Dewa Untuk Ayuna

Dewa Untuk Ayuna
Bab 87 Kebahagiaan Dewa dan Ayuna


__ADS_3

Hari ini hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh Ayuna. Hari di mana semua keluarganya dan Dewa berkumpul di rumahnya. Serta keempat sahabatnya yang selalu ada untuknya itu bisa berkumpul di rumahnya dalam acara yang sangat berarti untuknya.


Dewa memutuskan untuk bekerja dari rumahnya. Dia tidak ingin terpisah terlalu lama dari istrinya.


Sementara Ayuna yang dijaga ketat oleh Dewa merasa sangat risih dan kesal dengan aturan Dewa yang selalu melarangnya ketika ingin mengerjakan sesuatu.


Namun, dibalik semua larangan Dewa itu, Ayuna sangat bersyukur memiliki suami seperti seorang Dewa yang selalu mengabulkan semua keinginannya. Dan tidak pernah melarangnya untuk melakukan apapun asalkan bersamanya.


"Sayang, aku ingin ke toko bunga. Mau beli bunga untuk dirangkai buat hiasan acara makan malam nanti," ucap Ayuna sambil duduk di dekat suaminya yang sedang sibuk dengan laptopnya.


Dewa menoleh ke arah istrinya, kemudian dia melihat wajah istrinya yang sangat bersemangat sekali dengan menggerak-gerakkan bulu matanya yang lentik dan tersenyum manis pada Dewa.


"Mau bunga apa aja? Biar aku pesankan dan mereka yang antarkan ke sini," ucap Dewa sambil tersenyum dan mengusap pipi mulus istrinya.


Seketika bibir Ayuna melengkung ke bawah dan dia menggelengkan kepalanya tidak menyetujui apa yang dikatakan suaminya padanya.


"Tadi mau bantuin mereka buat nyiapin semuanya gak boleh. Sekarang cuma minta antar ke toko bunga aja juga gak boleh," Ayuna merajuk pada suaminya dengan menunjuk beberapa orang dari restoran Dewa yang sedang menyiapkan segala sesuatu yang digunakan untuk acara makan malamnya nanti di taman rumah mereka yang sangat luas.


Sayangnya suaminya itu lebih memilih kembali fokus pada pekerjaannya. Jadilah Ayuna layaknya penyiar radio yang sedang siaran tanpa di dengar oleh orang yang ada di dekatnya.


Mata Ayuna memicing. Dia memikirkan apa yang harus dia lakukan agar suaminya itu mau menurutinya.


Tiba-tiba tangan Ayuna melingkar pada pinggang suaminya yang sedang duduk di sebelahnya.


Ternyata tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh Ayuna. Dewa masih saja fokus dengan pekerjaannya. Sepertinya dia lupa jika suaminya itu jika sudah fokus sangat sulit diganggu oleh apapun dan siapapun.

__ADS_1


Ayuna pun memutar otaknya untuk bisa mengalihkan perhatian suaminya dari pekerjaannya itu pada istrinya.


Apa ya kira-kira yang bisa membuat dia teralihkan perhatiannya dari layar laptop itu? Masa' iya seorang Ayuna bisa terkalahkan oleh tulisan-tulisan itu? Ayuna menggerutu dalam hatinya.


Hanya dalam beberapa detik saja ide dalam pikirannya muncul. Ayuna tersenyum penuh arti dengan menyandarkan kepalanya pada pundak suaminya, kemudian dia menggambar pola abstrak pada dada bidang Dewa yang menggunakan kaos polos berwarna putih.


Tiba-tiba Dewa merasakan gelenyar aneh pada tubuhnya. Dia menghentikan pekerjaannya dan melihat pada tubuhnya.


Dewa tersenyum pada istrinya itu. Kemudian dia berbisik di telinga istrinya,


"Ada apa Sayang?"


"Anterin… ke toko bunga," rengek Ayuna yang tangannya masih berada pada dada Dewa dan masih sibuk menggambarkan pola abstrak di sana.


Dewa menghentikan kegiatan tangan Ayuna yang menggambar di dadanya. Kemudian dia mencium tangan istrinya itu.


"Yuk main, setelah itu aku antar ke toko bunga," ucap Dewa sambil mengedipkan sebelah matanya.


Mata Ayuna terbelalak. Dia lupa jika nantinya harus menanggung apa yang baru saja dia perbuat.


Mampus, aku harus bagaimana. Gak mungkin aku bisa menolak. Padahal kan aku sangat ingin berangkat sekarang. Tapi, aku harus mengabulkan keinginan suamiku dulu agar nanti apa yang aku minta dikabulkan. Ya… semangat Ayuna. Ayo layani dia, buat dia semakin membutuhkanmu, Ayuna menyemangati dirinya sendiri dalam hati.


Setelah melihat Dewa meletakkan laptopnya di meja. Ayuna segera beralih duduk di atas pangkuan Dewa. Dia mulai memanjakan Dewa dengan beberapa sentuhannya dan bibirnya yang ikut memanjakan Dewa.


Hingga Dewa yang merasa terbuai tidak tahan lagi dan dia mulai membalikkan keadaan dengan membuat istrinya itu merasakan kenikmatan surga dunia.

__ADS_1


Selama beberapa saat kemudian, mereka menyudahi aktivitas mereka. Kini mereka beralih ke kamar mandi untuk membersihkan badan bersama.


Dewa memperingatkan dirinya untuk tidak melakukannya kembali karena istrinya dalam keadaan hamil.


Dulu, sebelum Ayuna hamil, mereka pasti akan mengulang kembali aktivitas panas mereka di kamar mandi. Kini, mereka hanya bisa melakukannya dengan sangat hati-hati. Mereka tidak ingin jika terjadi apa-apa pada buah hati mereka yang masih berada di dalam kandungan Ayuna.


Setelah itu, sesuai janjinya, Dewa mengantarkan Ayuna ke toko bunga. Tapi tiba-tiba niatnya untuk merangkai bunga telah hilang. Jadilah pegawai toko tersebut yang merangkaikan bunga-bunga yang telah dipilih oleh Ayuna.


Dewa hanya terkekeh melihat keanehan-keanehan yang dilakukan oleh Ayuna. Dewa tidak marah setiap kali ayuna meminta sesuatu dan membatalkannya, dia malah senang dan menikmatinya sebagai seorang suami yang benar-benar siaga untuk menjaga istri dan anaknya.


Karena ini lah maunya, ini lah yang diinginkannya sejak dulu. Merasakan menjadi seorang suami yang direpotkan dengan urusan ngidam istrinya dan merasakan menjadi seorang ayah untuk anak-anaknya.


Malam pun tiba. Semua orang yang ditunggu kehadirannya kini sudah datang. Kedua orang tua Ayuna, kedua orang tua Dewa dan keempat sahabat Ayuna, mereka semua hadir tanpa membawa apapun karena Dewa dan Ayuna melarang mereka untuk membawa buah tangan apapun karena kehadiran mereka lah yang sangat Dewa dan Ayuna harapkan.


Dewa dan Ayuna berdiri di tengah-tengah pesta tersebut. Dengan merangkul pinggang istrinya sangat mesra, Dewa berseru pada mereka semua yang ada di tempat tersebut,


"Perhatian semuanya… Kami mempunyai sebuah berita yang sangat membahagiakan. Dan kami ingin membaginya pada kalian semua."


Sontak saja semua pasang mata beralih menatap mereka. Kini semua perhatian orang yang ada di sana benar-benar hanya tertuju pada mereka.


Melihat semuanya melihat ke arah mereka berdua, Dewa segera melanjutkan perkataannya.


"Ayuna, istri dari Dewa sekarang sedang mengandung," ucap Dewa melanjutkan pengumuman berita bahagianya.


Sontak saja mereka semua kaget mendengar pengumuman dari Dewa dan mereka berebut mengucapkan selamat pada Dewa dan Ayuna.

__ADS_1


Kini mereka semua bahagia mendengar berita kehamilan Ayuna. Dan semuanya berdoa agar Dewa dan Ayuna bisa selalu bahagia, karena mereka diciptakan untuk bersama.


Dewa untuk Ayuna. 


__ADS_2