Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 129 : Hubungan Semakin Renggang


__ADS_3

Booom!


"Uaakkkkk ..." Tian Yan terus terpental hingga akhirnya jatuh menabrak pepohonan di hutan yang lebat.


Buakkkk!


Menyaksikan tindakan kejam dan kasar dari ayahnya ini, Jiao Yue tiba-tiba seperti tidak bisa berpikir sejenak (lag), sebelum akhirnya ia sadar akan semuanya yang terjadi.


"Ayah!" Jiao Yue bangkit berdiri, dan dengan tatapan tidak senang langsung berbalik badan, hendak pergi ke tempat Tian Yan, akan tetapi Jiao Yang langsung memegang bahunya.


"Ayah tidak mengizinkanmu dengan dia, bahkan jika dia Utusan Dewa sekalipun!"


"Aku tidak peduli!" Jiao Yue mencoba untuk memberontak, tapi cengkraman tangan Jiao Yang semakin keras untuk menahan putrinya agar tidak pergi.


"Keluarga Jiao kita mempunyai aturan, bahwa seorang gadis harus langsung menikah setelah menemukan pasangan sesuai seleranya, apa kau tidak ingat itu?!" Jiao Yang mencoba menekankan agar putrinya berubah pikiran, akan tetap jawaban dari putrinya membuat dia sangat terkejut.


"Aku sangat membencimu, ayah. Karena melarang hubungan ini."


Tidak mungkin ...


Hati Jiao Yang seketika seperti hancur berantakan, dan genggaman tangannya pun menjadi lemah sehingga memberikan kesempatan pada Jiao Yue untuk melarikan diri.


Kenapa?


Mata Jiao Yang menjadi kosong, tidak berarti, seolah seperti patung.


Hanya tiga kata "Aku sangat membencimu" sudah membuat Jiao Yang merasa dirinya sudah menjadi sosok yang gagal dalam kehidupan sebagai seorang Ayah.


Putri imut yang dia besarkan sejak kecil dengan asuhannya sendiri bersama mendiang istrinya, sosok yang sangat dia cintai sebagai seorang ayah, sosok yang sudah menjadi salah satu tujuan hidupnya.


Kini semuanya seolah sirna.


"Aku gagal ..."


"Aku ..."


"Tidak!" Tatapan Jiao Yang kembali menjadi serius dan menatap ke kejauhan dengan niat membunuh yang intensif.


"Semua karena pemuda itu, dia pasti sudah mencuci otak Jiao Yue! Selama dia mati, Jiao Yue akan kembali menjadi anak yang baik!"


Swoosh!


Aliran cahaya langsung melonjak keluar dari dalam rumah dengan sangat cepat, dengan wajah dipenuhi dengan kemarahan, Jian Yang terus mengejar ke arah mereka.


Sementara itu, Tian Yan yang kini benar-benar sudah terkena luka serius hanya bisa secara perlahan mencoba untuk bangkit berdiri, dia sangat bersyukur Jiao Yang tidak benar-benar menaruh niat membunuh kepadanya sebelumnya, jika tidak dia mungkin akan mati saat ini.

__ADS_1


"Urggggg ... benar-benar sangat buruk."


[Benar! Kondisi Host saat ini benar-benar sangat parah! Karena terjadinya gangguan pada jaringan Meridian yang menghambat Origin Qi untuk mengalir ke sekujur tubuh, akibatnya Host hanya dapat menggunakan 20% kekuatan!]


[Waktu pemulihan menggunakan Fitur Pemulih: 4 bulan]


"Eighhhh, jujur memang menyakitkan, tapi itu lebih baik demi keseriusan masalah ini." Tian Yan akhirnya benar-benar berhasil bangkit berdiri, sebelum akhirnya Jiao Yue mendarat di depannya dan menatapnya dengan penuh permintaan maaf.


"Aku tidak apa ... apa." Seketika seluruh buku badan Tian Yan menjadi merinding, dia mencoba untuk mengalihkan pandangan ke belakang Jiao Yue dan melihat sosok Jiao Yang terbang dengan kecepatan luar biasa cepat.


'Si-Sistem—'


Tanpa memberikan perintah lagi, System sudah paham.


[Baik!]


[Memulai Teleportasi!]


[10%]


Sementara Sistem sedang loading, Tian Yan langsung menggenggam erat tangan Jiao Yue, seperti tidak ingin melepaskannya.


[70%]


Wushhh ...


[80%]


Sudah benar-benar berada pada jarak yang dekat.


[90%]


Dia tiba-tiba berhenti, dan menunjuk ke arah Tian Yan untuk menembakkan sebuah sinar cahaya dari jari telunjuknya langsung ke arah dahi Tian Yan.


"Tuan—"


[100%]


Mengabaikan kekhawatiran Jiao Yue, Tian Yan saat ini hanya bisa tersenyum tepat ketika sinar cahaya itu hanya berjarak beberapa centimeter di depan dirinya.


"Tenangkan dirimu, senior."


Slap!


Menghilang!

__ADS_1


Booommmm!


Sinar cahaya yang ditembakkan hanya menyerang udara dan berakhir membuat sebuah lubang sedalam ratusan mil ke dalam tanah, tanpa berhasil menyakiti Tian Yan.


"Teleportasi?!" Jiao Yang menjadi terkejut sekaligus marah. Dia langsung mengedarkan Kesadaran Spiritualnya yang kuat bak lautan itu menyebar ke puluhan mil di sekitar, tapi masih tidak menemui di mana Tian Yan berteleportasi.


"SIALLLL! GAGAL LAGI!"


***


Sekte Naga Giok.


Kemunculan kembali Tian Yan dan Jiao Yue yang secara tiba-tiba di dalam Istana Utama langsung mengejutkan semua orang untuk datang melihat, salah satunya adalah Bing Hua yang langsung dengan wajah panik langsung merangkul bahu Tian Yan untuk membawanya ke sebuah kamar bersama dengan Jiao Yue.


Brakkk ...


Setelah ditaruh pada tempat tidur, semua pakaian Tian Yan langsung dilucuti dan Bing Hua mengeluarkan semua salep obat yang dia miliki untuk dioleskan pada setiap luka di tubuh Tian Yan.


"Arghhh!" Ketika luka terbuka itu terkena dengan obat salep, itu seperti luka biasa yang ditaburi dengan garam dapur ataupun perasan jeruk nipis.


Sakit, sekaligus ngilu!


Tapi Tian Yan hanya bisa mengatupkan giginya menahan itu semua, dia tidak mau terlihat lemah di depan kedua pelayannya ini.


"Maafkan aku, Tuan!"


Bing Hua semakin melurumi secara menyeluruh tiap luka yang didapatkan oleh Tian Yan, sebelum akhirnya memberinya pil tidur untuk membiarkannya tertidur pulas.


"Hah ... Hah ..." Bing Hua akhirnya merasa lega. Setidaknya dia sudah memberikan obat kepada fisik Tian Yan sebagai pertolongan pertama, untuk saat ini setidaknya hidup Tian Yan sudah pasti selamat.


"Apakah Tuan sudah baik-baik saja—" Wajah Jiao Yue menjadi khawatir, karena dia tidak mengerti tentang obat-obatan, dari tadi dirinya hanya bisa melihat, kini setelah semuanya usai, dia jelas sangat penasaran, akan tetapi jawaban dari Bing Hua selanjutnya sangat menusuk hatinya.


"Ini semua pasti karena dirimu! Tuan tidak akan terluka jika dia tidak pergi menemuimu! ini adalah salahmu! Jiao Yue!" Dalam keadaan marah, Bing Hua langsung menyerangnya dengan perkataan yang menusuk hati, tanpa memikirkan tentang perasaan Jiao Yue sama sekali.


"Karena aku ..." Tatapan Jiao Yue menjadi penuh dengan rasa bersalah yang sangat amat mendalam.


"Eh?" Bing Hua yang merasakan tatapan Jiao Yue langsung seperti tersadar kembali bahwa dirinya sudah terlalu berlebihan mengatakan sesuatu seperti barusan.


"Tu-Tu-Tunggu, aku tidak bermaksud seperti itu—" Bing Hua mencoba untuk menjelaskan bahwa sebelumnya dia hanya lepas kendali, akan tetapi Jiao Yue sudah terlanjur merasakan sakit.


"Aku minta maaf!" Jiao Yue menundukkan kepalanya dan langsung berjalan pergi dari ruangan.


"Tunggu! Tunggu! Saudari Yue!" Bing Hua hendak mengejar, tapi baru beberapa langkah pintu kamar itu sudah tertutup kembali, dan ketika dia berhasil membuka pintu, Jiao Yue sudah menghilang dari sana.


"Arghhhhh!" Bing Hua mengepalkan tinjunya dengan wajah kesal, dia tentu saja ingin mengejar Jiao Yue, tapi dia masih harus mengawasi Tian Yan dengan baik supaya tidak terjadi apa-apa.

__ADS_1


Pusing!


[Bersambung!]


__ADS_2