
"Huffttt, ini karena saat itu aku sudah menyerap banyak Energi Yin dari Jiao Yue dan Bing Hua melalui kultivasi ganda, sehingga dengan kultivasi secepat ini aku bisa menerobos ranah!"
Meski sudah 10 hari berlalu begitu saja, akan tetapi dunia luar barulah 5 hari, jadi ini masihlah cepat.
"Sebaiknya aku menyetabilkan ranah dengan cara bertarung," gumam Tian Yan, tampak ia sudah memikirkan sesuatu.
Swushhh ...
Tubuh Tian Yan berkedip menghilang dan muncul kembali di depan Huang Yun. Katanya, "Yun Jie, bisakah kau menjadi lawanku?"
Huang Yun membuka matanya secara perlahan dan memandangi Tian Yan, "Baiklah."
"!!!" Tian Yan menjadi serius. Dengan hentakan kaki mereka sudah tiba di atas udara dengan keadaan berpisah satu sama lain.
"Kau sudah siap?" Tian Yan bertanya sambil memasang kuda-kuda untuk bertarung.
"Harusnya aku yang bertanya seperti itu!" Suara dingin Huang Yun tiba-tiba berlalu dan dalam sekejap mata ia sudah tiba di depan Tian Yan sambil melayangkan tinjunya yang berapi-api.
"Tunggu!" Tian Yan berteriak panik sehingga Huang Yun yang berniat menghajar Tian Yan akhirnya menghentikan tinjunya dan menatap Tian Yan dengan bingung.
"Baru saja kau berkata ingin bertarung denganku, apa kau sudah menyerah sekarang?" Huang Yun memiringkan kepalanya, ia bingung dengan tingkah Tian Yan ini.
"Aku memang ingin kau menjadi lawanku, tapi ..." Tian Yan terlihat cukup kesal dan menunjuk Huang Yun, "Jangan pakai kekuatan penuh juga, bisa bukan?!"
Tian Yan rasa jika serangan tadi mengenainya, dia benar-benar akan jadi kultivator cacat seumur hidup.
"Kau tidak mengatakannya!" Huang Yun mendengus kesal.
"Haruskah aku mengatakannya?!" Tian Yan tak kalah kesalnya dengan Huang Yun. Alhasil keduanya akhirnya cekcok mulut selama beberapa menit sehingga suasana dapat kembali menjadi lebih reda.
"Sighh, padahal aku hanya menggunakan 1% kekuatan barusan, tapi kau seperti orang akan mati."
"1%?" Tian Yan menelan air liurnya dan hampir memuntahkan seteguk darah.
__ADS_1
Meski dia benar-benar tidak tahu dampak serangan Huang Yun sebelumnya akan sekuat apa, tapi sebagai Origin King, intuisinya berkata bahwa serangan itu lebih dari kata kuat.
"Martial Spirit! Gunakan kekuatanmu, namun hanya setara Martial Spirit Tahap—"
"Kau yakin?" Huang Yun memotongnya. "Di atas ranah Origin King Lapisan 3 masihlah ada satu ranah kecil lagi bernama Half Spirit, aku kurang yakin kau bisa memenangkan itu."
"Half Spirit ..." Tian Yan berpikir, 'Mungkinkah ini ranah Great Monster Heian di masa lalu?' Great Monster Heian adalah perwujudan dari Evil Emperor's Eye, juga salah satu kultivator terkuat di Benua Huxing pada eranya.
"Baiklah!" Tian Yan mengeluarkan Pedang Naga Emas miliknya dan menyelimutinya dengan Origin Qi serta elemen kegelapan yang dia kuasai.
"Akar elemenmu adalah kegelapan?" Huang Yun mengernyitkan keningnya.
"Ya, memangnya kenapa?"
"Tidak ada, aku hanya terkejut." Meski Huang Yun berkata seperti itu, tapi ada sesuatu yang membuatnya khawatir dalam hatinya, 'Pengguna elemen kegelapan sering terjatuh ke jalan yang salah, semoga saja Xiao Yan tidak.'
Huang Yun menarik kembali pikiran nya dan menenangkan pikirannya. "Majulah~ Tian Yan!"
"Hmm ..." Huang Yun tidak melakukan pertahanan apapun, dia sangat terbuka dan seperti membiarkan Tian Yan untuk menyerang dirinya.
"Sighhh, kau sangat meremehkanku!" Tian Yan menggenggam pedang Naga Emas di tangannya dengan erat dan langsung maju untuk menemui Huang Yun.
"Terima ini!" Kecepatan Tian Yan seolah melambat di hadapan Huang Yun sementara tangannya dia gunakan untuk mengirim tebasan ke arah tubuh Huang Yun, "Hyahhhhh...!!!"
"Kau sangat lambat!" Huang Yun mendengus lembut, perutnya sedikit condong ke belakang untuk menghindari serangan Tian Yan, sementara tangan kirinya langsung bergerak dengan cepat dan berhenti tepat di samping leher Tian Yan.
"Gluphh ..." Tian Yan menelan ludahnya, ia sama sekali tidak mengetahui kapan Huang Yun bergerak sebab gerakannya begitu cepat.
"Kau masih terlalu minim dalam pengalaman bertempur, Xiao Yan." Huang Yun mulai membanding-bandingkan, "Dengan kekuatanmu saat ini, aku khawatir bahkan Origin King Lapisan 1 di Alam Inti Langit bisa mengalahkanmu, sebab mereka menguasai teknik yang lebih kuat!"
Huang Yun menghela nafas, "Andai saat itu kau tidak pergi, aku pasti sudah mengajarimu cara bertarung yang benar. Sayang sekali ..."
Tian Yan yang mendengar itu hanya bisa terdiam.
__ADS_1
[Yah, itu sudah takdir, mau bagaimana lagi—]
'Kau yang meneleportasiku ke Benua Huxing saat itu!' Tian Yan mengumpat dalam hatinya, jika bukan karena Sistem tiba-tiba memberikan misi membangun sekte, dia mungkin sudah ada di Alam Inti Langit 2 tahun yang lalu.
'Sighh, lupakan ...' Tian Yan menghela nafas dan mengangguk ke arah Huang Yun, "Kalau begitu aku akan lebih serius!"
"Hoh? baiklah ..." Huang Yun menarik kembali tangannya serta menarik dirinya beberapa meter ke belakang sambil menyaksikan apa yang ingin dilakukan oleh Tian Yan.
Tian Yan pun memutuskan untuk menenangkan pikirannya. Kini hanya ada pedang di dalam benaknya, tidak ada yang lain.
Swuushhh...!!
Pedang Naga Emas tiba-tiba terlapisi oleh niat pedang berwarna emas.
"Niat pedang sekuat itu~ sepertinya pemahaman pedangmu sudah Tingkat 4." Huang Yun sedikit memujinya, dia tahu bahwa Tian Yan selama ini berada di benua kecil yang bisa dibilang wilayah pedalaman. Namun, karena Tian Yan dapat menguasai Prinsip Pedang Tingkat 4 dalam dua tahun, itu artinya dia benar-benar berbakat.
"Terima kasih atas pujiannya!" Tian Yan membuka matanya kembali dan menatap Pedang Naga Emas di tangannya. 'Sebelumnya setelah mengalahkan Jiao Wen, aku sempat menghabiskan beberapa puluh menit untuk mempelajari sebuah Teknik Pedang kuat untuk juga meningkatkan Prinsip Pedangku. Mari kita coba!'
"Kau sudah siap sepertinya ..." Huang Yun berbicara, "Jika kau mampu membuatku terluka, aku akan memberikanmu sesuatu."
"Sesuatu?" Tian Yan menaikkan salah satu alisnya.
"Ya, kau akan mengetahuinya jika kau menang!" ujar Huang Yun untuk semakin menarik minat Tian Yan.
"Tapi itu tidak mungkin, aku tidak berani melukaimu, bahkan jika aku bisa melakukannya." Tian Yan menghela nafas dan bertingkah seperti seorang kekasih yang sangat menjaga pasangannya.
"..." Huang Yun hanya terdiam, setelahnya jantungnya sedikit dak dik duk, 'Hah ... dia sangat ... baik—'
"Hahaha, kau terbuka!" Suara Tian Yan tiba-tiba muncul di dekatnya, memaksa Huang Yun untuk akhirnya keluar dari lamunannya dan baru sadar jika Tian Yan sudah mengarahkan pedangnya ke arah tubuhnya.
"Hah ..." Tatapan Huang Yun terlihat seperti tidak menyangka, akan tetapi tatapan itu tiba-tiba berubah menjadi senyum kemenangan. "Kau benar-benar naif!" Huang Yun menekankan kata NAIF, lalu ia menggerakkan tangannya dengan cepat untuk menghajar bagian bawah perut pemuda tersebut.
[Bersambung!]
__ADS_1