Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 142 : Keegoisan


__ADS_3

Tap!



Tian Yan mendarat kembali di tempat Klan Elf tinggal. Tanpa basa-basi lagi dia langsung pergi ke suatu tempat, di bawah pohon palem, yang mana itu adalah tempat seorang elf tampan sedang bermeditasi di sana dengan tenang.



"Senior Jiao!" Tian Yan mendarat tepat di depannya.



Jiao Wen atau paman dari Jiao Yue itu langsung membuka kelopak matanya yang terpejam dan menoleh ke arah Tian Yan yang sepertinya mencari dirinya.



"Apa yang keponakan Tian cari?" Jiao Wen tersenyum dan bangkit berdiri. Dia tinggi, sekitar 178 cm, jadi mengharuskan Tian Yan dengan tubuh 173 cm untuk sedikit mendongak.



"Senior, bisakah kau ikut denganku ke Domain Terbengkalai?"



"Hmm." Jiao Wen masih tetap tersenyum, tapi setelah Tian Yan mengeluarkan pertanyaan itu, senyumnya seolah menjadi retak.



"Ke.. ponakan, kenapa pula harus ke tempat tandus itu?"



"Aku ingin mencari sesuatu. Jadi, apakah senior bisa ikut denganku?"



"Te-Tentu bisa," jawabnya. "Tapi, jarak antara tempat ini dengan Domain Terbengkalai sangatlah jauh, kita masih harus pergi melewati Wilayah Pusat, lalu ke Wilayah Barat, itu mungkin memerlukan beberapa tahun untuk pulang balik. Apakah keponakan tidak peduli dengan Sekte Naga Giok?"



"Tidak usah khawatirkan hal itu. Aku punya cara sendiri." Tian Yan melambaikan tangannya.



"Cara sendiri?" Jiao Wen terlihat cukup penasaran.



"Senior akan segera mengetahuinya." Tian Yan berkata dengan nada misterius, membuat Jiao Wen semakin tertarik.



'Sistem, teleportasikan kamu berdua ke pusat Domain Terbengkalai.' Tian Yan berkata seraya memegang pundak dari Jiao Wen.



\[Baik!\]



\[Memulai teleportasi ~\]



Swippp~



Menghilang!



Ketika keduanya muncul kembali, pemandangan sekitar mereka sudah sepenuhnya berubah.



Tandus, sepi, sunyi ... hening.



Mungkin seperti itulah gambaran terkait tempat mereka berada saat ini, bahkan Energi Alam pun tidak ada sama sekali.



Zona mati ... Domain Terbengkalai!.


"Kita benar-benar berpindah ke Domain Terbengkalai? keponakan, apakah kau mempelajari Prinsip Ruang? tapi bahkan jika kau mempelajarinya ..."

__ADS_1



Itu mustahil berteleportasi sejauh ratusan juta mil seperti ini, ini sangat amat tidak masuk akal!



"Senior, tidak perlu memedulikan hal itu, sekarang bisakah anda membantuku mencari sesuatu? semacam Rumput berwarna ungu cerah dengan daun agak berbulu."



"Eh, baiklah, ayo kita cari sama-sama."



"Enn!"



Keduanya akhirnya mulai terbang searah, namun terpisah sejauh beberapa ratus meter sambil terus menerus mengedarkan Kesadaran Spiritual untuk memeriksa wilayah sekitar.



Selama dua jam, keduanya terus menerus maju dan menyelidiki secara baik-baik dan teliti, tapi sangat disayangkan apa yang dicari oleh Tian Yan belum ditemukan. Sebaliknya, Jiao Wen justru mendapatkan sesuatu yang luar biasa.



"Keponakan, lihat ini!" Jiao Wen mendarat ke tanah tandus kembali dan berteriak kepada Tian Yan yang saat ini sedang fokus mencari keberadaan Rumput Jiwa Misterius.



"Apa yang dia dapatkan?" Tian Yan sedikit bergumam dan memutar arah langsung menuju ke tempat Jiao Wen berada.



Sesampainya di tempat Jiao Wen, dia tidak lagi menatap kepada Jiao Wen, tapi kepada pedang emas yang ada di tangan Jiao Wen.



"Origin King Peringkat Tinggi!" Tian Yan berseru kaget. Meski kelihatannya pedang itu mengalami sedikit kerusakan, tapi siapapun bisa tahu dengan jelas itu masih layak pakai.



"Benar, ini adalah kelas Origin King Peringkat Tinggi!" Jiao Wen juga tersenyum gemilang, membuat Tian Yan sedikit iri dengan keberuntungannya.




Srukkkkk ...



"Uakkk ..." Tubuh Tian Yan tersentak ke depan, dan matanya terlihat melebar karena efek kejutan. Mulutnya mulai mengeluarkan darah dan itu terlihat sangat mengerikan.



Secara perlahan-lahan, Tian Yan menoleh ke arah bawah, dan ia melihat sebilah pedang sudah terhunus melalui tubuhnya.



"Kau ..." Tian Yan hendak berbalik ke belakang, akan tetapi bilah pedang itu sudah ditarik kembali, lalu Tian Yan pun ditendang hingga terpental cukup jauh.



"Hehehe ..." Jiao Wen tersenyum ketir, "Hahahahaha!"



"Aku akan kaya!"



Hal yang membuat dirinya berani dengan tega mengkhianati Tian Yan adalah pedang yang dia temukan. Jika ada satu seperti ini di sini, maka pasti akan ada yang lain jika dia lanjut menjelajah, atau seperti itulah yang dia pikirkan.



Membunuh Tian Yan adalah cara agar dirinya mendapatkan keuntungan 100%, sebab dia khawatir jika Tian Yan masih hidup, maka Tian Yan juga akan mendapatkan benda-benda berharga, hal ini jelas mengurangi pendapatannya.



"Selama aku menjual semua harta karun ini, sumber daya latihanku akan banyak. Lalu, aku akan menjadi sangat kuat!"



Boooom~!


__ADS_1


Dari kejauhan, terdengar suara ledakan yang menggelegar, lalu tak lama dia pun langsung mengalihkan pandangan ke arah Tian Yan sebelumnya terjatuh.



"Bocah itu masih hidup? bagaimana bisa!" Dia jelas sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa tubuh Tian Yan sudah dilalui oleh pedangnya.



"Mungkinkah tidak mengenai jantungnya? sial, tanganku sedikit amatir setelah lama tidak bertarung!" Jiao Wen berdecak kesal dan kembali fokus kepada Tian Yan yang saat ini sedang meluncur ke arahnya dalam wujud Setengah Naga miliknya.



"Pengkhianat brengsek!" Kemarahan Tian Yan sangat besar, terlihat dari suara nyaringnya yang menderu bagai angin topan ke arah Jiao Wen.



Meski begitu Jiao Wen tidak takut. Dia justru tersenyum menantang, majulah sini!



Dia sendiri memiliki Pedang kelas Origin King Peringkat Menengah, dia sama sekali tidak takut.



"Apakah itu yang membuatmu berani?" Tian Yan menoleh ke arah pedang di tangan Jiao Wen, lalu mengeluarkan dengusan dingin.



"Sistem, keluarkan Pedang dari Sword Box yang aku dapat dari Gacha sebelumnya!"



\[Baik. Mengeluarkan Pedang Naga Emas!\]



Swish~



Sebuah pedang dua bilah sisi dikeluarkan, warna bilah pedang itu adalah emas, lalu gagangnya berwarna hitam dengan simbol naga emas pada mata gagangnya.



"Roarrr!!"



Suara auman naga melonjak keluar dengan sangat dahsyat, bukan dari Tian Yan, melainkan dari pedang di tangannya.



Tian Yan tidak begitu paham kenapa pedang bisa mengaum, tapi ada satu hal yang dia ketahui ... kekuatannya benar-benar seperti bertambah 2× lipat setelah mengeluarkan Pedang Naga Emas ini.



"Ini menarik!" Tian Yan tersenyum, dan akhirnya dipertemukan dengan Jiao Wen saling berhadap-hadapan.



Tringgggggg~!!



Buffttt..!!



"Sighhh, beda kelas rupanya." Jiao Wen menahan serangan dari Tian Yan dengan sekuat tenaga, dia pun membuat segel teknik menggunakan jarinya, lalu kekuatan petir pun menyelimuti pedang miliknya dan membuat Tian Yan sedikit mengejang.



"Urghhh ..." Kekuatan Prinsip Petir, pikir Tian Yan sebelum akhirnya menarik diri kembali.



"Kau kurang waspada, bocah." Jiao Wen tiba-tiba muncul di belakangnya lagi dan langsung menebas ke arah leher Tian Yan, akan tetapi Tian Yan tidak bereaksi terhadap itu.



\[Cepat pasang pelindung.\]



'Mana sempat ancrit!'


__ADS_1


\[**Bersambung**!\]


__ADS_2