
"Yun ... Jie." Tian Yan menoleh dan mengetahui bahwa itu adalah Huang Yun yang menggenggam tangannya dengan erat.
Huang Yun secara perlahan membuka matanya kembali dan berkata kepada Tian Yan, meski masih merasakan ketakutan. "Ayo lewati semua ini."
Tian Yan tertegun mendengar perkataan itu, sebelum akhirnya ia tertawa di dalam hati, 'Hahaha, aku sangat bodoh. Kenapa aku begitu takut ketika orang yang paling aku cintai ada di sini?'
Benar, ada Huang Yun! Apalagi yang harus aku takuti? bahkan jika dewa datang sekalipun, aku akan senantiasa tak putus asa selama ada wanita ini di samping ku, sudah tidak ada alasan untuk takut lagi.
"Haha, kau benar, Yun Jie." Tian Yan menggenggam erat tangan Huang Yun dan mengalirkan Martial Qi miliknya kepada Huang Yun, begitu pula Huang Yun yang melakukan hal yang hampir serupa seperti itu.
Trengg...!!
Kini keduanya terlihat seperti terang di dalam gelap menyinari suatu di sekitar dan membuka jalan yang benar bagi keduanya.
"Baiklah, ayo kita lanjutkan perjalanan!"
"Enn!"
Di sepanjang perjalanan sosok-sosok seperti sebelumnya selalu bermunculan di sekitar mereka akan tetapi dengan keyakinan dan tekad keduanya itu seperti angin sepoi-sepoi yang bertiup sama sekali tidak membuat keduanya ketakutan sedikitpun, memang ada ketakutan tapi itu tidak seperti sebelumnya yang sangat-sangat ketakutan.
Terus jalan!
Setiap langkah kaki keduanya bagaikan telapak kaki cahaya yang meninggalkan bekas di dalam kegelapan itu, itu indah dan bermakna tersendiri.
Setelah keduanya berjalan selama satu menit, akhirnya hantu-hantu yang bermunculan sebelumnya benar-benar menghilang dan punah, kini pandangan mereka digantikan oleh sebuah tempat yang sangat berserakan mayat. Akan tetapi pada tubuh setiap mayat itu, terdapat banyak artefak-artefak tingkat Emperor, bahkan ada yang tingkat Sovereign.
Melihat secara langsung pemandangan seperti ini dengan benar membuat jiwa pemungut berguncang hebat.
'Sistem—'
[Sebaiknya Host fokus saja pada tujuan, karena mungkin saja akan terjadi hal buruk jika mengumpulkan semua artefak di tempat ini.]
"..." Tian Yan terlihat kecewa. Kemudian dia juga memberitahu kepada Huang Yun untuk tidak tergoda pada artefak-artefak yang ada di sekitar.
Sama seperti Tian Yan, Huang Yun juga terlihat sangat kecewa, sebab dia juga memiliki jiwa pemungut yang sangat tinggi seperti Tian Yan.
__ADS_1
Tapi karena ini perkataan dari Xiao Yan-nya, maka dia hanya bisa mengangguk. lagi pula dia berpikir Tian Yan pasti mengatakan ini karena ada alasan tersendiri.
Pada akhirnya keduanya pun terus berjalan maju melewati tulang belulang yang berserakan di tanah tanpa menginjak mereka satupun langkah demi langkah pun dilewati hingga akhirnya 1 menit kemudian mereka berhasil melewatinya dan kali ini bukan kegelapan namun mereka berada di sebuah tempat yang sangat terang-benderang.
"Lihat itu!" Huang Yun menunjuk ke depan dengan perasaan terkejut. Sebab di hadapan mereka terdapat sebuah pintu batu yang didirikan, dan di tengah-tengahnya berkilauan dengan sinar hitam yang begitu gemerlap.
"Itu seperti pintu masuk!"
"Hei, itu memang pintu masuk!" Huang Yun menambahkan.
"..." Huang Yun dan Tian Yan saling menoleh satu sama lain selama 1, 2, 3 detik, pada detik keempat mereka sudah berlari secepat kilat untuk siapa yang pertama kali masuk ke dalam.
Swuuushhh...!!
Swuuushhh...!!
Keduanya melangkahkan kaki masuk ke dalam dan menghilang ke dalamnya bak ditelan oleh bumi.
Trengg ...
"Huang Yun?!"
"Tian Yan?!"
Wajah keduanya menjadi kebingungan ketika mereka melihat ke sekeliling untuk mencari keberadaan satu sama lain, tapi tetap tidak menemukannya.
"Huang Yun, di mana kau?!"
"..." Bukannya mendapatkan jawaban, justru suara Tian Yan hanya bergemang-gema di dalam bangunan kuno itu untuk beberapa waktu sebelum akhirnya memudar dan menghilang.
Baik dia ataupun Huang Yun akhirnya tersadar akan sesuatu, bahwa mereka benar-benar terpisah.
"Sial, tahu begini aku masuk ke dalam Giok Jiwa!" Tian Yan merasa dirinya benar-benar sangat ceroboh.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan?! Aku hanya Martial Spirit Tahap Menengah!" Itu sangat lemah! Tian Yan bahkan tidak tahu akan ada bahaya apa lagi jika mengelilingi bangunan ini.
__ADS_1
"Ini buruk, aku harus cepat-cepat mencari dan menemukan Huang Yun, jika tidak, maka hidupku hanya akan berada di seutas benang (keberuntungan)."
Sama seperti Tian Yan yang masih mencoba untuk mencari, Huang Yun juga melakukan hal yang sama di tempat yang lain, yakni mereka sama-sama mencari.
Terus, terus, terus, dan terus mencari untuk beberapa waktu, tapi tetap mereka tidak saling bertemu. Pada akhirnya Tian Yan hanya bisa melupakan itu sejenak, dan fokus kepada hal lain, "Percuma mencari Huang Yun, sebaiknya aku mencari saja harta karun untuk menyelesaikan misi!"
Ada pepatah yang mengatakan untuk mengerjakan hal-hal kecil lebih dahulu dan itulah yang sedang dicoba oleh Tian Yan saat ini.
***
Dua jam kemudian, pada salah satu ruangan kuno di bangunan kuno tersebut, terlihat seorang wanita berambut ungu tengah duduk bermeditasi di atas sebuah lingkaran misterius dengan wajah diliputi oleh keringat dingin yang deras.
Itu adalah wanita yang sebelumnya bersama dengan seorang gadis remaja saat itu!
Pada suatu waktu, ketika wanita itu masih bersusah payah pada sesuatu yang dia coba lakukan, akhirnya ia mendengar suara langkah kaki yang langsung memutuskan dirinya dari konsentrasi.
Tap Tap Tap!...
Suara langkah kaki itu semakin mendekat hingga akhirnya memaksa wanita itu untuk membuka matanya dan mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk.
Tap!...
"Duk.. Duk.." Untuk sesaat, tatapan wanita berambut ungu itu hanya terpaku pada sosok pemuda berambut hitam yang datang, sama seperti ekspresi wanita itu yang sedang terkejut, di lain sisi Tian Yan yang menemukan adanya wanita di dalam ruangan itu juga seketika menjadi terkejut, terlebih lagi dia kenal betul siapa wanita ini!
"Guru ..." Wanita itu membocorkan suaranya yang lembut dan halus, disertai dengan air mata tak percaya yang seketika bercucuran keluar dari kelopak matanya.
Tian Yan mengernyitkan keningnya, dia memang sudah menduga suatu saat akan menemukan wanita ini di Alam Inti Langit, hanya saja ... kenapa begitu tiba-tiba? aku bahkan belum setahun di tempat ini.
"Bai Qing Ye ..." Tian Yan membalasnya dengan suara dan nada yang tenang. "Apa yang kau lakukan di sini?"
Bai Qing Ye dahulunya adalah Ketua Sekte Awan Merah di Benua Wu Dian, namun dia akhirnya berpindah dan menjadi seorang murid inti dari Sekte Yunlong yang berada di bawah yurisdiksi Tanah Suci Sheng Yun.
Bai Qing Ye juga memiliki sesuatu yang melekat dalam benak Tian Yan. Sebab wanita ini adalah wanita pertama di bawah kolong langit ini yang mencuri ciumannya pertama kali. Siapa yang menyangka mereka akan bertemu secepat ini?
[Bersambung!]
__ADS_1