Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 128 : Hubungan Tumbuh, Lalu Hancur


__ADS_3

"Kau mengurungnya?" Tian Yan sedikit berwajah suram.


"Emm, yah ..." Ia sedikit menggaruk kepalanya. "Tapi tenang saja, aku selalu memberinya sumber daya untuk berlatih, aku tidak mungkin menghambat pertumbuhan putriku."


Tian Yan hanya bisa mengalihkan pandangan, jika dia kuat, maka hari ini orang tua di sampingnya hanya akan menjadi samsaknya.


"Tuan!"


"Yue?" Tian Yan langsung menjadi bersemangat kembali, dan cepat-cepat meminta tolong kepada lelaki paruh baya itu untuk membuka pintu.


Oh, yah, nama Kepala Klan Elf Suci adalah Jiao Yang, Tian Yan sudah sedikit berkenalan dengannya ketika keduanya berjalan ke tempat ini.


Jiao Yang menerima permintaan Tian Yan itu, bagaimanapun itu adalah tujuan mereka datang ke tempat ini.


Segera ia menarik keluar sebuah kunci giok dari dalam bajunya, lalu memasukkannya ke dalam lubang kunci.


Klakk~


Terdengar suara besi yang sedikit terbentur, Jiao Yang tahu bahwa itu berhasil, dan dia langsung menarik turun gagang pintu dan mendorongnya ke dalam untuk membiarkan Tian Yan masuk.


"Aku akan menunggu di luar," ucap Jiao Yang, karena dia tahu bahwa mungkin keduanya membutuhkan waktu kesendirian, tidak baik jika dia mengganggu.


"Baiklah." Tian Yan melangkahkan kakinya masuk ke dalam dengan bersemangat, sekarang seolah tujuannya hanya untuk bertemu Jiao Yue seorang.


"Hah ..." Jiao Yang hanya bisa menghela nafas dan pergi berjalan ke pinggiran danau sambil menghela nafas. "Mu Yao, putri kita sudah besar."


"Tuan!"


Di dalam gubuk tua, Jiao Yue berjalan dengan antusias dan langsung mendekap tubuh Tian Yan dengan pelukan hangat.


"Yue ..." Tian Yan sedikit malu.


Tinggi Jiao Yue adalah 180 cm, sementara kini tingginya adalah 174 cm, benar-benar kelihatan seperti seorang kakak perempuan yang memeluk adik laki-lakinya.


'Sial! Aku sudah muak dengan ini! aku akan membeli Pil Peninggi Badan nanti!' Tian Yan menggerutu dalam hatinya.

__ADS_1


"Tuan, bagaimana anda bisa secepat ini ke sini?" Jiao Yue melepas sedikit dekapannya dan menatap kepada Tian Yan.


"Apakah kau peduli dengan hal itu?" Tian Yan tersenyum manis dan langsung mengecup bibir berair kenyal milik Jiao Yue selama beberapa saat, keduanya saling melakukannya berbalas-balasan hingga akhirnya keinginan hati satu sama lain terpicu dan ...


***


Dua jam kemudian.


Mereka bertiga, Jiao Yang, Jiao Yue, dan Tian Yan dibawa kembali ke Tempat Tinggal Klan Elf Suci, yakni sebuah pohon raksasa super besar yang pada setiap batang pohonnya terdapat sebuah rumah, dan dari bawah dipasang anak tangga yang mengelilingi batang pohon untuk menghubungkan tiap rumah sampai ke yang paling tinggi.


"Pohon yang aneh." Tian Yan bertanya dengan santai, "Pohon apa ini? rasanya Energi Spiritual sangat kental di sini."


Jika dirinya memiliki satu pohon seperti ini di Sekte Naga Giok, maka Tian Yan yakin perkembangan orang-orangnya akan sangat mudah.


"Ini adalah Pohon Evergreen ... ini merupakan harta karun berharga Klan Elf Suciku," jawab Jiao Yong sekaligus menambahkan, "Berkat pohon ini pula, bahkan remaja-remaja Elf mampu berkembang dengan sangat cepat."


"Berkembang dengan sangat cepat ..." Tian Yan bergumam sambil memandangi bagian bawah pohon yang tengah ramai oleh permainan anak-anak usia 7 tahun, usia normal untuk seseorang memulai kultivasi.


'Qi Tribulation Realm?' Tian Yan tidak tahu harus berkata apa, bocah seusia itu di Benua Wu Dian masihlah Body Tempering Realm, memimpikan Qi Tribulation bagi seorang bocah berumur 7 tahun hanyalah mitos belaka.


"Tian Yan, ayo kita bicara di rumahku."


"Ehh, tentu."


***


Setibanya mereka di rumah Jiao Yang atau juga bisa dibilang rumah Jiao Yue, Jiao Yang pun mempersilahkan Tian Yan untuk masuk dan mengatakan agar menganggapnya seperti rumah sendiri.


"Duduklah."


"Baik, senior." Tian Yan mengangguk dan duduk di tempat duduk yang empuk, sementara Jiao Yue juga ikut duduk di sampingnya.


Setelah semuanya duduk dengan teratur di tempat masing-masing, perbincangan itu akhirnya akan dimulai.


"Hah ... jadi, kapan kau akan menikahi Yue'er?" Jiao Yang bertanya langsung pada intinya, sebab dia ingin putrinya benar-benar menjadi pasangan yang sah.

__ADS_1


"A-A-Ayah ..." Wajah Jiao Yue seketika menjadi merah merona, malu untuk berkata-kata.


"I-Itu ..." Sementara Tian Yan hampir tidak bisa berkata-kata, karena sulit untuk menjawab hal itu. Untuk sekarang dia bahkan belum pernah memikirkan ide itu, dia hanya ingin fokus mencari seorang wanita yang sangat dia cari-cari.


Huang Yun!


"Senior, maafkan aku." Tian Yan memegang dengkul kakinya dengan masing-masing tangannya dan menundukkan kepalanya sedikit.


"?!" Jiao Yang memiliki firasat tidak enak dalam hatinya. "Apa kau tidak mau menikahi Yue'er?" Dia sebagai seorang ayah jelas tidak senang, karena Tian Yan tidak mampu membuat hal sederhana seperti itu kepada putrinya.


"Ayah ..." Wajah Jiao Yue yang sebelumnya tersenyum malu kini berubah menjadi sedikit menegang sekaligus ada rasa kecewa di balik tatapannya.


"Aku tidak butuh hal seperti itu! Bisa berada di samping Tuan saja itu sudah cukup, baik menjadi pelayan ataupun apapun itu!" ungkap Jiao Yue dengan raut wajah bersungguh-sungguh.


"Tidak bisa!" Jiao Yang meremas pegangan kursinya sampai mulai remuk, "Bukankah ini hanya menikah? lagipula ini tidak seperti penghinaan bagimu, bukan?" Jiao Yang bertanya kepada Tian Yan.


"Tentu bukan penghinaan, tapi ..."


"Tapi apa?"


"Tapi tidak bisa." Tian berbicara dengan nada yang dalam.


Baginya, bahkan jika Jiao Yue benar-benar sangat cantik, apalagi dari Ras Elf yang dikatakan adalah penghasil keturunan terbaik di seluruh dunia. Hati Tian Yan sudah terlanjur dicuri oleh Kucing Hitam kecil tak bernoda itu.


Dia tidak mau jika suatu hari nanti ketika bertemu dengannya, maka wanita itu akan menganggapnya kurang adil, dia tidak menginginkan hal itu!


Apalagi, berbeda dengan Jiao Yue, hubungan Tian Yan dengan Huang Yun, walaupun masih singkat, tapi itu benar-benar cinta sejati.


Bahkan selama ini, ketika dia tidak sengaja tertidur, yang ada dalam mimpinya hanya Huang Yun, seolah dia sudah terlalu terobsesi dengan wanita itu saja.


Namun hubungan dengan Jiao Yue ... itu diawali karena cinta Tian Yan kepada tubuh seksinya, meski mungkin saja ada sedikit cinta sejati, tapi itu tidak begitu besar. Karena itulah Tian Yan selama ini menganggap Jiao Yue sebagai wanitanya, juga sebagai pelayannya.


"Ini keputusanku, Jiao Yue akan menjadi selirku—" Sebelum Tian Yan mampu menyelesaikan kalimatnya secara baik-baik, tinju raksasa sudah menutupi seluruh pandangannya dan menghajar dirinya hingga membuatnya menabrak dinding rumah dan menabrak pula gunung yang jaraknya beberapa mil hingga hancur berantakan.


[Bersambung!]

__ADS_1


__ADS_2