
Wajah Ayuna masih saja ditekuk ketika akan keluar dari ruangan Dewa. Bibirnya yang masih saja mengerucut itu membuat Dewa sangat puas mengerjainya.
Dosen gak tau diri! Tetangga gak ada akhlak! Awas aja, nanti akan aku balas jika sudah waktunya. Lihat saja nanti!
Ayuna menggerutu dan mengutuk Dewa dalam hatinya.
Dengan sangat kesalnya Ayuna meninggalkan ruangan Dewa tanpa permisi dan melampiaskan kekesalannya pada pintu ruangan tersebut dengan membantingnya sehingga terdengar suaranya yang sangat nyaring.
Brak!
Ayuna terkaget sendiri hingga menutup kedua telinganya dengan kedua telapak tangannya.
"Wow keren.... kuat juga ternyata tanganku," ucap Ayuna sambil melihat tangannya yang sudah tidak menutup telinganya kembali.
"Eh tapi dia marah gak ya pintunya aku banting? Ah bodoh amat, besok kan sabtu gak ada kuliah. Kabur ah sebelum dipanggil lagi," celoteh Ayuna sebelum dia berlari dari depan ruangan Dewa.
Dewa yang melihat dari jendelanya sangat puas melihat tingkah lucu Ayuna. Jendela itu bisa melihat keadaan diluar tanpa diketahui oleh orang lain yang ada di luar karena orang yang ada di luar tidak bisa melihat ke dalam jendela tersebut.
Pada saat Dewa akan pulang, dia melihat Ayuna yang berjalan menuju parkiran bersama dengan keempat sahabatnya yang semuanya laki-laki.
Felix, Gavin, Viktor, dan Devan mengapit Ayuna layaknya bodyguard yang mengawal tuan putri. Hal itulah yang selalu membuat kebanyakan kaum hawa di kampus tersebut merasa iri dan tidak suka pada Ayuna.
Dewa menatap tajam Ayuna yang sedang bercanda bersama keempat sahabat yang berlawan jenis darinya itu. Dia menatap tidak suka dan sangat membenci keempat pemuda tersebut.
Baginya yang bisa membuat Ayuna tertawa dan berhak bersama Ayuna hanyalah dia.
Ayuna merasa ada yang memperhatikannya. Ditolehnya ke arah yang membuatnya merasa aneh itu, dan benarlah, kini Dewa sudah berdiri di sana dengan menatap tajam ke arahnya.
Ayuna mengerti arti tatapan itu. Namun dia tidak mau ambil pusing masalah dosen barunya yang selalu membuatnya kesal itu.
"Silahkan Tuan Putri," ucap Devan ketika membukakan pintu mobil untuk Ayuna.
Ayuna pun tersenyum dan masuk ke dalam mobil tersebut diiringi tawa sahabat-sahabatnya.
__ADS_1
Tangan Dewa mengepal, rahangnya mengeras melihat tingkah Ayuna dan keempat sahabatnya itu. Ingin rasanya dia menarik Ayuna untuk masuk ke dalam mobilnya dan tidak lagi bersama dengan keempat pemuda itu.
Namun niatnya diurungkannya karena mengingat tempat mereka saat ini adalah di kampus.
Dewa masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya setelah mobil Devan dan teman-temannya melaju lebih dahulu.
Tanpa sadar, Dewa mengikuti mobil Devan dan teman-temannya itu dengan jarak yang aman, sehingga mereka tidak mengetahui jika Dewa mengikuti mereka.
Mobil Dewa berhenti ketika melihat Ayuna keluar dari mobil tersebut dan masuk ke dalam sebuah cafe bersama keempat sahabatnya itu.
"Bagaimana dia sesantai itu bersama dengan empat pemuda setiap harinya? Bahkan sekarang mereka sedang makan bersama dengan santainya. Apa dia tidak takut jika mereka berbuat macam-macam padanya?"
Dewa menggerutu di dalam mobilnya melihat pemandangan di depannya yang sangat mengesalkan hatinya.
Baru saja tadi dia merasa senang bisa tertawa bersama Ayuna di dalam ruangannya. Namun Dewa lupa jika yang tertawa hanya dia saja, lebih tepatnya dia menertawakan Ayuna yang sedang melaksanakan hukumannya.
"Lihat saja apa yang nanti akan aku perbuat," ucap Dewa kemudian.
Ternyata Dewa melajukan mobilnya menuju rumahnya. Dia menatap nyalang rumah Ayuna sebelum masuk ke dalam rumahnya sendiri.
Sedangkan di sebuah cafe yang di datangi oleh Ayuna dan keempat sahabatnya itu sangat ramai pengunjung sehingga Ayuna mengajak mereka semua untuk cepat pulang setelah mereka selesai dengan makanannya.
Mobil Devan berhenti tepat di depan rumah Ayuna. Deru suara mobil Devan terdengar jelas di indera pendengar Dewa karena suasana komplek mereka sangat sepi sehingga Dewa bisa mendengar apa saja yang dibicarakan oleh Ayuna dengan Devan setelah mereka keluar dari mobilnya.
Kini Dewa mirip sekali dengan stalker Ayuna yang selalu ingin tahu semua tentangnya. Dia mencari tempat sembunyi untuk bisa mendengar dengan jelas pembicaraan Ayuna dengan Devan.
Memang Ayuna satu mobil bersama Devan menggunakan mobil Devan. Sedangkan Felix, Gavin dan Viktor menggunakan mobil Felix karena mereka semalam menginap di rumah Felix.
"Yuna, besok dandan yang cantik ya, kan mau ngedate sama Abang," ucap Devan sambil terkekeh setelah keluar dari mobilnya.
"Beres, besok aku bakalan pakai piyama. Kan keren tuh gak bakalan ada yang nonton bioskop pakai piyama. Bakalan viral kita nanti. Gimana... gimana....?"
Ayuna mengatakannya dengan menaik turunkan alisnya dan senyum pada Devan.
__ADS_1
"Gapapa, asalkan viral nya bareng kamu aja, Abang rela kok," balas Devan dengan senyum lebarnya diiringi alisnya yang naik turun mengikuti Ayuna.
"Dih ogah, kita viral nya harus sendiri-sendiri supaya duitnya gak dibagi," ucap Ayuna sebelum lari masuk ke dalam rumahnya.
Devan tertawa melihat tingkah Ayuna dan dia masuk ke dalam mobilnya setelah memastikan Ayuna benar-benar sudah masuk ke dalam rumahnya.
Oh, jadi kalian besok akan nonton? Oke, akan aku pastikan acara nonton kalian gagal, Dewa berkata dalam hatinya.
Kemudian dia menyusun rencana untuk menggagalkan acara nonton Ayuna bersama dengan Devan.
Di dalam kamarnya, Ayuna sedang sibuk untuk menyiapkan bajunya yang akan digunakan untuk besok ketika nonton bersama dengan Devan.
"Pakai masker dulu ah, biar tambah fresh, tambah cantik," ucap Ayuna sebelum menempelkan masker pada wajahnya.
Tring!
Suara notifikasi ponsel Ayuna mengagetkan Ayuna yang sedang santai memakai masker untuk perawatan mukanya.
Siapa sih ganggu aja. Gak tau apa kalau orang lagi santai, Ayuna memaki dalam hatinya karena dia sedang memakai masker sehingga tidak bisa menggerakkan bibirnya saat ini.
Diraihnya ponselnya itu yang sedang memutar lagu favoritnya. Matanya membelalak sempurna ketika membuka pesan yang ternyata dari Dewa si dosen muda dan tetangga depan rumahnya yang menyebalkan namun sialnya dia juga sangat tampan.
Dada Ayuna naik turun menahan amarahnya pada saat melihat sebuah video yang dikirimkan oleh Dewa.
Ternyata Dewa mengirimkan Ayuna sebuah video di mana Ayuna sedang menjalankan hukumannya.
Di dalam video tersebut, Ayuna menyanyikan lagu 'Let it go' dengan gerakan persis seperti pada film Frozen yang sering dia tonton.
Video itu menampilkan Ayuna mulai dari awal hingga akhir dia menyanyikan lagu tersebut. Hingga akhirnya kini amarahnya sudah tidak bisa dia bendung lagi.
Dibukanya masker wajahnya itu dan dibuangnya ke segala arah.
"Sialan! Dewaaaaaaaaaaa........!!!"
__ADS_1