
"Hmm, jika mereka berani datang, maka datanglah." Huang Yun mendengus dingin dan dengan wajah tidak peduli langsung masuk ke dalam kamar penginapannya.
"Huhh, senior ini begitu angkuh." Wanita itu sedikit kesal, tapi juga ini sudah selesai, karena dia sudah memperingati Huang Yun, selanjutnya terserah bagaimana akan terjadi.
"Aku harus segera pergi dari sini sebelum orang-orang itu datang ke sini!" gumamnya sekaligus berbalik dan pergi meninggalkan kota.
Sementara itu, di Mansion Tuan Kota, seorang pemuda dengan tampang seperti dikejar setan mendarat turun di halaman Mansion dan berlari masuk dengan cepat sambil berteriak-teriak. "Ayah! Ayah!"
"Tuan muda! Apa yang terjadi?" Seorang lelaki paruh baya berlari keluar dari dalam mansion dan bertanya kepadanya, "Apakah ada yang menyakiti Tuan Muda?"
"Kamu nanya? kamu bertanya-tanya? apakah kesadaran spiritualmu tidak bisa menyelidiki apa yang terjadi di pusat kota?!" Tuan Muda Shen tanpa basa-basi langsung menggeram dengan kesal.
"Hmm ..." Lelaki paruh baya itu mengernyitkan keningnya, jika bukan karena Tuan Muda Shen adalah anak Tuan Kota, maka dia tidak akan begitu segan untuk membunuh bocah ini saat ini juga karena sudah berbicara kasar.
__ADS_1
"Shen Li ... hormatilah seniormu." Suara seorang pria agak serak terdengar dari balik bayangan gelap, lalu tak lama seorang pemuda berambur kuning pucat keluar dari sana.
"Ayah!" Shen Li berseru kegirangan.
"Diam!" Shen Li membentak anaknya itu dengan teriakan keras.
"A-Ayah ..." Wajah pemuda itu menjadi sangat horor dan ketakutan, dia tidak tahu apa yang sudah dia lakukan sampai ayahnya marah-marah seperti ini.
"Ughhh ..." Tuan Kota mengusap dahinya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kenapa kau selalu saja berbuat masalah! Tidak bisakah kau diam di mansion dan meneruskan kultivasimu?"
Shen Li sangat terkejut dengan perubahan sikap dari ayahnya ini, sampai akhirnya dia sampai pada satu kesimpulan. "Apakah ayah takut kepada wanita itu?"
"Mana ada!" Tuan Kota mendengus dingin, dia tidak peduli lagi dan memerintahkan ajudannya, "Berikan cincin ruang ini kepada wanita di penginapan itu," titahnya sambil menyerahkan cincin ruang di tangannya kepada ajudannya.
__ADS_1
Meski bingung kenapa tiba-tiba Tian Kota memerintahkan seperti ini, dia sebagai bawahan hanya bisa patuh dan melaksanakan apa yang diperintahkan. "Kalau begitu, saya pergi dahulu!"
"Enn!" Tuan Kota mengangguk dan mempersilahkan dia pergi, lalu berbalik kepada putranya yang saat ini masih ditelan kebingungan, kaget, dan diam. "Kali ini kita selamat, andai saja ia rakus, habislah seluruh kota ini!"
Ia berkata seperti ini bukan tanpa alasan. Akan tetapi karena beberapa saat yang lalu Huang Yun sempat mengirimkannya pesan kesadaran spiritual yang sangat kuat, bahkan membuatnya hampir mati karena tekanan yang dihasilkan, jika bukan karena Huang Yun masih menaruh belas kasihan, maka dia pasti sudah mati.
'Anak ini begitu bodoh! Bagaimana dia bisa menyinggung kultivator kuat yang datang ke kota ini? kali ini selamat sebab pihak lain hanya meminta harta, bagaimana dengan selanjutnya?' Memikirkan itu, ekspresi Tuan Kota menjadi muram, dia berjanji bahwa putranya ini akan dia ajar baik-baik nanti.
"Kau ayah tahan di sini selama 5.000 tahun, gunakanlah waktu itu untuk mengasah pikiran bodohmu itu!" ucap Tuan Kota sambil berbalik pergi, membuat wajah Shen Li yang selama ini hidup dalam kesenangan menjadi pucat.
"Ayah! Kau begitu kejam!"
[Bersambung!]
__ADS_1