Dewa Untuk Ayuna

Dewa Untuk Ayuna
Bab 40 Apa ini nyata?


__ADS_3

Ayuna sangat gugup ketika Dewa mendekat ke arahnya. Dengan posisinya yang masih terduduk di lantai dan tangannya yang memegang dadanya karena kaget, dia tidak bergerak sama sekali dari posisi tersebut.


Bathrobe putih dengan rambut yang terbalut handuk diarahkan ke atas kepalanya itu berhasil membuat Dewa melihat sisi lain dari calon istrinya itu.


Ayuna yang manja, ceria, lucu dan teledor itu kini layaknya wanita dewasa di mata Dewa. Sangat terlihat sekali Ayuna yang memang masih polos dan lugu, tidak pernah memiliki rasa suka ataupun cinta pada lawan jenisnya selama ini. Terbukti pada saat sekarang ini dia gugup, tidak seperti saat dia bersama dengan sahabat-sahabatnya meskipun mereka semuanya merupakan lawan jenisnya.


Dewa yang sudah berada di depan Ayuna berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Ayuna yang sedang terduduk di lantai. Wajah Dewa mendekati wajah Ayuna, membuat Ayuna kembali menegang dan kembali lupa bernafas.


"Sudah dapat pakaiannya Ay?" tanya Dewa berbisik di telinga kanan Ayuna.


Ternyata Dewa kembali menjahilinya. Takut calon istrinya benar-benar lupa caranya bernafas, tangannya menjapit hidung mancung Ayuna hanya sebentar. Benar saja, Ayuna kini kembali bernafas.


"Hufffttt... a-aku udah dapat. Sebaiknya Kak Dewa cepat mandi sana. Nanti masuk angin," jawab Ayuna gugup sambil menjauhkan tubuh Dewa dari hadapannya.


Dewa terkekeh melihat tingkah calon istrinya yang gugup ketika didekatinya. Dia kembali mencubit gemas hidung Ayuna, setelah itu dia masuk ke dalam kamar mandi.


"Huffffttt... aman...," ucap Ayuna setelah menghela nafasnya dan mengusap dadanya yang sedang merasakan debaran jantungnya begitu cepat akibat ulah Dewa, calon suaminya itu.


Secepat kilat Ayuna beranjak dari posisinya saat ini dan mengambil kaos serta celana joger milik Dewa dari dalam lemari tanpa memilihnya.


Dengan terburu-buru Ayuna memakai pakaiannya dan matanya selalu waspada ke arah pintu kamar mandi.


Bisa-bisanya aku ganti pakaian di sini. Kenapa gak di ruangan lainnya? Tapi aku takut, kan aku baru kali ini datang ke sini, kalau ada hantunya gimana? Ayuna menggerutu dalam hatinya dengan mata yang masih waspada ke arah pintu kamar mandi dan tangannya yang sibuk memakai pakaian.


Ceklek!


Pintu kamar mandi terbuka, menampakkan sosok Dewa yang keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk di pinggangnya dan tidak berbalut apapun bagian atasnya.


Ayuna segera duduk di tepi ranjang ketika mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. Jujur saja suara pintu kamar mandi yang terbuka itu membuat Ayuna kembali gugup dan menegang.

__ADS_1


Sungguh dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan setelah ini. Dia menundukkan kepalanya agar tidak terlihat gugup sambil memainkan ponselnya.


Tiba-tiba Ayuna melihat ada dua kaki di hadapannya. Matanya bergerak ke atas mengikuti sosok tubuh yang ada di hadapannya.


Matanya terbelalak ketika melihat handuk putih yang terbelit pada bagian pinggang tubuh tersebut.


Kemudian, matanya meneruskan kembali melihat ke bagian atas. Matanya kini terbelalak sempurna ketika melihat bagian atas tubuh tersebut yang tidak memakai apapun. Tubuh atletis dengan otot perut yang membuat Ayuna betah melihatnya membuatnya ingin menyentuhnya.


Tanpa sadar tangan Ayuna menyentuh bagian dada dan bagian perut yang berotot tersebut dengan memberikan usapan halus memperlihatkan betapa penasarannya dia pada bagian itu.


Dewa mati-matian menahan rasa yang datang karena usapan tangan halus dan lembut milik Ayuna. Karena kejahilannya sendiri dia harus berjuang mati-matian menahannya.


"Apa ini nyata? Bagaimana bisa senyata ini? Biasanya aku hanya bisa melihatnya di dunia maya," celoteh Ayuna yang masih dengan kegiatannya mengusap bagian yang berotot.


Karena sudah tidak bisa menahan tawa dan menahan rasa yang bergelenyar aneh dalam dirinya, Dewa berdehem untuk menyadarkan Ayuna.


"Ehemmm!"


Sontak saja dia kaget ketika matanya melihat bagian wajah dari tubuh yang ada di hadapannya itu.


"Kak... Kak Dewa?!" ucap Ayuna dengan memperlihatkan ekspresi kagetnya.


Dewa tersenyum manis dan benar-benar menahan tawanya agar Ayuna tidak marah padanya


"Kok bisa?" celetuk Ayuna tanpa berpikir.


"Kenapa Ay?" tanya Dewa dengan senyum jahilnya.


"E-enggak apa-apa," jawab Ayuna kikuk.

__ADS_1


"Tangan kamu udah puas menjelajah Ay?" tanya Dewa sambil tersenyum jahil.


Sontak saja Ayuna melihat tangannya. Terlihat jelas Ayuna sangat kaget ketika melihat tangannya bertengger dengan indahnya pada bagian dada Dewa.


Secepat kilat Ayuna memindahkan tangannya dari tubuh Dewa. Disembunyikannya tangannya itu dibalik kaos yang dia gunakan saat ini.


Dewa menghela nafasnya berat ketika melihat Ayuna yang kini menggunakan kaos putih miliknya.


Sangat terlihat jelas jika Ayuna saat ini tidak memakai dalaman pada bagian atas tubuhnya. Kaos putih itu membentuk pada bagian dadanya ketika Ayuna sedang berdiri menghindari Dewa.


Dewa baru sadar karena memang Ayuna tidak memiliki dalaman untuk dijadikan gantinya. Dan mungkin saja semuanya basah karena terkena hujan sewaktu mereka berjalan dari cafe menuju parkiran mobil tadi.


Kini bukan hanya Ayuna saja yang gugup dan menegang dengan situasi yang ada. Dewa pun juga merasakan hal yang sama. Bahkan sebagai lelaki normal dia bisa merasakan keinginan untuk memiliki calon istrinya itu sepenuhnya malam ini juga.


Namun, Dewa masih sadar jika dia harus menjaga kepercayaan kedua orang tua mereka. Dan tentunya kepercayaan Ayuna padanya.


Dewa segera mengambil kaos dan celana panjang joger miliknya dari dalam lemarinya, setelah itu dengan segera dia masuk kembali ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian.


"Huffft...," Ayuna menghela nafasnya lega setelah mengetahui Dewa telah masuk ke dalam kamar mandi.


Bodoh Ayuna, bodoh... bodoh... bodoh... Bisa-bisanya kamu menyentuhnya..., gerutu Ayuna dalam hati sambil berkali-kali memukul ringan kepalanya.


Pantas saja sangat nyata. Ternyata memang itu nyata dan itu milik... Kak Dewa, Ayuna kembali berkata dalam hatinya sambil tersenyum membayangkan bagian tubuh Dewa yang dia sentuh tadi.


Dada dan perut yang berotot, mirip sekali dengan idol-idol yang sangat aku sukai. Ternyata calon suamiku oke juga. Calon suami? Ayuna kembali berkata dalam hatinya dengan tersenyum lebar ketika mengingat jika Dewa adalah calon suaminya.


"Ay, kamu kenapa? Ada yang menghubungi kamu?" tanya Dewa yang sudah berpakaian lengkap keluar dari kamar mandi.


"Eh... eng-enggak Kak, cuma mau menghubungi Mama sama Papa aja. Pasti mereka khawatir sama kita karena sudah selarut ini kita belum pulang," jawab Ayuna yang berusaha menutupi kegugupannya.

__ADS_1


"Kamu lupa jika Mama kamu bilang kita gak usah pulang?" tanya Dewa dengan mengerlingkan sebelah matanya.


__ADS_2