
BOOMING!!!
Swoosh~!
Gelombang kejut hasil ledakan menyebar ke sekitar, menghancurkan seluruh pulau maupun gunung terapung yang berada di sekitar, tidak hanya sampai di situ saja, bahkan tubuh Tian Yan ikut terpental cukup jauh.
"Akkk ... Akkk ..." Tian Yan merintih kesakitan, tidak pernah dia sangka hanya gelombang kejut saja bisa seperti ini. Meski begitu, ada hal yang semakin membuat dirinya frustasi lagi, yakni terdapat rumput hijau di hadapannya yang terlihat seperti hanya terkena angin sepoi-sepoi saja.
Ini benar-benar memalukan!
'Sial, daya tahanku lebih lemah dari rumput belaka? orang-orang di sekte akan menertawaiku jika aku menceritakan ini!'
"Apa kau tidak apa-apa?" Suara Huang Yun berlalu dan akhirnya dirinya tiba di hadapan Tian Yan.
"Apa aku terlihat seperti baik-baik saja?" Tian Yan yang sekarang dalam kondisi terbaring hanya bisa mendongak dan mendengus, kucing ini semakin sombong!
"Hehe ..." Huang Yun tersenyum canggung. "Baiklah, maafkan aku. Ayo kita cari tempat terlebih dahulu!"
\*\*\*
"Hah ..."
Di bawah pohon yang menjulang tinggi ke awan, Huang Yun beserta Tian Yan mendarat kembali ke tanah. Kini kondisi Tian Yan sudah baik-baik saja berkat kemampuan pemulihan Huang Yun yang sangat kuat.
Meski Huang Yun menyebut itu hanya kemampuan tidak berguna, tapi Tian Yan masih berpikir bahwa kemampuan itu sangatlah luar biasa karena dapat menyembuhkan dirinya dalam sekejap mata.
"Ayo duduk!" ujar Huang Yun seraya duduk berlipat kaki di atas tanah.
Setelah keduanya duduk dengan tenang, Huang Yun akhirnya mengajukan pertanyaan yang acak dan tidak terduga. "Wanita siapa?"
"Eh??" Senyum di wajah Tian Yan memudar, diganti oleh wajah terkejut. "Apa yang kau tanyakan, Yun'er."
"Hei, kau memanggilku menggunakan er lagi, aku lebih tua darimu." Huang Yun mendengus lirih. "Lupakan itu, jawab pertanyaanku saja, apa kau selingkuh?"
"Tidak, apa maksudmu ..." Meski wajah Tian Yan terlihat cukup tenang untuk saat ini, tapi sebenarnya jantungnya terus berdetak beberapa kali lebih cepat dan punggungnya dipenuhi dengan keringat dingin.
"Apa kau masih berpura-pura? aku adalah Ratu Harimau Hitam, apa kau meragukan penciumanku?"
"Ahhh ..." Tian Yan akhirnya sadar dengan masalah ini. Mungkin saja bau badan Jiao Yue masih tertinggal di pakaiannya, tidak heran Huang Yun begitu sensitif dengan bau seperti itu.
__ADS_1
"Yu-Yu-Yun'er—!" Menatap tatapan balik dari Huang Yun langsung membuat Tian Yan menelan ludah dan memperbaiki sikapnya.
Ah, apa yang harus aku katakan?
Pikiran Tian Yan benar-benar pusing saat ini. Bagaimana jika Huang Yun tidak setuju? haruskah aku mengingkari janji pada Jiao Yue dan Bing Hua?
Glegar!
Suara gemuruh kesengsaraan petir dengan jelas terdengar di dalam awan putih yang cerah, memaksa Tian Yan untuk menarik kembali pikiran nya. Ia sudah bersumpah, jika melanggar, itu hanya akan memberikan kesempatan kepada Kesengsaraan Petir untuk menyambarnya sampai mati.
"Hei, langit masih cerah, kenapa tiba-tiba ada gemuruh? apakah akan datang hujan? mungkin lebih baik kita segera pergi!"
"Hmmm ... kau benar." Huang Yun mengangguk setuju. "Tapi setelah kau menjawabku. Ti-an-Yan!" Huang Yun menekankan nama Tian Yan secara mendalam, membuat akhirnya Tian Yan hanya bisa menghela nafas.
"Maafkan aku, Yun'er."
"Hmph, kau benar-benar melakukannya!" Huang Yun terlihat marah saat ini.
"..." Tian Yan hanya bisa terdiam. Meski dia sudah sejak dahulu siap tentang hal ini, tapi ketika tiba waktunya, dia benar-benar bingung bagaimana cara menjelaskan kepada Huang Yun.
"Sighhh, kalau begitu cepat putuskan hubungan kalian!" ucap Huang Yun dengan nada kesal.
"..."
"Kenapa hanya diam? apa kau tidak mencintaiku? Xiao Yan ..." Huang Yun bertanya dengan wajah cemberut.
"Tentu saja aku mencintaimu ... tapi aku juga mencintai mereka."
"Tian Yan ..." Nada Huang Yun kembali terdengar menjadi serius. "Sejatinya kita tidak bisa membagi cinta dengan rata kepada setiap orang. Sebab setiap orang punya porsinya masing-masing, jangan terlalu naif."
Diceramahi seperti ini oleh Tian Yan, rasanya seperti dia benar-benar sudah berbuat dosa yang kejam.
Tapi memang benar seperti yang dikatakan oleh Huang Yun. Bahkan jika seseorang berkata bisa menciptakan keadilan seperti yang dimaksud oleh Tian Yan, akan tetapi selalu ada salah satu pihak yang sedikit dilebihkan atau ditinggikan daripada pihak lain.
Keadilan hanya milik mereka yang mencapai kesempurnaan, dan manusia mustahil mencapai itu.
Akan tetapi Tian Yan masih tidak berputus asa. Dia masih tetap mencoba untuk meyakinkan Huang Yun. "Huang Yun, kau tidak perlu khawatir tentang itu, yakinlah padaku!"
__ADS_1
"..."
Situasi menjadi hening, keempat mata hanya bisa memandang satu sama lain dengan tenang.
"Kau masih saja terlalu optimis dan cukup naif ..." Huang Yun menghela nafas dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tapi inilah yang membuat aku tertarik padamu, teruslah seperti itu, Xiao Yan."
"Jadi kau mengizinkannya?" Wajah Tian Yan kembali menjadi senyum cerah.
"Yah ... lagipula aku yakin merekalah yang merawatmu saat aku tidak ada."
"Terima kasih!" Tian Yan memegang kedua tangan Huang Yun.
"Umm, tapi ingatlah untuk tidak memanggilku dengan sebutan er lagi, oke?" Wajah Huang Yun sedikit memerah sebab saat ini wajah Tian Yan benar-benar dekat dengannya.
"Hehhh ... terserah kau. Jadi aku harus memanggilmu apa mulai sekarang?" Tian Yan menarik kembali dirinya dan duduk dengan benar.
"Panggil aku, hmm ... benar! Panggil aku Yun Jie!"
\[Note: Jiejie\= Kakak Perempuan\]
"Yun Jie?" Tian Yan merasa tidak keberatan dengan hal itu, lagi pula itu hanya panggilan.
Yah ... lagipula dia masih lemah, mungkin setelah dia menjadi lebih kuat, Huang Yun akan mempertimbangkan agar panggilan terhadap dirinya sendiri berubah.
"Baiklah, aku akan menuruti keinginanmu itu ... Yun Jie. Tapi bisakah kau jelaskan lebih dahulu, apa ranahmu, dan di mana tempat ini ... secara lebih detail."
"Ranahku? ranahku adalah Martial Sovereign, itu 3 ranah besar di atas Origin King Realm milikmu saat ini."
"Hah?" Tian Yan menelan ludah.
Sepertinya dugaan Sistem adalah benar, ini bukan lagi di Benua Huxing, ini adalah dunia kultivasi yang lebih tinggi!
"Lalu mengenai pertanyaan keduamu, bukankah itu sudah jelas? Pulau Terapung ini adalah Alam Rahasia yang menjadi bagian dalam Alam Inti Langit."
"Alam Inti Langit!"
Melihat keterkejutan pada wajah Tian Yan, Huang Yun mengernyitkan keningnya dan bertanya, "Bukankah kau mengetahui hal ini? lagipula kau yang menyuruh aku melewati Lubang Void yang berada di Benua Wu Dian kala itu."
Itu benar, memang Tian Yan yang menyuruhnya melewati Lubang Void itu, sebab pikirnya Lubang Void itu mengarah ke Benua Huxing, tapi siapa yang menyangka ini akan mengarah ke dunia yang lebih tinggi?
\[**Bersambung**!\]
__ADS_1