
"Dia menyerapnya!" seru Nyonya Liu, terkejut sekaligus tercengang, sebab dia belum pernah mendengar ada teknik semacam ini.
"Ayo maju!" Shen Yang memberi titah dan bergegas maju, jika dia tahu Tian Yan memiliki teknik seperti ini sebelumnya, maka dia sudah begegas maju sebelumnya untuk menambah beberapa serangan kuat lagi.
*Swupppp*
Hilang!
Sebelum mereka bisa mencapai tempat Tian Yan berada, kedua serangan itu telah menghilang, digantikan dengan senyuman sinis di bibir mulut Tian Yan.
'Dia merencanakan sesuatu!' Firasat Shen Yang memberitahu dirinya untuk segera kembali, tapi panah sudah dilepaskan, tidak bisa kembali lagi.
Di lain sisi, Tian Yan yang baru saja tersenyum, secara tiba-tiba mengangkat tangannya kembali ke depan ke arah Shen Yang dan Nyonya Liu yang sedang bergegas ke arahnya.
"Terima serangan kalian ini!" teriak Tian Yan sembari melepaskan kedua serangan yang baru saja dia serap sebelumnya.
"Apa!" Shen Yang dikejutkan oleh kemunculan tiba-tiba serangan miliknya dan istrinya yang sebelumnya menghilang, dan kekuatan yang terkandung di dalamnya masihlah sama!
Bang! Bang!
Terlambat untuk memasuki mode pertahanan, tubuh keduanya di bombardir dengan serangan mematikan itu hingga menciptakan ledakan luar biasa yang menaungi seisi kota itu hingga rata dengan tanah.
Dentang!
__ADS_1
Di luar kota, dua logam besi itu saling berbenturan satu sama lain, menciptakan bunga api yang menyebar ke mana-mana, memberi arti bahwa pertandingan yang sebenarnya belum berakhir.
Dentang! Dentang! Dentang!
Mereka bertarung seperti cahaya yang menghilang di satu tempat, lalu muncul di tempat lain.
Tringgggg!!
Kini pedang mereka saling bertemu lagi, baik Tian Yan maupun Shen Yang saling memandangi satu sama lain dengab serius, meski Shen Yang harusnya lebih marah saat ini.
"Beraninya kau membunuh istriku!" Shen Yang meraung marah, pedangnya yang awalnya hanya dilapisi oleh aliran Martial Qi, kini dilapisi dengan elemen api bagai lava.
"Jangan salahkan aku, salahkan nasibnya sendiri!" Tian Yan juga mencengkram erat pedangnya dan menggunakan 'Teknik Pedang: Niat Kegelapan' ke atasnya.
Dentang! Dentang! Dentang!
Dari kejauhan, Huang Yun yang menyaksikan pertarungan ini hanya bisa terdiam tidak berkata-kata.
"Xiao Yan cukup licik."
Wajar jika ia berkata seperti ini karena serangan milik Shen Yang yang sebelumnya diserap malah diarahkan kepada Nyonya Liu sehingga wanita itu untuk seketika mati di tempat, bahkan jasadnya pun menghilang.
"Tapi ..." Huang Yun terus mengamati situasinya. "Sepertinya racun dari wanita itu masih mengganggu Xiao Yan sehingga ia kesulitan, tidak mungkin Xiao Yan mampu bertahan lebih lama lagi, jika tidak dia akan terkena cedera." Huang Yun cukup premis akan hal ini.
__ADS_1
Dentang!
Sekali lagi bentuan di udara dan dengan semakin berlalunya waktu kekuatan yang dikeluarkan oleh kedua individu itu semakin kuat.
"Hyattt!"
"Hyattt!"
"Tusukan Naga!"
Tringgg!
Tian Yan kembali menangkis tusukan tiba-tiba itu hingga terpental sedikit ke belakang.
"Domain!" teriak Tian Yan setelah menyesuaikan posisinya kembali.
Hroonnn ...
Domain seperti dunia es tiba-tiba muncul di udara, menutupi tempat sejauh 100 meter.
Shen Yang yang tanpa sengaja terjebak di dalamnya segera dibombardir dengan ribuan pedang es, tapi tepat sebelum pedang itu mengenai dirinya, dia juga melepaskan domain apinya.
Booommmm ...!!
__ADS_1
[Bersambung!]