Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 057 : Berpisah


__ADS_3

Setelah selesai membunuh Wu Yun dan Wu Yan, kini tatapan Xun Die jatuh pada pemuda yang terakhir, yang kini sebenarnya sudah melarikan diri sangat jauh.


"Biarkan aku saja yang mengurusnya!"


Xun Die memejamkan matanya dan menghela nafas, "Pergilah!"


Di tengah hutan yang lebat, pemuda yang merupakan mantan rekan Sheng Yi sedang berlari dengan wajah penuh ketakutan dari satu pohon ke pohon yang lain.


"Astaga, aku tidak menyangka hanya perbedaan satu ranah akan semengerikan itu! Wanita itu benar-benar monster!"


Bahkan pertarungan mereka hanya terjadi kurang dari satu menit, dan semuanya benar-benar tidak sesuai dugaannya, karena kekuatan yang ditunjukkan oleh Xun Die begitu mengerikan.


"Aku harus melarikan diri sekarang dan menunggu sampai dunia rahasia ini tertutup kembali!"


"Melarikan diri? ke mana?" Suara asing terdengar langsung ke telinganya, membuat pemuda itu menjadi merinding dan melihat ke sekitar dengan wajah penuh keringat dingin.


Setelah mencari dengan cepat, dia baru sadar bahwa yang berbicaralah adalah Tian Yan, dan Tian Yan sedang berdiri tepat di beberapa pohon di depan, ia berdiri di sana seolah sudah dari tadi menunggu pemuda tersebut.


"Cehhhhhh, menyingkir!" Pemuda itu menggenggam pedang di tangannya dengan erat dan mengaliri Zhen Qi yang mematikan di atasnya.


"Teknik pedang: X!"


Pemuda itu pertama-tama mengayunkan pedangnya dari kiri bawah ke kanan atas, lalu satu tebasan lagi dari kanan bawah ke kiri atas, sehingga serangan yang menyerang ke arah Tian Yan berwujud seperti huruf X.


Melihat Tian Yan yang tetap tidak ada maksud untuk menghindar ataupun untuk bertahan, pemuda itu semakin tersenyum bahagia dan berpikir bahwa Tian Yan benar-benar sudah putus asa.


Tapi, saat itu dia tiba-tiba melihat Tian Yan mengeluarkan sebuah Pedang Hitam di tangannya, lalu mengaliri Pedang Hitam itu dengan Zhen Qi miliknya, pada saat itulah pemuda itu sadar bahwa Tian Yan adalah Nascent Soul tahap 5, itu artinya selama ini Tian Yan hanya menyembunyikan ranahnya saja!


Dan seolah semuanya berlalu dengan cepat, kini Pedang Hitam itu sudah berhasil memutuskan kepalanya, bahkan sebelum dia sadar Tian Yan sudah bergerak.


Pada detik-detik terakhir hidupnya, pemuda itu hanya melihat Tian Yan sedang berdiri di pohon, dan di samping Tian Yan adalah tubuh tanpa kepala yang sedang jatuh ke bawah.


'Tu.. buh.. ku?"


*Plakkk!*


"Manusia yang menyedihkan!" Tian Yan menatap kepala tanpa tubuh itu yang menggelinding di tanah.


"Apakah ada hal bagus di cincin penyimpanan miliknya?"


[Seperti biasa.]


"Tukarkan saja jadi poin!"


[Baik!]

__ADS_1


[Berhasil menukarkan cincin penyimpanan. Mendapatkan 100.000 poin sistem!]


Tak lupa Tian Yan mengambil pedang milik pemuda itu juga dan menukarnya menjadi poin miliknya.


[Host mendapatkan 1.000.000 Poin!]


"Buka statusku!"


[Baik!]


[Status Host » Nama: Tian Yan Umur: 19 Tahun Ras: Manusia (Half Dragon) Ranah: Nascent Soul tahap 5 (Dalam Pemulihan) Tubuh: Kaisar Giok (2) Garis Darah: Dewa Naga Emas Poin: 74.000.000 Exp: 5.000.000 ] Versi Deity System: 1.0] [Penyimpanan »] [Toko »]


"Cukup bertambah ..."


[Host—]


"Aku tahu ..." Tian Yan menutup sistem, dan menggenggam erat pedang di tangannya.


"Roar ..."


Tian Yan secara perlahan berbalik dan melihat ke belakangnya, kepala pemuda sebelumnya yang menggelinding sudah dimakan oleh seekor Macan berwarna merah. Namun itu bukanlah menakutkannya, setelah satu itu muncul, muncul pula dua lainnya yang sebanding dengan Macan Merah tersebut.


"Binatang Buas Tingkat 6 Tahap 8 ... huffttt, baiklah!"


***


"Tenang saja, aku yakin dia aman, bagaimanapun dia adalah Nascent Soul tahap 5, dan lebih baik dariku!" ungkap Xun Die, kelihatan tidak khawatir.


"Nascent Soul tahap 5?? tidak heran saat bertemu dengannya pertama kali aku tidak tahu apa ranahnya, rupanya dia setingkat di atasku!"


"Tapi kenapa dia begitu lama hanya untuk mengurus sampah itu ..." Xun Die bergumam, dan merasakan ada sesuatu yang salah.


Namun semua pikirannya itu langsung terbantahkan ketika terdengar suara langkah kaki dari balik pohon-pohon.


"Ugh, maaf aku kembali sedikit lama!" kata Tian Yan sambil berjalan menghampiri mereka.


Dia tidak mengatakan apa-apa tentang pertarungannya dengan ketiga binatang buas sebelumnya, sebab itu rahasia, ini juga alasan kenapa dia memilih melarikan diri daripada melawan Ular setara Nascent Soul tahap 8 sebelumnya, karena itu akan terlalu mencolok.


'Tiga Macan Merah itu cukup bagus, tapi di depan Pedang Hitam, mereka tidak begitu menakutkan,' batin Tian Yan, yang artinya dia sudah membunuh ketiganya.


"Tian Yan, kau kelihatan sedikit acak-acakan, apa kau kesusahan melawan pemuda itu?" Xun Die bertanya.


"Hah? mana mungkin aku kesusahan melawan Nascent Soul tahap 4! kau pasti bercanda!" balas Tian Yan.


Tian Yan berkata lagi, kali ini dengan nada menggoda, "Mungkinkah kau mengkhawatirkanku?"

__ADS_1


"Khawatir? untukmu? tidak akan!"


"Ckkk ... bagaimana bisa ada wanita sepertimu."


"Hihihihi ..." Sheng Yi tertawa kecil, "Kalian berdua benar-benar cocok!"


"Cocok?!" Xun Die jelas tidak setuju, "Apa yang diharapkan dari pemuda ini? aku akan mencari pemuda yang lebih dan lebih baik darinya, dan tentunya bukan pengintip!"


"Xun Die, sudah kubilang, aku tidak sengaja saat itu! kenapa kau masih mengungkitnya?" tegas Tian Yan.


"Aku ragu, mungkin saja kau bersekongkol dengan pemilik penginapan saat itu!" balas Xun Die.


Keduanya pada akhirnya adu mulut hingga beberapa saat, dan mereka sendiri berhenti karena lelah.


"Umm, kalian berdua, bagaimana rencana kalian selanjutnya?" Sheng Yi bertanya.


"Rencana ..."


"Bagaimana denganmu?" Xun Die bertanya balik.


"... Aku sepertinya akan mencari tempat yang aman hingga akhir, lagipula aku tidak yakin dapat memenangkan kompetisi ini lagi ..."


"..."


"Apa kau ingin ikut dengan ka—"


"Tidak Xun Die, jangan terlalu berbaik hati," potong Tian Yan.


"Tapi dia hanya seorang diri!" Xun Die berkata dengan nada khawatir.


Melihat perdebatan antara keduanya, Sheng Yi memutuskan untuk angkat bicara: "Apa yang dikatakan oleh Saudara Tian benar, lagipula aku hanya akan menjadi beban jika mengikuti kalian."


"Kau yakin?"


"Tentu saja, jika hanya bersembunyi saja aku yakin!" ungkap Sheng Yi.


"Baiklah ..." Xun Die pada akhirnya hanya bisa merelakan Sheng Yi.


"Baiklah, ayo kita pergi!" kata Tian Yan.


"Ya!" Xun Die menyahut, dan keduanya pun pergi.


"Huft, aku juga harus segera mencari tempat persembunyian!" gumam Sheng Yi. Ia langsung berjalan pergi ke arah selatan, karena menurutnya di sana ada tempat bersembunyi yang bagus, tanpa dia sadar, semakin dia masuk lebih dalam, banyak pandangan yang muncul dari semak-semak, entah bagaimana nasibnya nanti.


[Bersambung!]

__ADS_1


[FYI: Sistem versi 2.0 nanti author bikin berguna dah, jujur ini emang kesalahan author taruh Huang Yun di awal cerita sehingga terlalu mencolok dan buat peran sistem menurun ...]


__ADS_2