Deity System : Cultivation

Deity System : Cultivation
Chapter 043: Sekarat?


__ADS_3

Jangan lupa like, komentar, dan vote.


Selamat membaca :)


***


Bai Qing Ye terdiam mendengar kata-kata nasehat dari Tian Yan.


Dia memang benar, aku terlalu berlebihan, bagaimanapun sekarang kamu adah guru dan murid, walaupun sementara ...


Melihat tingkah Bai Qing Ye yang sedikit berubah, Tian Yan mulai berpikir bahwa dia berhasil mempengaruhi wanita ini sedikit.


"Ehm, ayo kita mulai latihan!"


***


Sore hari.


Tian Yan duduk berhadap-hadapan dengan Jian San dan Bai Qing Ye sambil mengajar mereka mengenai ilmu pedang dari waktu ke waktu.


Seketika tak terasa hari sudah mulai sore, Tian Yan dan lainnya hendak berpamitan satu sama lain, sebelum akhirnya terdengar lonceng peringatan.


Tong Tong Tong!


"Ini ..." Tian Yan bingung. Namun tiba-tiba ada suara wanita yang sangat kuat bergema di seluruh sekte.


"Para binatang buas menyerang, harap semua tetua sekte membantu!"


Setelah suaranya selesai, Tian Yan akhirnya paham dengan apa yang terjadi.


"Guru, apa yang harus kita lakukan? haruskan kita ikut membantu?"


"Boleh saja, namun jangan berlebihan!" Bukan Tian Yan yang menjawab, namun Xixia yang baru saja datang dan menjawabnya.


"Ketua sekte!"


Xixia mengangguk kepada keduanya, lalu menoleh ke arah Tian Yan, "Kau?"


"Tentu saja aku ikut! Aku tidak bisa membiarkan Anda terluka!" Tian Yan berkata dengan terus terang seolah itu benar.


"Hentikan gombalanmu, ayo pergi!" Xixia langsung melesat pergi dari tempatnya dengan wajah sedikit memerah.


Tian Yan juga dan lainnya mengikutinya, saat terbang, Tian yan menoleh sekali ke belakang untuk melihat ada sebuah istana di sana, 'Pasti di bawah istana itu semua harta sekte Yunlong disimpan!'


Tian Yan membalikkan pandangannya lagi, kali ini matanya melihat jauh ke berbagai sisi sekte yang memang sudah sangat banyak binatang buas yang mengepung, bahkan diantaranya ada yang setara kultivator Nascent Soul tahap 8!


'Mereka menang kuantitas sepertinya ...' Tian Yan tetap tidak peduli, 'Mereka adalah ladang exp bagiku, aku tidak boleh menyia-nyiakannya!'


***


Setibanya di depan sekte, Tian Yan dan lainnya terpisah agak berjauhan untuk membunuh.


[Ding!]

__ADS_1


[Ding!]


[Ding!]


Sekelompok binatang buas yang lemah seperti anjing dan babi di hadapan Tian Yan, bahkan jika dia sudah tidak memiliki pedang, tangan kosong pun cukup untuk membuat mereka.


Sheesh!


[Ding!]


[Ding!]


[Ding!]


Benak Tian Yan hanya dipenuhi dengan pemberitahuan dari sistem. 'Matikan pemberitahuan terlebih dahulu, itu sangat mengganggu!'


[Baik!]


Sistem menerima perintah dan tidak lagi memberikan pemberitahuan.


"Baiklah!" Tian Yan menyelimuti tangannya dengan Zhen Qi dan mulai bertarung melawan semuanya dengan tangkas.


Para binatang buas yang hanya tingkat 6 tahap 1-3 Tian Yan biarkan untuk mereka para murid dan tetua sekte Yunlong, sementara dia pergi membantai yang setara kultivator Nascent Soul tahap 4 sampai tahap 6.


Beberapa saat kemudian, setelah membunuh hingga puluhan.


Ting!


"Awww ..."


'Ini sangat sulit!'


Tapi masih menunjukkan bakat Bai Qing Ye yang cukup jenius karena meski Banteng hitam ini setara Nascent Soul tahap 5 puncak, dia masih bisa bertahan selama ini.


"Groarrrr!!" Miniatur mengamuk dan memacu kecepatannya menabrak Bai Qing Ye dengan kepalanya.


"Hati-hati, Qing Ye!"


Jian San tiba-tiba muncul di depannya dan hendak menangkis serangan terkunci dari Banteng hitam.


"Bodoh!" Bai Qing Ye cepat-cepat memasukkan banyak Zhen Qi di pedangnya dan langsung membantu Jian San meladeni Banteng hitam tersebut.


BAAAMMMM!!*


Keduanya berhasil menahannya sejenak, namun setelah beberapa saat Banteng hitam mengayunkan kepalanya ke atas, membuat keduanya terlempar ke belakang hingga menabrak pohon.


"I-Ini bukan setara Nascent Soul tahap 5 ... ini setara Nascent Soul tahap 6!" Bai Qing Ye berusaha untuk bangkit berdiri namun tulang-tulangnya berderik.


"Ahh ..."


"Qing Ye!" Jian San menatapnya dengan khawatir, meski keduanya saling berdekatan satu sama lain saat ini, tapi Jian San masih tidak berani menyentuh Bai Qing Ye.


Jian San juga mulai berusaha bangkit berdiri, namun Bai Qing Ye berhasil mendahuluinya.

__ADS_1


"Qing Ye, aku ..." Jian San menatap punggung Qing Ye yang seperti tembok kokoh melindungi dirinya.


"Dia akan datang!" Bai Qing Ye tidak menghiraukannya dan menatap ke depan, lalu Jian San juga memfokuskan matanya ke depan.


Jian San memiliki tatapan yang kosong menatap Banteng hitam di hadapan mereka yang masih terlihat terluka namun sangat ganas saat ini.


'Mati?' Jian San tanpa sadar berpikir bahwa ini mungkin akhirnya, namun dia tidak sedih, 'Setidaknya aku bisa mati bersama Qing Ye di sini!'


"GROOOAAAARRRR!!"


Banteng hitam menghembuskan nafas panasnya keluar dari hidung, dan langsung berlari seperti seekor banteng yang dipancing amarahnya.


"Sial!" Bai Qing Ye ingin pasrah, namun dia teringat Tian Yan, 'Aku tidak boleh mati, aku belum bisa mengalahkannya!'


Dengan ambisi sebesar itu, Bai Qing Ye memperat genggamannya pada pedangnya dan mengambil posisi bertahan, karena sudah tidak ada gunanya lagi untuk melarikan diri.


Tak Tak Tak ...


Suara pacuan Banteng hitam terdengar nyaring di telinga dan susah berada hanya dua meter dari tempat keduanya.


"Apa yang kalian lakukan bengong-bengong seperti itu! biarkan guru ini yang mengalahkannya!"


Sesosok turun dari langit dan muncul di depan keduanya. Bulu mata Bai Qing Ye bergetar, dia melihat sosok Tian Yan berdiri di hadapan keduanya dan memasang posisi bertahan hanya dengan tangan kosong saja.


Srukkk!*


"Uakk ..." Tian Yan menahan kedua tanduk banteng hitam, namun perutnya masih ditabrak oleh banteng hitam tersebut hingga ia memuntahkan seteguk darah


"Berani menyakiti muridku? matilah!" Tian Yan menghantam kepala banteng hitam menggunakan kepalanya sendiri dengan sekuat tenaga.


Kacha!*


Suara retakan terdengar, dan banteng hitam langsung jatuh mati di tempat.


Tian Yan berdiri di sana dengan nafas terjengkal-jengkal, ia lalu menoleh ke arah Jian San dan Bai Qing Ye, "Syukurlah kalian selamat!"


Setelah mengatakan hal tersebut, Tian Yan langsung jatuh ke tanah dengan wajah pucat.


"Guru!" Jian San langsung datang ke samping kiri, dan Bai Qing Ye di samping kanan.


Melihat kondisi Tian Yan yang sudah sekarat ini, air mata Bai Qing Ye menetes dengan wajah penuh minta maaf, "Gu-Guru ..."


"Kau akhirnya memanggilku guru ..." Tian Yan tersenyum sekarat, "Makasih!"


"Umm ... ummm ..." Bai Qing Ye mengangguk dengan tetesan air mata di pipinya.


"Tolong, sebelum aku mati, aku ingin setidaknya mati di tempat kita sebelumnya latihan, aku rasa tempat itu yang terbaik!" Tian Yan berkata dengan terbata-bata, seolah-olah dia benar-benar mati.


[Akting host sangat baik. Jika sistem adalah Bai Qing Ye, mungkin sistem akan tertipu juga.]


'Diamlah!'


« Bersambung! »

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like, komentar, dan vote yah. Terima kasih telah membaca :)


__ADS_2