Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 213 : Half Saint!


__ADS_3

[Ding! Host berhasil menerobos Half Saint!]


[Ding! Mendapatkan 10.000 Poin Langit!]


[Ding! Bonus hadiah : Ruang Latihan!]


[Ding! Bonus hadiah : Mata Dewa!]


[Menyatukan Mata Dewa ... Berhasil!]


[Ding! System akan diupgrade ke versi 4.0 ...]


[Proses upgrade : 10 tahun]


[Rincian »


10% upgrade : 1 bulan


30% upgrade : 5 bulan


50% upgrade : 2 tahun 3 bulan


80% upgrade : 3 tahun 2 bulan


100% upgrade : 4 tahun 1 bulan


Total : 10 tahun]


*


Note : Itu artinya Tian Yan harus menunggu selama 10 tahun sampai System benar-benar full download data. Tapi pada setiap % di atas bakal ada fitur yang ditingkatkan, bahkan ada fitur baru yang bisa digunakan sebelum System upgrade sepenuhnya, mirip mobile legend lah.


*


Untuk sejenak, seluruh isi kepala Tian Yan dipenuhi oleh notifikasi System, sangat banyak sampai-sampai dia membutuhkan waktu untuk menerima semuanya dengan baik.


Setelah memahami semuanya di benaknya, Tian Yan lantas bertanya tentang sesuatu yang menurutnya menarik. ‘Apa kegunaan Mata Dewa ...?’ tanya Tian Yan karena sadar sekarang warna salah satu matanya sudah berbeda, bukan lagi hitam melainkan emas.


[Kegunaan Mata Dewa :


• Mampu mengetahui kebohongan.


• Mampu menekan seluruh ras.


• Mampu melihat 0,1 detik ke masa depan.


• Mampu meng-copy teknik lawan.


• Mampu membuat penggunanya tenang di segala situasi.]


“???” Tian Yan memang memahami apa yang ditampilkan, tapi ia terkejut karena tidak ada suara system. “Biasanya System membacakan apa yang ditampilkan, kenapa kali ini tidak?” gumam Tian Yan lirih.

__ADS_1


“Apa karena System sedang upgrade?” Tian Yan mulai menebak-nebak, dia yakin mungkin ini alasan yang paling masuk akal saat ini.


“Lupakan saja ....” Tian Yan segera berbalik menghadap orang-orang yang sedang datang ke arahnya dari jauh. “Kalian kuat, sepertinya.” Tian Yan ingin menyeringai tajam, tapi seketika ia merasa seperti itu adalah kesalahan.


Dia menjadi sangat tenang ....


Tian Yan menyadari bahwa ini mungkin karena Mata Dewa sudah menyatu ke dalam tubuhnya— sehingga sikap dan kepribadiannya sedikit berubah.


“Dia hanya berdiri diam, hahaha!”


“Bocah itu pasti sudah pasrah!” Long Jian menyeringai dalam wujud naga petirnya.


“Ayo bunuh bocah itu dalam sekali serangan!” pekik Tian Wu, sudah bosan dengan drama ini.


“Kau benar ...” Kaisar Wei juga sudah jenuh jika harus berlama-lama di sini— terlebih lagi ia harus bersama-sama dengan ketiganya yang adalah saingannya di Alam Inti Langit ini.


Keempatnya segera terdiam tak bersuara, mereka masing-masing mulai mengeluarkan serangan terkuat mereka.


“Niat Tombak Pemusnahan!” Teknik tombak dari Kaisar Wei.


“Elemen Kegelapan: Pemakan Jiwa!” Sebuah teknik berbentuk hantu kelaparan milik Master Sekte dari Sekte Tengkorak bernama Yuan Qi.


“Sembilan Senjata Ilahi!” kata Tian Wu sembari memunculkan 9 senjata berwarna emas kecemerlangan yang mengeluarkan aura menenangkan.


Dan terakhir ...


“Bola Petir Pemusnah Jiwa!” Itu adalah sebuah bola petir berwarna ungu yang terkumpul menjadi satu padu di depan mulut raksasa naga Long Jian.


“Serang!”


Swoooooooshhhh ...!!


“Hmm ...” Tian Yan menatap dengan santai. “Sayang sekali hanya ada satu teknik yang bisa aku copy ...” Ketika berkata seperti itu, telapak tangan Tian Yan pun terangkat, dan ia bergumam mengucapkan nama teknik yang sama dengan milik Yuan Qi itu.


“Elemen Kegelapan : Pemakan Jiwa ... 10× lipat!”


Wushhhh ...


Elemen Kegelapan dengan liar mengalir ke arah telapak tangannya, lalu menyembur keluar membentuk sesosok hantu hitam besar setinggi 20 meter yang siap menelan apa saja ke dalam mulutnya.


“Maju!” titah Tian Yan sembari menarik tangannya kembali ke belakang punggungnya, bertingkah seperti dirinya benar-benar seorang master.


“Bocah itu meng-copy teknik?!” Qing Jia terkesiap menyaksikan aksi mengejutkan Tian Yan. “Bahkan dalam sekali lihat ... aku pun tidak bisa melakukanya!” Qing Jia benar-benar mengakui bakat dan talenta Tian Yan, “Apakah dia akan menjadi Dewa Manusia?”


Maksud Qing Jia bukan Dewa seperti yang ia sembah, melainkan sosok yang sangat kuat, yang setara dengan para makhluk kuno itu— Dewa Naga Sejati, Buddha, Dewa Iblis Sejati, Dewa Asura, dan Dewi Phoenix!


Dari banyaknya ras “besar” di semesta kultivasi ini, hanya ras manusia yang tidak memiliki sosok terkuat yang bisa menerima gelar Dewa.


“...” Qing Jia merasa yakin, “Apakah ini maksud Dewi Huang menyuruhku menjaganya?” Qing Jia bergumam rendah, “Apa dia titisan Dewa?” Qing Jia sedikit curiga dengan hal ini.


Tapi takdir tidak bisa diketahui, Qing Jia merasa sangat percuma jika terlalu banyak pikir. “Mari serahkan saja pada Sang Waktu untuk menjawab siapa dia sebenarnya.”

__ADS_1


Happppp!!!


“Nani!”


Mata keempat membulat sempurna; baik Long Jian, Tian Wu, Kaisar Wu, ataupun Yuan Qi— Keempatnya benar-benar tidak percaya keempat teknik mereka akan ditelan mentah-mentah oleh hantu milik Tian Yan.


Keempatnya saling melirik satu sama lain, mereka jelas tahu apa yang akan terjadi selanjutnya sehingga mereka buru-buru berlari kembali seperti kucing penakut.


“Nak, hati-hati!”


“Tenang saja ...” balas Tian Yan sembari memajukan telapak tangannya ke depan, lalu mengepalkannya sehingga teknik hantu itu berubah menjadi seperti balon gas yang bisa meledak kapan saja.


“Musnahkan!” Tian Yan bergumam rendah dan bola itu pun meledak— Meski meledak, tetapi dampak yang dikeluarkan hanya sekuat bom atom saja, tidak sampai menciptakan ledakan yang begitu dahsyat.


Pah Pah Pah!


Banyak debu dan kotoran yang beterbangan ke arahnya, namun semuanya dihadang oleh pelindung Martial Qi yang sangat kuat di hadapannya.


“Hmm, aku kira kalian cocok menjadi latihanku, tapi sepertinya tidak ...” gumam Tian Yan. Ketika mengatakan ini tangannya mulai melebar kembali dan tercipta ribuan pedang dengan kekuatan Hukum Pedang yang melebihi tingkat-9, masing-masing di antaranya adalah penghancur yang hebat.


Tap!


“Berhenti, Bocah!” Qing Jia muncul di sampingnya dan memegang lengannya dengan santai. “Biarkan mereka.”


Tian Yan mengerutkan keningnya mendengar perkataan Qing Jia itu. Ketika dirinya berusaha untuk melepaskan diri dari pegangan Qing Jia, Tian Yan justru merasa tubuhnya seperti bayi tiga tahun, sementara Qing Jia adalah orang dewasa.


“!!!”


“Apa kau ingin membentak ratu ini?” Wajah Qing Jia terlihat muram.


“Tidak ...” Meski menjawab dengan tenang, akan tetapi dalam hatinya Tian Yan dipenuhi dengan perasaan horor yang tinggi. ‘Siapa wanita ini? Kenapa dia sangat kuat?!’


Bahkan bergerak pun sulit, Tian Yan yakin jika dia menggunakan 100% kekuatannya dia bisa lolos, tapi apakah Qing Jia menggunakan 100% kekuatannya juga? Tian Yan yakin tidak!


“Kalau begitu jangan bunuh mereka ... kau akan merusak keseimbangan, dan juga memicu kematian pada dirimu sendiri,” bujuk Qing Jia.


“Tapi mereka musuh, Senior.”


“Maka cobalah bangkitkan niat membunuhmu, aku tidak bertanggung jawab jika jiwamu terluka setelahnya.”


“...” Tian Yan tidak membalas, melainkan ia mengikuti apa yang dikatakan Qing Jia.


Pertama-tama ia memfokuskan mata pada punggung keempat sosok yang sedang melarikan diri itu baik-baik, lalu membangkitkan niat membunuhnya.


“!!!”


Dalam visinya, Tian Yan saat ini berada di dalam kegelapan yang pekat, hanya ada satu cahaya yang melayang di hadapannya, dan cahaya itu berada di balik punggung sesosok setinggi 10.000 meter yang sedang berdiri sambil memegang pedang putih yang sedang tertancap di tanah dengan kedua tangannya.


“!!!”


...Siapa itu? Siapapun itu, jangan lupa 👍 Bosqu...

__ADS_1


__ADS_2