
"Aku datang untuk membunuh bocah ini saja, jadi ... bisakah kalian yang lain menyingkir?" Jiao Wen menekankan kalimat menyingkir secara mendalam sebelum akhirnya membocorkan aura jahatnya yang langsung memenuhi seluruh ruangan Istana Utama.
"Semuanya, dia adalah musuh!" Zhang Ye, si bocah 10 tahun itu langsung membangunkan semua orang dari pikiran mereka yang linglung.
Apa yang terjadi?
Dalam waktu singkat beberapa detik yang lalu, semua orang seperti dihipnotis untuk tidak bergerak alias dipaksa untuk menjadi putus asa.
Teknik macam apa ini?
Tian Yan juga mengernyitkan keningnya, dia tidak begitu terpengaruh hal barusan sebab ada Sistem yang senantiasa selalu memperingatinya.
"Hehe, kau sepertinya pengguna Elemen Kegelapan." Jiao Wen menoleh kepada Zhang Ye, semua ras Heian seperti Zhang Ye sudah diberkati oleh kemampuan Kegelapan sejak kecil, tidak heran ia mampu menyadari adanya hal aneh barusan.
"Kau menggunakan teknik jahat! Bagaimana mungkin aku tidak menyadarinya?" Zhang Ye mendengus dingin, ia pun menoleh kepada Tian Yan dan berkata kepadanya, "Tuanku, dia pengguna Elemen Kegelapan seperti anda! Hanya saja ... sepertinya ia menguasai lebih banyak teknik jahat."
"Aku mengerti!" Tian Yan mengangguk paham. Kegelapan memiliki jenis kemampuan yang unik, seperti mampu membuat gelap, merangsang hati orang-orang untuk berbuat jahat, dan tentunya segala sesuatu yang bersifat negatif.
Penguasaan Elemen Kegelapan Tian Yan masihlah terlalu rendah jika dibandingkan dengan Zhang Ye maupun Jiao Wen saat ini, jadi dia hanya bisa bergantung kepada Sistem untuk selalu mengirim pesan darurat agar ketika terjadi masalah.
"Kalian semua, jaga pikiran kalian dengan baik!" teriak Tian Yan.
"Ya!"
Dengan perintah Tian Yan itu, setiap orang mulai memperkuat penjagaan laut pengetahuan mereka, dan selalu memastikan pikiran mereka tidak boleh kosong.
"Sighhh, sepertinya sudah tidak berguna lagi!" Jiao Wen bergumam lirih, sebaliknya~ ia juga sudah sadar bahwa kemungkinan keberhasilan sangat kecil menggunakan teknik barusan.
'Andai saja aku mempersiapkan diri lebih matang—' Sebelum Jiao Wen dapat menyelesaikan kalimatnya, Kakaknya atau Jiao Yang langsung tiba di hadapannya dengan kecepatan tinggi dan menyerangnya menggunakan pedang yang sudah dilapisi oleh kekuatan Elemen Emas miliknya.
"Hmmm ..." Mata kanan Jiao Wen langsung berubah menjadi berwarna putih, dengan pandangan mata putihnya, ia dapat melihat secara lambat gerakan Jiao Yang dan menebak apa yang akan terjadi sebelumnya.
Sing!
Jiao Wen undur selangkah, menghindari serangan tebasan barusan, lalu dengan tempo yang cepat ia langsung melayangkan tendangan yang langsung mengarah ke arah dada Jiao Yang. Akan tetapi ...
Sebelum berhasil mengenai tubuh Jiao Yang, sosok Tian Yan dengan Bing Hua sudah bergerak, dan tepat ketika Jiao Yang terkena tendangan, mereka berdua muncul langsung dari belakangnya dan melakukan dua serangan tebasan menyamping, yang satu mengarah ke arah perut, dan yang lain mengarah ke arah lengan kanan.
"Terlalu lambat!" Jiao Wen mencibir, ia hanya perlu menyampingkan tubuhnya dan itu berhasil menghindari serangan barusan.
__ADS_1
Swoosh!
Wajahnya yang baru saja senang kini kembali menjadi serius ketika ia melihat dua anak panah diselimuti Elemen Api dan Elemen Angin sedang mendekat ke arahnya dari jarak dekat.
Booom! Booom!
Istana Utama hancur lebur, semua orang langsung menarik diri keluar dan terbang di atas reruntuhannya.
"Kalian yang lain, evakuasi semua orang!" Tian Yan mengeluarkan perintah.
"Baik!" seruan semua orang datang dan mereka pun berubah menjadi aliran cahaya ke berbagai tempat, hanya menyisakan Tian Yan, Jiao Yue, Bing Hua, serta Jiao Yang dan Zhang Ye.
Mereka berlima adalah yang terkuat di Sekte Naga Giok, juga yang terbaik. Bisa dibilang ini adalah 90% kekuatan Sekte Naga Giok!
"Hahahaha! Bagus! Bagus! Gadis kecil itu sepertinya sudah bertambah kuat!"
Setelah suara tawa yang menggelegak itu berlalu, sesosok pun melonjak keluar dari dalam debu reruntuhan.
Bufftt!
"Kau yang sangat menyusahkan!" Jiao Wen bergerak dengan cepat ke arah Jiao Yue.
"Kau berani!" Jiao Yang sudah muncul di samping Jiao Yue dan melakukan pertahanan pedang menggunakan pedang perak di tangannya.
"Menyingkir!" Jiao Wen menusuk pedangnya ke depan untuk menghujam tepat di bilah pedang Jiao Yang.
Tringggg!
"Uhhhhhh ..." Jiao Yang dengan sekuat tenaga mencoba untuk bertahan selama beberapa saat, meski tahu bahwa mungkin dalam beberapa detik lagi bisa dipentalkan ke belakang.
"Bocah!" Jiao Yang mengatupkan giginya, memaksimalkan semua pertahanan hanya untuk menahan serangan ini.
"Aku mengerti!" Tian Yan dari jarak menengah melepaskan beberapa serangan Pedang Qi ke arah Jiao Wen dengan harapan ia akan menghindari itu, tapi sesuatu tampaknya lebih sulit.
Jiao Wen yang selama ini bertindak acuh akhirnya melirik Tian Yan lalu merentangkan tangannya ke arah serangan Pedang Qi yang sedang menuju ke arahnya.
"Serap!"
__ADS_1
Ketika mengucapkan nama kemampuannya, mata kanan yang terdapat mata putih pun ia pejamkan, lalu tiba-tiba mata putih itu muncul kembali di tangan kiri Jiao Wen dan langsung memancarkan aura kegelapan yang menakutkan seluas tiga meter dari tangannya.
Slurrppp~!!
Menghilang!
"Apa?!!" Tian Yan sedikit berkedut, apa yang dia lihat benar-benar tidak pernah ia lihat sebelumnya, yakni teknik yang mampu menyerap teknik lainnya.
"Hehe, kau tidak perlu terkejut!" Mata di tangan Jiao Wen tertutup kembali sejenak dan terbuka kembali hanya untuk menembakkan serangan-serangan Pedang Qi yang tadi diserap oleh mata putih tersebut.
"Cih!" Tian Yan mengayunkan pedangnya selang-seling dan menghancurkan semua serangan, menciptakan ledakan yang bertubi-tubi di udara.
"Zhang Ye!" Tian Yan berteriak.
"Ya!" Zhang Ye saat ini sudah tiba di belakang Jiao Wen, dengan menggunakan dagger (Semacam pisau besar) berantai, ia langsung melemparkan kedua dagger yang ada di tangan kiri maupun tangannya.
"Semut!" Jiao Wen menoleh ke belakang, tapi itu menjadi buruk sebab kekuatan yang menekan pedang Jiao Yang akhirnya berkurang, dan membuahkan hasil yang beruntung sebab Jiao Yang berhasil menarik diri.
Dengan Jiao Wen disibukkan oleh Zhang Ye, Bing Hua dan Jiao Yue yang kini sudah sedikit membuka jarak akhirnya mengeluarkan serangan mereka.
Bing Hua menghunuskan pedangnya ke atas dan mengeluarkan niat pedang yang mematikan, namun niat pedang itu dicampuri dengan kekuatan elemen es sehingga berubah menjadi seekor Phoenix Es yang anggun namun mematikan.
Sementara Jiao Yue melakukan teknik panah yang terlihat biasa-biasa saja. Ia menarik tali busur dan muncul anak panah yang bukan berwarna hijau lagi, melainkan merah menyala-nyala dan dikelilingi oleh elemen api yang kian waktu semakin memperbesar ukuran api.
"Ayo!"
"Enn!"
Kedua serangan mematikan berkekuatan tinggi dikirim menembus kecepatan suara dan langsung tiba di depan diri Jiao Wen yang saat ini tengah disibukkan oleh Zhang Ye.
"Brengsek!" Ia buru-buru berbalik dan mendapati dua serangan mematikan itu benar-benar mengarah ke arahnya.
"Jangan main-main denganku!" Dengan raungan marah Jiao Wen melepaskan kekuatan aslinya yang sudah dia pendam sejak tadi.
Wuuuuusshhhh ...
__ADS_1
\[**Bersambung**!\]