Dewa Untuk Ayuna

Dewa Untuk Ayuna
Bab 17 Baby blue couple


__ADS_3

"Kita akan pulang dengan tampilan seperti ini atau mau ganti dulu?" tanya Dewa pada Ayuna yang sedang berjalan di belakangnya dengan berpegangan erat pada kaos Dewa.


Ayuna yang bersembunyi di belakang Dewa mengedarkan pandangannya untuk mencari-cari orang yang mungkin saja dia kenal. Dan jika ada orang yang dia kenal, dia akan lari untuk bersembunyi.


"Ay, kamu dengar gak sih aku ngomong tadi?" tanya Dewa kembali karena tidak mendapatkan jawaban dari Ayuna.


Tiba-tiba badan Ayuna ditarik Dewa berada di sampingnya. Tentu saja Ayuna sangat kaget dan dia menggerutu,


"Mentang-mentang badanku imut, main tarik-tarik aja."


"Kamu itu dari tadi ditanya gak jawab-jawab," ucap Dewa sambil menjapit hidung mancung Ayuna.


Ayuna melepaskan tangan Dewa dari hidungnya. Kemudian dia berkata,


"Hah, apaan?"


"Malu gak pulang kayak gini?" tanya Dewa sambil menunjuk Ayuna dari atas hingga bawah.


Ayuna tidak menjawab karena ragu mengatakan jawabannya. Dia hanya diam dan mengerjap-ngerjapkan matanya sehingga bulu mata lentiknya bergerak naik turun.


Kalau aku bilang malu, berarti aku kalah dong. Kalau aku bilang gak malu takutnya aku bakal dibawa ke tempat lain, tapi aku menang. Gimana dong? Aku jawab yang mana ya, malu apa gak? batin Ayuna.


"Aku tau kamu malu. Ya udah yuk, kita ke butik itu beli baju," ucap Dewa sambil menarik tangan Ayuna menuju salah satu butik ternama di dalam mal tersebut.


"Eh sok tau, siapa yang malu?" tanya Ayuna sambil berjalan menuju butik tersebut dengan tangan yang masih digandeng oleh Dewa.


Dewa menghentikan langkahnya, kemudian dia menghadap ke belakang berhadapan dengan Ayuna yang kaget karena Dewa tiba-tiba menghentikan langkahnya.


"Terus ngapain dari tadi ngumpet di belakangku?" tanya Dewa dengan senyumnya yang menyebalkan.


Merasa terpojok, Ayuna lebih memilih tidak menjawab. Kemudian dia berlalu, berjalan masuk ke dalam butik tersebut untuk memilih-milih baju yang akan dia gunakan untuk berganti.


Dewa tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ayuna yang sangat menghiburnya.

__ADS_1


Dewa pun memilih-milih baju yang akan dia pakai untuk berganti. Setelah menemukan pilihannya, Dewa segera masuk ruang ganti dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang telah dia pilih.


Dewa keluar dari ruang ganti dengan penampilan berbeda. Kini dia memakai kemeja warna baby blue dengan dua kancing atas yang dibuka dan bagian depannya dimasukkan ke dalam celananya, serta memakai celana ripped jeans warna hitam.


Sungguh seperti pahatan sempurna Dewa di mata para penjaga butik. Mata mereka semua terpana padanya.


Beberapa detik kemudian keluarlah Ayuna dari ruang gantinya. Terlihat Ayuna yang memakai sabrina mini dress warna baby blue sangat imut dengan ikatan rambutnya yang dicepol ke atas. Ayuna kali ini menggunakan korean style dan benar-benar seperti keinginannya.


Mata Dewa terpanah melihat keimutan gadis yang datang bersamanya itu. Gadis yang selama beberapa hari menyita perhatiannya kini membuatnya tidak ingin berpaling untuk melihatnya.


Mata para penjaga butik itupun merasa dimanjakan oleh dua orang manusia yang berada tepat di hadapan mereka. Kecantikan dan ketampanan dari dua manusia tersebut membuat butik mereka terasa seperti memiliki Mannequin hidup.


Tak kalah kagetnya dengan Dewa, Ayuna pun merasa terpanah pada penampilan Dewa yang berbeda dari biasanya.


Sungguh Ayuna merasa jika Dewa sangat tampan, berbeda dengan dirinya yang biasa bertemu dengannya di kampus menggunakan setelan jas dan jika di rumah hanya menggunakan pakaian rumah seperti kaos dan celana pendek saja, bahkan boxer seperti yang tadi dipakainya.


"Wah, kalian serasi sekali. Pilihan warnanya bagus, baby blue. Kalian couple yang membuat iri banyak orang," seru salah satu penjaga toko dari tempatnya berdiri saat itu.


Sontak saja Ayuna dan Dewa tersadar. Mata mereka melihat ke arah lain dan mereka saling salah tingkah ketika bertatapan, apalagi berdekatan.


Ayuna yang kikuk pun hanya bisa mengangguk dan berjalan mengikuti Dewa menuju kasir.


"Ini Mbak baju ganti kalian yang tadi," ucap penjaga butik sambil memberikan totebag yang didalamnya terdapat pakaian Ayuna dan Dewa yang dipakainya tadi sebelum berganti dengan baju yang baru dibelinya di butik tersebut.


Ayuna menerima totebag tersebut sedangkan Dewa membayar pakaian yang kini mereka kenakan.


"Ay, kita makan dulu yuk. Aku lapar sekali," ucap Dewa ketika berjalan keluar dari butik tersebut.


Ayuna mengangguk setuju, dia tidak menampik jika kini kenyataannya dia juga sangat lapar sekali.


Bodoh amat ah sama harga diri. Yang penting kenyang dan aku sudah berganti pakaian. Hehehe..., batin Ayuna.


"Loh kok ke parkiran sih, katanya mau makan?" celetuk Ayuna setelah sekian lama dia hanya diam berjalan di samping Dewa.

__ADS_1


"Kita makan di tempat lain aja Ay. Aku sudah booking tadi di salah satu restoran. Pasti kamu suka deh," ucap Dewa sambil melihat ke arah Ayuna.


"Terserah deh, yang penting makan," tukas Ayuna sambil berjalan.


Dewa membukakan pintu mobil untuk Ayuna dan melindungi kepala Ayuna dengan telapak tangannya ketika dia masuk ke dalam mobilnya. Setelah Dewa sudah siap di tempat duduknya, dia segera menghidupkan mesinnya dan melajukan mobil tersebut dengan kecepatan sedang.


Mobil mereka membelah keramaian kota dengan cuaca yang cerah secerah hati Dewa hari ini.


Terlihat sebuah restoran yang sangat indah dengan eksterior dan interiornya yang sangat indah, elegan, mewah dan memikat.


"Kita mau makan di sini?" tanya Ayuna yang masih ada di dalam mobil Dewa.


Dewa yang sedang melepas sabuk pengamannya menoleh pada Ayuna dan tersenyum padanya.


"Iya, kamu pasti suka sama makanannya. Yuk kita masuk," jawab Dewa sambil mengarahkan badannya ke arah Dewa.


Seketika badan Ayuna membeku, nafasnya terhenti dan jantungnya berdebar dengan sangat cepat. Kini badan Dewa berada tepat di depannya dan tangannya seolah akan memeluknya.


Klik!


Suara sabuk pengaman milik Ayuna yang dilepas oleh Dewa.


Ternyata Dewa membantu melepaskan sabuk pengaman Ayuna karena sedari tadi dia tidak melepasnya.


"Nafas Ay!" ucap Dewa sambil terkekeh.


Seketika Ayuna mengeluarkan nafasnya setelah beberapa menit dia tahan. Rupanya dia lupa bernafas ketika wajah Dewa berada tepat di hadapannya.


"Kamu... kamu ngapain sih pakai maju-maju... dekat-dekat... ke sini, ke depan aku," ucap Ayuna gugup hingga kata-katanya sulit dicerna.


Dewa semakin terkekeh melihat Ayuna yang salah tingkah di hadapannya ketika menerima kejahilan Dewa yang membuatnya berpikir macam-macam.


"Kan aku bantuin kamu melepaskan sabuk pengaman kamu Ay," ucap Dewa sambil menoel hidung Ayuna yang mancung itu.

__ADS_1


"Tapi kan itu-"


"Apa? Pasti pikiran kamu traveling ke mana-mana ya?" tanya Dewa disertai kekehannya dan membuat Ayuna semakin kesal padanya.


__ADS_2