Dewa Untuk Ayuna

Dewa Untuk Ayuna
Bab 72 Usaha Reina


__ADS_3

Sore ini Reina berniat untuk datang ke rumah Ayuna. Sengaja dia datang sore karena sudah pasti jika Dewa berada di rumah pada jam pulang kantornya.


Tok... tok...tok...


Reina mengetuk pintu rumah Ayuna dengan membawa beberapa bahan makanan dalam kantong plastik.


Pintu tersebut terbuka, tampaklah seorang wanita paruh baya dan berpenampilan elegan membukakan pintu tersebut.


Wanita itu menatap Reina dari atas hingga bawah. Kemudian dia bertanya pada Reina dengan tatapan menelisik.


"Mau cari siapa?"


"Maaf Tante, saya Reina, teman Ayuna. Saya ke sini ingin bertemu dengan Ayuna," jawab Reina dengan memberinya senyuman termanisnya.


"Siapa Mbak?" tanya Bu Andini pada Intan dari dalam rumahnya.


"Ini ada yang mencari Ayuna, katanya sih temannya," jawab Intan sambil melihat Reina dan menelisik penampilannya.


Bu Andini berjalan cepat dari dalam rumahnya menghampiri mereka.


"Reina?! Kamu Reina yang tempo hari datang ke sini kan?" tanya Bu Andini pada Reina.


"Iya Tante," jawab Reina sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Bu Andini menyambut uluran tangan Reina dan dia pun mencium punggung tangan Bu Andini.


"Kenalkan, ini Bu Intan, Mamanya Dewa," ucap Bu Andini memperkenalkan Intan pada Reina.


Reina pun mengulurkan tangannya berniat untuk menjabat tangan Bu Intan dan mencium punggung tangannya.

__ADS_1


Bu Intan pun menerima uluran tangan Reina dan tersenyum ketika Reina mencium punggung tangannya.


Sepertinya Mamanya Pak Dewa ini baik, sama seperti Mamanya Ayuna. Aku bisa mendekati mereka berdua agar bisa lebih dekat dengan Ayuna dan Pak Dewa. Pasti sebentar lagi keinginanku akan tercapai, menjadi istri Pak Dewa dan menikmati kehidupan seperti Ayuna, Reina berkata dalam hatinya sambil tersenyum manis pada Bu Intan dan Bu Andini.


"Ayuna sedang tidak ada di rumah. Apa kalian tadi sudah janjian?" tanya Bu Andini pada Reina.


Reina terbelalak kaget, dalam hatinya dia mengomel karena Ayuna tidak berada di rumah sesuai dengan apa yang dia harapkan.


"Belum Tante. Saya tadi cuma ingin memasak bersama dengan Ayuna, mumpung hari ini saya sedang libur bekerja," jawab Reina sambil memperlihatkan bahan makanan yang dia bawa dalam kantong plastik.


"Gimana dong, Ayuna sama suaminya belum datang. Kita juga belum tahu kapan mereka pulang. Biasanya sih kalau mereka sudah bersama, suka lupa waktu pulangnya," tutur Bu Andini sambil tersenyum sungkan pada Reina.


"Yaaa... padahal saya sudah belanja loh Tan, sayang banget kalau gak dimasak sekarang," ucap Reina dengan menampakkan wajah kecewanya.


"Ya sudahlah, kita masak bersama saja sekarang. Kebetulan Ayuna belum masak untuk makan malam nanti. Bagaimana, apa kamu mau?" tanya Bu Intan pada Reina.


Dalam hati Reina bersorak kegirangan. Itulah yang diinginkannya. Dia menginginkan dirinya dekat dengan Bu Intan, mamanya Dewa.


"Ya sudah kalau begitu biar kita masak di rumah depan aja ya," tukas Bu Intan sambil memegang pundak Reina.


"Loh Mbak, kenapa gak masak jadi satu di sini aja? Ini tadi kita kan lagi masak," ucap Bu Andini sambil memegang tangan Bu Intan untuk menghentikannya.


"Nanti kalau Ayuna pulang kan biar mereka berdua bisa masak bersama. Apa kamu mau masak di sana juga?" tanya Bu Intan pada Bu Andini.


"Enggak lah Mbak, ini kan lagi masak di sini, udah mau setengah jadi juga," jawab Bu Andini sambil melepaskan tangannya yang memegang tangan Bu Intan.


"Ya sudah kita mau ke rumah depan dulu ya," ucap Bu Intan sambil berjalan terlebih dahulu menuju rumah Dewa dan Ayuna.


Reina berjalan mengikuti Bu Intan di belakangnya dengan membawa kantong plastik yang berisikan belanjaan bahan makanan yang akan dimasaknya.

__ADS_1


Kenapa kita ke rumah ini, padahal kan aku ingin ketemu dengan Pak Dewa. Apa ini rumah orang tua Pak Dewa? Lah berarti mereka tetanggaan dong. Aah... kenapa bukan aku aja yang tetanggaan sama Pak Dewa? Seandainya aku yang tetanggaan sama Pak Dewa, pasti aku yang jadi istrinya, bukan si Ayuna yang sok kecantikan itu, Reina berkata dalam hatinya.


"Silahkan masuk. Kita langsung ke dapur saja ya," ucap Bu Intan sambil membuka pintu rumah.


Reina pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia mengikuti langkah kaki Bu Intan menuju dapur.


Di sepanjang perjalanannya ke dapur, dia melihat foto pernikahan Ayuna bersama dengan Dewa. Serta foto-foto mereka berdua yang terpajang apik di sana.


"Itu foto Pak Dewa dengan Ayuna ya Tante?" tanya Reina pada Bu Intan untuk mencairkan suasana dan agar bisa berusaha dekat dengan beliau.


"Iya, itu foto mereka berdua. Apa kamu mengenal Dewa anak saya?" tanya Bu Intan yang ikut berhenti di depan foto pernikahan Dewa dan Ayuna.


"Tentu saja Tante. Pak Dewa itu dosen saya dulu bersama dengan Ayuna. Ternyata rumah Tante sama rumah Ayuna berhadapan. Pantas saja mereka berdua saling kenal," jawab Reina dengan antusias.


"Ini rumah mereka berdua. Saya dan suami tinggal di tempat lain. Jadi saya cuma berkunjung saja ke sini," tutur Bu Intan sambil melihat foto pernikahan Dewa dan Ayuna.


"Hah?! Jadi... jadi ini rumah Pak Dewa dan Ayuna?" tanya Reina yang kaget mendengar bahwa apa yang dia pikirkan selama ini salah.


"Iya benar. Kenapa memangnya?" tanya Bu Intan sambil memicingkan matanya.


"Tidak, tidak apa-apa Tante. Hanya saya kira mereka tinggal di rumah depan tadi," jawab Reina sambil tersenyum lebar.


"Ya sudah, yuk kita masak," tukas Bu Intan sambil berjalan menuju dapur.


Reina kembali mengikutinya dengan berjalan di belakang Bu Intan. Kemudian mereka segera membersihkan bahannya. Bu Intan hanya mengajak Reina berbicara seperlunya saja, seperti menyuruhnya memotong bahan, mencucinya dan bertanya tentang masakan yang akan di masak oleh Reina.


"Tante, apa benar Pak Dewa dan Ayuna belum memiliki anak?" tanya Reina dengan ragu, tapi dia memberanikan dirinya karena sikap Bu Intan padanya seperti orang yang sudah lebih dekat daripada sebelumnya.


Bu Intan menghentikan kegiatannya memotong sayuran. Kemudian dia menoleh ke arah Reina dan memandangnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan oleh Reina.

__ADS_1


"Maaf Tante jika pertanyaan saya menyinggung Tante. Karena saya baru bertemu lagi dengan Ayuna dan Pak Dewa beberapa hari yang lalu di restoran baru milik Pak Dewa," ucap Reina kembali sambil mendekati Bu Intan dan memegang kedua tangannya.


"Apa kamu mau menikah dengan Dewa?"


__ADS_2