Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 202 : Kehilangan Semua Pencapaian


__ADS_3

“Hehe, akhirnya aku berhasil melarikan diri!” Tian Yan tersenyum puas setelah kini dirinya berhasil melarikan diri lebih jauh ke dalam danau ini.


Duarrrrrrr ...


“Hmm ...” Tian Yan menoleh ke belakang dengan tatapan takjub, “Qing Jia ini ... siapa dia sampai memiliki teknik mengerikan seperti ini ...”


“Aku sebaiknya tidak membuatnya marah lagi ...”


•••


Sementara itu, di sisi lain. Setelah apa yang terjadi, Xun Die bersama Xie Yun akhirnya bersiap untuk pergi, tetapi Xun Die menghentikan niat itu setelah dirinya lebih tertarik untuk pergi lagi.


“Saudari Senior, bukankah Master Sekte menyuruh kita pergi?” Xie Yun sedikit mengeluh, “Kita akan dihukum jika melanggar ucapannya.”


“Aku tahu.”


“Lalu kenapa?” Xie Yin bertanya dengan kesal.


“...” Xun Die tidak menjawab, dia hanya menyerahkan suatu jimat kepada Xie Yin, “Ini adalah jimat teleportasi, gunakanlah itu jika ada bahaya.”


“Ehhh?” Xie Yun menerima jimat tersebut, akan tetapi dirinya tidak percaya dengan keputusan Xun Die.


“Tunggulah di sini, aku akan kembali setelah memastikan sesuatu!”


Begitulah ucapan terakhir Xun Die sebelum akhirnya dengan tega meninggalkan seorang Martial King Tahap Awal, Xie Yun, di sana seorang diri.


“Senior! Senior!”


Xie Yun terus berteriak memanggil-manggil, akan tetapi Xun Die sama sekali tidak memedulikannya dan terus bergegas menuju ke arah tengah danau.


“Sial, Senior bodoh!”


•••


Beberapa jam kemudian. Tian Yan yang telah terbang selama setengah jam lebih akhirnya melihat ada sebuah pulau di tengah-tengah danau yang dari padanya terpancar aura yang seperti bukan dari dunia ini.


Tepat di tengah-tengah pulau kecil tersebut terdapat seorang gadis berparas cantik mengenakan pakaian berwarna hitam.


Gadis itu adalah ...


“Yun Jie!” Tian Yan sangat kegirangan sampai-sampai ia menghilangkan semua penjagaannya dan mendarat di tanah pulau tersebut, tepat di dekat Huang Yun, kekasihnya.

__ADS_1


Jrebbb ...


Kedua kelopak mata Huang Yun terbuka secara bersamaan dan memelototi sosok Tian Yan yang muncul di hadapannya dengan tatapan mengernyit


“Yun Jie ...” Tian Yan berjalan mendekatinya sambil membuka lengannya lebar-lebar seolah ingin memeluk tubuh indah Huang Yun erat-erat. Namun, perlakukan yang diterima oleh pemuda itu justru sangat berbanding terbalik dengan apa yang ia harapkan.


Bukannya memeluk, sosok Huang Yun justru tiba-tiba menghilang dari tempatnya dan muncul lagi di depannya dengan posisi sedikit berjongkok, sementara kelima jarinya sudah bergerak menembus jantung Tian Yan.


[Peringatan! Peringatan!]


[Host dalam situasi berbahaya!]


“A ... pa ...?” Tian Yan menghilangkan senyumnya dan menoleh ke bawah, memandang tangan kekasihnya yang ternyata sudah menembus tubuhnya, jika bukan karena dirinya Martial King, maka saat ini dia pastilah sudah mati.


“Uakkkkk!” Tian Yan memuntahkan seteguk darah segar ke tubuh Huang Yun. Tatapannya benar-benar tak berdaya ketika melihat sosok Huang Yun yang terlihat sangat berbeda.


“Sialan ... siapa kau?!” Tian Yan meremas tangan Huang Yun dengan tatapan geram, akan tetapi kekuatannya benar-benar sudah mengurang drastis saat ini.


“Uhukk!”


“Kita memang tidak saling kenal, tapi aku rasa dirimu akan menyusahkanku— Arghhhh!”


“Xiao Yan ...” Tiba-tiba kedua bola mata cantik itu seperti berubah menjadi seperti semula.


“Xiao Yan!” Huang Yun mencabut tusukannya dan menopang leher Tian Yan di bahunya.


“Yun Jie, aku ... apa yang terjadi, ughhh ...”


“...”


Tiba-tiba aura di tubuh Huang Yun seperti berubah lagi menjadi berbanding terbalik dengan Huang Yun yang biasanya dikenal oleh Tian Yan.


“Sudah kuduga kau memang akan merepotkanku!” Suaranya menjadi sedikit berbeda, ini bukan Huang Yun lagi!


Bruakkkk ...


Tubuh Tian Yan dipentalkan ke kejauhan seperti sebuah bola yang ditendang, lalu pada saat tubuhnya masih berada di atas udara, lengan Huang Yun pun sedikit terangkat dan menembakkan semacam bola energi yang mematikan ke arah tubuh Tian Yan dengan maksud melenyapkannya.


“Matilah!” Sosok Huang Yun tidak menunggu kapan Tian Yan akan terkena serangannya, ia langsung berbalik dan menggunakan suatu teknik untuk merobek ruang di sana yang terhubung langsung ke dunia luar.


“Sialan, jiwa pemilik tubuh ini benar-benar tidak mau tunduk! Kuharap setelah bocah itu mati, dia akan kehilangan cahaya hidup dan bisa dengan sukarela menyerah!” gerutunya seraya mengambil langkah ke dalam robekan ruang yang ia ciptakan untuk pergi keluar dari Hutan Ying-Yang secara instan.

__ADS_1


Sementara itu, beberapa detik yang lalu, ketika dirinya akan tenggelam ke dalam danau, Tian Yan untuk terakhir kali menatap punggung Huang Yun dan hanya bisa menangis dalam hatinya.


Kenapa sangat sulit?


Tian Yan menangis dalam hati kecilnya. Entah kenapa dirinya dan Huang Yun seolah ditakdirkan untuk tidak bisa bersama, seperti ada sesuatu yang selalu memisahkan mereka.


“...” Tian Yan meneteskan air matanya, dia sudah berjuang sampai ke titik ini, tetapi rasanya hanyalah kehampaan, tidak ada kebahagiaan yang dia raih.


Tian Yan menyadari bahwa semakin dirinya mencari kebahagiaan, semakin jauh pula. Seperti pelangi yang semakin didekati, justru semakin menjauh, seperti ini pula.


‘Hah ...’ Tian Yan menghela nafas dan mulai memejamkan matanya karena tahu ini adalah akhir hidupnya, bola energi yang menuju ke arahnya sudah pasti bukan hal lemah, Tian Yan bahkan merasa itu ribuan kali lebih kuat dari kekuatan yang ditunjukkan oleh Qing Jia.


‘System ... jangan tinggalkan aku.’


Pada titik ini, Tian Yan tahu semuanya sudah hilang, jika sistem juga menghilang, entahlah ... dia mungkin akan sangat mengenaskan.


Tetapi jawaban Deity System membuatnya sedikit tenang ketika detik-detik terakhir.


[System akan selalu ada dan menjaga anda, jadi jangan khawatir.]


[Tidurlah yang nyenyak untuk sementara.]


‘Makasih—’


Bangggggggggggggg ...!!


Seluruh tubuhnya, seluruh pencapaiannya selama ini, semuanya ikut musnah dibawah kekuatan absolut itu, semuanya!


Krakkk ...


Di Sekte Naga Giok, sosok Jiao Yue yang sedang tertidur pulas dalam meditasinya, kini membuka matanya secara tiba-tiba dan tanpa sadar ada firasat buruk yang menyerang hatinya.


“Tuan ... apa yang terjadi padanya?” Rasa cemas ini semakin tinggi sampai sosok Bing Hua tiba-tiba menerobos masuk ke dalam kamarnya dan memberitahu bahwa ada hal tak biasa yang terjadi.


“Jiao Yue, patung Tuan yang baru saja dibuat sudah retak!” ucapnya dengan nada ketakutan.


“...” Bing Hua sangat khawatir, akan tetapi Jiao Yue lebih khawatir lagi, ‘Tidak mungkin, dia sudah berjanji akan kembali, dia pasti akan kembali!’


Jiao Yue terus-menerus berusaha untuk meyakinkan dirinya, bahwa Tian Yan, Tuannya, pasti masih hidup. Akan tetapi, rasa cemas yang baru bergejolak tidak bisa ia hilangkan begitu saja.


‘Tuan kuat, dan dia akan menjadi Dewa Pedang seperti yang diwahyukan Dewa Sejati kepadaku! Tuan tidak mungkin mati! Simyun!’

__ADS_1


•••


Bersambung! Jangan lupa like, comment, dan share 


__ADS_2