Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 217 : Masa Lalu


__ADS_3

Kedua naga kecil itu sepertinya ingin menanyakan sesuatu yang tentu Tian Yan sudah mengetahuinya.


“Aku sudah bukan naga lagi,” ungkap Tian Yan mengejutkan sekaligus semakin meyakinkan keraguan kedua naga kecil itu.


“Ini dikarenakan tubuhku sudah dihancurkan.” Tian Yan membuat semua orang yang terkejut menjadi terdiam kembali.


“Siapa yang menghancurkan tubuhmu, Tuan!” Jiao Yue bangkit berdiri dengan ekspresi dingin.


“Tenanglah ...” Tian Yan menaikkan telapak tangannya sebagai isyarat agar Jiao Yue duduk kembali. “Yang melakukannya adalah ...”


Ketika semua orang mendengar pernyataan Tian Yan, beberapa merasa kurang enak. Mendengar bahwa jantung Tian Yan ditusuk saja itu sudah sangat menyakitkan, tidak ada di antara mereka yang pernah mengalami hal semacam itu.


Mengingat sifat Tian Yan yang selalu membalas mata dengan mata dan gigi dengan gigi membuat Bing Hua lantas bertanya, “Apakah kau akan membunuh orang itu? Ataukah kau sudah membalaskan dendammu?”


“...” Tian Yan hanya membisu, ia bingung harus menjawab apa, lagi pula yang melakukannya adalah Huang Yun, dia tidak akan berani menyakitinya apalagi membunuhnya.


“Sudahlah, lupakan saja.” Tian Yan mengibaskan tangannya untuk menyudahi topik, dan kembali bertanya kepada kedua naga kecil itu, “Apa kalian masih tetap ingin mengikutiku?” Tian Yan bertanya seperti ini karena tahu keduanya mengikutinya hanya karena menurut pada Garis Keturunan Dewa Naga Emasnya.


Long La menjawab mendahului Long Li, “Da Jun tidak perlu bertanya seperti itu. Kami dulunya memang jahat, tapi kami bukan pengkhianat. Kami akan selalu setia padamu.”


“Kak ...” Long Li seperti ingin menyanggah, namun dihentikan oleh Long La, “Da Jun sudah banyak membantu kita— Aku selalu memimpikan orang baik akan menolong ras kita, dan aku yakin itu adalah Tian Da Jun.”


“...” Long Li langsung terdiam setelah mendengar itu, tidak hanya karena kakaknya mau menjadi bawahan manusia, tapi juga karena sekarang kakaknya sudah semakin berani mengambil keputusan yang besar. “Karena ini keputusanmu, aku akan membujuk Naga Palsu lainnya untuk setuju.”


“Enn!” Long La mengangguk mengerti. Keduanya pun berbalik lagi kepada Tian Yan dan Long La berkata, “Naga Palsu bukan bawahan palsu, kami akan mengikuti Da Jun sampai kematian kami.”


Tian Yan tersenyum mendengarnya.


Karena sekarang hampir semua orang sudah tidak keberatan lagi, Tian Yan pun memutuskan untuk mengumpulkan banyak murid-murid berbakat di tengah sekte.


Total ada 1.000 murid!


Pada awal-awal pendirian sekte, sejak kapan Tian Yan akan berpikir mempunyai sangat banyak murid-murid di bawahnya? Ia bahkan membuat sekte hanya dengan maksud agar misi yang diberikan telah selesai.

__ADS_1


“Baiklah!” Tian Yan berbicara dengan lantang sembari menyelimuti semua orang di tempat itu dengan Martial Qi miliknya dan terbang ke arah luar bintang.


Saat mereka terangkat tinggi ke langit, tatapan semua orang yang ada di bawah menjadi sedikit iri. Bagaimanapun juga 1.000 murid itu pasti akan menjadi sosok yang sangat kuat.


“Hah ...” Jian Yong menghela nafas di samping Long Gumo’er, seorang janda dari Ras Naga Palsu yang sekarang adalah wanitanya itu.


“Kenapa kau tidak ikut saja?”


Pertanyaan Long Gumo’er membuat Jian Yong tersenyum kecut, “Aku bukan seperti Master Sekte yang bisa meninggalkan wanita cantik jauh dariku.”


“Huuu, mulutmu sangat manis, bilang saja kau ingin minta jatah!” Long Gumo’er menyandarkan dua gunung kembarnya ke lengan Jian Yong dan mengecup pipinya yang membuat tubuh lelaki paruh baya itu terangsang untuk meminta lebih.


“Gumo’er, ayo pulang!”


***


Setelah membawa semua orang terbang keluar dari dalam bintang besar itu, mereka pun berbalik dan memandang tempat tinggal mereka yang sangat cantik dengan 90% di antaranya adalah lautan samudera yang benar-benar sangat luas.


“Lihat, rupanya ada beberapa benua!” tunjuk Bing Hua ke arah beberapa tempat yang rupanya juga terdapat beberapa tempat dengan benua-benua semacam Benua Heng Xi mereka.


“Dunia memang luas!” Tian Yan menghentikan semua orang di tempat itu sambil berkata, “Lihatlah langit hitam yang luas ini ... ada triliunan bintang dengan kehidupan yang sama seperti planet ini.”


Meski Tian Yan belum pernah mengelilingi Langit Berbintang, tapi dia sudah mendengar beberapa hal dari Huang Yun. Lagi pula asal Huang Yun juga berasal dari sebuah bintang yang sangat jauh dari Benua Heng Xi.


“Tapi kita tidak akan pergi ke sana, kita akan pergi ke tempat yang lebih baik!” ucap Tian Yan sembari melesat maju bersama para murid-murid menuju ke salah satu benua kecil yang jika dibandingkan hanya 1% dari keseluruhan Benua Heng Xi.


Benua Wu Dian!


Tian Yan bersama dengan mereka yang lain mendarat di dalam sebuah lembah yang bernama Lembah Misterius Terbengkalai.


Di tempat suram itu terdapat sebuah Lorong Hampa yang pernah diberitahukan oleh Qing Jia dahulu kala, dengan melalui Lorong Hampa ini, seseorang bisa dengan mudah pergi ke Alam Inti Langit!


Saat itu, ketika mengetahui bahwa Lorong Hampa ini sebenarnya terhubung dengan Alam Inti Langit, Tian Yan hampir setiap saat mencerca System. Jika saja waktu itu System tidak membawanya ke Benua Heng Xi, maka mungkin saja saat ini ia sudah menjadi seorang Saint yang kuat.

__ADS_1


Tapi dibalik kekesalan itu, Tian Yan juga merasa bersyukur, karena jika System tidak melakukannya, maka mungkin saja tidak akan ada Jiao Yue dan Bing Hua dalam hidupnya.


“Kalian berbasis rapi dan masuklah!”


“Baik!” jawab mereka serentak dan mulai bergegas masuk satu per satu ke dalam Lorong Hampa.


“Kalian berdua juga.” Tian Yan menoleh ke arah Jiao Yue dan Bing Hua.


“Lalu, Tuan?” Jiao Yue bertanya sembari memiringkan kepalanya.


“Tentu aku akan masuk, kalian tidak perlu khawatir.”


“...” Bing Hua mengernyitkan keningnya dan mengangguk, “Kalau begitu aku duluan, ayo Saudari Yue!” ajak Bing Hua sambil menarik lengan Jiao Yue agar ikut dengannya.


Setelah keduanya masuk dan semua orang sudah menghilang dari pandangannya. Tian Yan pun menggunakan kemampuan Hukum Arraynya untuk mendirikan sebuah array kamuflase agar tempat ini benar-benar aman.


“Baiklah!” Tian Yan mengibaskan kedua tangannya dan mengamati array yang sudah dia buat secara lebih detail. “Hmm, sepertinya sudah oke. Saatnya pergi!”


***


Kota Lun Geng, kota tempat kelahiran pemilik tubuh sebelumnya, sekaligus tempat paling menyedihkan yang bisa diingat oleh Tian Yan sendiri.


Tempat itu makin hari makin tak terjamah dan mulai dipenuhi dengan rumput-rumput dan semak-semak belukar yang tumbuh— baik di dalam maupun di luar kota.


Ini lebih seperti Kota Hantu.


Tian Yan mendarat di sana, dan ia memandang ke arah dua makam yang berada di samping reruntuhan bangunan.


“Ayah ... Ibu.” Tian Yan melangkahkan kaki ke depan kedua makam itu dan memberi hormat kepada kedua makam tersebut. “Tian Yan mengunjungi kalian!”


Setelah memberi hormat, pemuda itu kemudian menegakkan badannya dan berjanji tentang sesuatu. “Aku akan ke Alam Suci! Dan mungkin saja aku akan bertemu dengan Klan Zhang dan Klan Yun ...” Tian Yan merubah wajahnya menjadi sedikit suram, “Bahkan jika kalian memintaku untuk tidak menanggung dendam ini, tapi maafkan aku!”


“Jika mereka tidak mau minta maaf, aku akan menghancurkan 99,7% kedua keluarga itu, sama seperti mereka menghancurkan 99,7% dantian kalian!”

__ADS_1


Tian Yan tidak bercanda atau mengucapkan omong kosong, wajahnya bahkan sangat gelap ketika mengucapkannya. “Aku tidak apa-apa jika gelarku adalah Dewa Pedang Pembunuh di masa depan!”


......Jangan lupa like bosque......


__ADS_2