocah, jangan main serigala menjadi domba, cepat berikan cincin ruangmu. Jika memang kau tidak mencuri, kenapa kau takut?" Xixia memandangnya dengan curiga.
« Bersambung! »
__ADS_1