
Selama beberapa menit ke depan, Sheng Yi banyak menceritakan kisahnya kepada Tian Yan.
"Setelah berpisah dengan Saudara Tian dan Saudari Xun Die, aku masuk ke dalam hutan, akan tetapi ..."
Banyak Spirit Beast yang mengejarnya. Itu adalah keputusan yang salah karena meminta untuk berpisah saat itu.
Dia dikejar oleh Spirit Beast yang banyak, membuatnya terluka parah, tapi surga masih di pihaknya.
Setelah melarikan diri dengan putus asa. Ia akhirnya tanpa sengaja menemukan Gua dan masuk ke dalamnya, lalu ia menemukan Lubang Void!
Awalnya ia berpikir bahwa itu mungkin Lubang Void yang mengarah ke arah Benua Wu Dian, namun semua tidak semulus itu karena setelah masuk ke Lubang Void itu, ia justru dikirimkan secara acak ke Benua Huxing!
"Untunglah aku muncul di dekat sebuah kota kecil, dan aku tinggal di sana selama ini!" ungkap Sheng Yi dengan perasaan berat.
Terlempar ke dunia asing rasanya sangat tidak enak, karena harus keluar dari zona nyaman. Ia yang semula selalu tinggal enak dengan Guru dan orang-orang di sektenya, kini harus berjuang sendiri di dunia asing ini.
"Hmm ..." Tian Yan sedikit berpikir. "Sheng Yi, apakah kau mau mengikutiku?"
Yah, meski mereka tidak memiliki hubungan yang mendalam. Tapi melihat ada seseorang yang berasal dari tempat yang sama, ia juga merasa sedikit iba.
"Benarkah?" Sheng Yi terkejut. Ia bertanya lagi, "Apakah boleh?"
"Tentu saja! Lagi pula ada banyak kamar di Kapal Terbang ini!" jawab Tian Yan.
"Saudara Tian, terima kasih!" Sheng Yi memegang kedua tangan Tian Yan dengan ekspresi penuh syukur.
"Ya!" Tian Yan tersenyum mengangguk.
"Tapi Saudara Tian ... bisakah aku mengajak beberapa orang lagi?" Sheng Yi bertanya dengan senyum ragu.
"Beberapa orang? siapa?" Tian Yan bertanya.
"Itu ... sebenarnya selama tinggal di Kota Kecil Shudeng, aku juga merawat beberapa anak kecil yang terlantar di sebuah rumah tua, jika Saudara Tian tidak keberatan ..."
"Hmm, jadi begitu, baiklah!"
***
Kota Shudeng!
Kapal terbang perlahan mendarat tak jauh dari sana, lalu tak lama keempatnya pun berjalan setelah Tian Yan selesai menyimpan Kapal Terbang tersebut.
Di antara keempatnya, kecuali Tian Yan dsn Sheng Yi, kedua lainnya, Bing Hua serta Jiao Yue disuruh oleh Tian Yan untuk mengenakan jubah.
Jiao Yue sudah sewajarnya mengenakan jubah, sebab ia Elf. Untuk Bing Hua ... sebenarnya ada alasan tersendiri, selain untuk berjaga-jaga jikalau identitasnya ada yang kenal, Tian Yan juga melakukan ini untuk menyembunyikan kecantikan milik Jiao Yue.
Ada yang mengatakan bahwa kekuatan adalah sumber bencana, begitu pula keindahan ... seseorang terkadang memetik bunga karena terlihat indah, dan Tian Yan tidak ingin itu terjadi.
Setelah keempatnya masuk ke dalam kota, semuanya berjalan seperti biasa saja, kota itu terlihat sangat umum dan penduduk hidup dengan tenang.
__ADS_1
Tian Yan, Bing Hua, bahkan Jiao Yue juga tidak merasakan aura keberadaan Origin Field di tempat ini, jadi bisa dibilang ... ini benar-benar kota kecil.
"Gluph ..."
Suara menelan ludah terdengar, meski sangat pelan tapi masih terdengar di telinga Tian Yan.
Tian Yan sedikit melirik ke arah Jiao Yue, lalu ia melirik ke arah dagangan yang ada di pinggir jalan.
Rupanya ada roti coklat ... Tian Yan tersenyum simpul, dia tahu alasan Jiao Yue menelan air liur.
"Emm, Sheng Yi, bisakah mampir ke sini sebentar?" Tian Yan tersenyum canggung.
"Ehh?"
***
Setelah Tian Yan dan Jiao Yue selesai membeli Roti Coklat, makanan kesukaannya, mereka pun beranjak pergi lagi hingga tiba di tengah-tengah kota.
"Saudara Tian, kau cukup berjalan terus lurus, lalu akan ada gang, masuk saja ke dalamnya, rumahku berada di bagian paling ujung!" jelas Sheng Yi. Kemudian melanjutkan niatnya, "Aku ingin menukar semua Monster Core yang aku dapat terlebih dahulu!"
"Oh, baiklah!" Tian Yan mengangguk dan memahami yang disampaikan oleh Sheng Yi.
"Kalau begitu kami pergi lebih dahulu!"
"Enn!"
Tian Yan dan Sheng Yi akhirnya berpisah di sana.
***
Tian Yan dan dua bawahan wanitanya tiba di depan sebuah rumah tua, lalu masuk ke dalamnya setelah mengucapkan salam.
Klakkk ...
Pintu rumah secara perlahan terbuka, ketiganya berjalan masuk dan melihat ke sekitar ruangan yang hanya ada pelita sebagai penerang ruangan.
"Di mana anak-anak asuhan yang dia maksud?" Bing Hua mengernyitkan keningnya, sementara Jiao Yue hanya terdiam.
Tak lama setelah kebingungan melanda mereka bertiga, tiba-tiba saja terdengar suara teriakan di luar tempat mereka berada.
"Monster! Keluarlah kau!"
"Peri iblis, keluar sekarang!"
Teriakan penuh kebencian dilontarkan ke telinga ketiganya, membuat ketiganya langsung buru-buru menoleh ke belakang dan di bawah pimpinan Tian Yan, mereka pun keluar.
"Itu dia! Itu dia!" teriakan beberapa orang terlihat ketakutan sambil menunjuk ke arah wanita di belakang Tian Yan, yaitu Jiao Yue.
"... Apa maksudnya ini?" Tian Yan mengernyitkan keningnya, lalu tanpa sengaja pandangannya bertemu dengan Sheng Yi yang sebenarnya ada di balik kerumunan.
__ADS_1
"Begitu ..." Tian Yan paham apa yang terjadi di sini saat ini.
Sheng Yi membocorkan identitas Jiao Yue sebagai Elf!
"Kenapa?" Tian Yan bertanya. Ia ingat tidak pernah berbuat buruk, Jiao Yue bahkan sudah menyelamatkan dirinya (Sheng Yi) dari bahaya.
"Saudara Tian, maafkan aku! Tapi Elf ini harus mati! Sebab selama dia hidup, pikiranmu akan dikendalikan olehnya!" balas Sheng Yi dengan tatapan penuh yakin.
"Hah?"
Mana ada hal seperti itu?
Apakah penduduk kota ini sudah terkena doktrin sesat tentang Ras Elf?
"Tuan, tidak ada gunanya berbicara dengan mereka, cukup bunuh saja mereka!" kata Jiao Yue setelah maju ke samping Tian Yan.
"Tunggu! ini hanya salah paham—!" Tian Yan mencoba untuk menghentikannya, tapi Jiao Yue menyanggahnya.
"Aku tahu anda tidak akan membunuh orang secara sembarangan, karena itulah gunanya diriku ini, aku akan membunuh siapapun, kecil dan besar, jika itu memang mengganggu Tuanku!"
"Lihat! Elf itu benar-benar monster! Ia bahkan tidak segan-segan ketika mengatakan hal itu!"
"Dia benar-benar monster!"
Beberapa orang seketika menjadi semakin menetapkan Jiao Yue sebagai monster yang harus dimusnahkan.
"Saudara Tian, tinggalkan monster itu! sadarlah!" Sheng Yi juga mengulangi peringatannya.
"Pemuda yang miris!"
"Pikirannya pasti sudah dikendalikan!"
"Kasihan! Sangat kasihan!"
Tian Yan yang memejamkan matanya selama ini akhirnya membukanya dan berkata, "Kalian diamlah, dia bukan monster, dia wanitaku!"
Terkejut!...
"Pemuda ini ..."
"Dia benar-benar sudah bukan dirinya lagi! dia bahkan membela monster itu!"
"Bunuh dia! kita harus membunuhnya juga!"
"Tu-Tu-Tunggu! Saudara Tian yang korban!" Sheng Yi mencoba menghentikan mereka, tapi dirinya didorong hingga tersungkur sebagai balasannya.
"Kalian! Ayo bunuh dia!" Seorang Origin Dao Lapisan 3 segera memberikan perintah kepada para bawahannya.
"Ya!"
__ADS_1
[Bersambung!]