Dewa Untuk Ayuna

Dewa Untuk Ayuna
Bab 70 Milik Ayuna


__ADS_3

"Sayang, kamu kenapa sih tiba-tiba ngajakin aku pulang? Kan kasihan Reina ditinggal sendirian tadi," ucap Ayuna sambil bercermin merapikan pakaiannya setelah berganti.


"Entah kenapa aku gak suka kamu dekat-dekat dengan dia. Apalagi dia tadi menanyakan masalah...," Dewa keceplosan akan mengatakan kata anak dalam percakapannya bersama dengan istrinya.


Dewa sudah berjanji pada dirinya agar dia tidak mengungkit-ungkit ataupun menyebutkan kata anak dalam obrolan mereka agar istrinya tidak akan bersedih.


"Anak?" tanya Ayuna meneruskan ucapan suaminya.


Dewa terdiam, dia merasa bersalah pada Ayuna karena mengingatkannya kembali tentang anak yang belum mereka miliki.


"Dia kan memang belum tahu jika aku belum dikaruniai seorang anak pun Sayang... jadi ya wajar aja dia bertanya," ucap Ayuna sambil tersenyum dan berjalan mendekati suaminya.


"Aku tetap gak suka sama dia. Aku juga gak suka kamu terlalu dekat dengannya. Lagian kenapa dia tiba-tiba datang ke rumah sih? Bukannya kalian sudah tidak pernah bertemu?"


Dewa merasa kesal pada Reina, tapi dia tidak tahu kenapa. Dalam pikirannya mungkin karena dia menanyakan masalah anak pada Ayuna. Hanya saja alasan itu terlalu klise untuk tidak menyukai orang lain. Mungkin hatinya yang tidak menyukainya, sayangnya dia belum tahu penyebabnya.


Dewa berdiri di belakang Ayuna yang masih berada di depan cermin. Kemudian dia mencium pipi istrinya itu dari samping dan berkata,


"Udah cantik. Yuk berangkat. Aku akan membawamu ke tempat spesial."


"Hmmm? Kita mau ke mana?" tanya Ayuna yang memandang suaminya dari pantulan cermin.


"Udah deh nanti kamu pasti tau kok Sayang," jawab Dewa sambil mendekap erat tubuh istrinya itu dari belakang.


Kemudian mereka masuk ke dalam restoran yang baru pertama kali ini dia datangi. Ayuna masuk dengan menatap heran pada desain interior restoran tersebut.


Restoran tersebut hampir sama dengan apa yang diinginkannya waktu itu, pada saat mereka berlibur kala itu.


"Sayang, ini...," Ayuna tidak bisa melanjutkan ucapannya karena dia melihat tulisan yang terukir indah di sebuah atap restoran tersebut.

__ADS_1


Terukir dengan indah nama Ayuna pada atap restoran tersebut. Saat itu Ayuna mengatakan pada Dewa angan-angannya yaitu mempunyai restoran sesuai dengan keinginannya dan terukir indah namanya pada atap restoran tersebut.


Dia menginginkan itu agar semua orang tidak akan melupakannya karena melihat namanya di atap restoran tersebut dan akan selalu terukir indah di penglihatan mereka.


"Apa kamu suka sayang?" tanya Dewa sambil memeluk tubuh istrinya dari samping.


"Ini... kapan ini...,"


"Ini kejutan buat istriku tercinta. Restoran ini belum grand opening, oleh sebab itu kamu belum meresmikannya. Hari ini baru soft opening dan aku harap istri cantikku ini memberikan doa dan meresmikannya nanti pada saat grand opening tiba," Dewa menyahuti perkataan istrinya.


Ayuna menatap penuh cinta pada suaminya. Dia benar-benar merasa dicintai oleh suaminya itu.


"Ayuna?! Pak Dewa?!"


Suara itu mengalihkan perhatian Ayuna dan Dewa yang sedang menyelami perasaan cinta mereka.


"Reina?!" ucap Ayuna ketika melihat temannya itu berdiri tidak jauh darinya.


Dewa menghela nafasnya. Dia merasa kecolongan karena saat ini Reina memakai seragam karyawan restoran tersebut.


Bagaimana bisa dia memakai seragam itu? Dewa mengeram kesal dalam hatinya.


"Reina, senang sekali bertemu denganmu di sini. Apa kamu bekerja di sini?" tanya Ayuna sambil tersenyum senang pada Reina.


"Emmm...," Reina terlihat sangat kebingungan dengan melihat pakaian yang digunakannya.


Gawat, kenapa aku harus bertemu dengan Ayuna di sini? Aku tadi kan mengatakan padanya bekerja di sebuah perusahaan swasta. Aku harus mengatakan apa padanya? Reina berkata dalam hatinya dengan panik mencari alasan yang tepat.


"Apa kamu bekerja di sini?" tanya Ayuna pada Reina yang masih sibuk mencari alasan.

__ADS_1


"Pak Dewa sudah datang? Maaf, tadi saya ada urusan sebentar di belakang. Apa ada yang terjadi? Apa dia berbuat salah? Maaf Pak, dia masih baru tadi siang bekerja di sini. Seharusnya jadwalnya masuk pagi tadi, sayangnya ada yang bertukar jadwal dengan dia sehingga dia masuk di jam sekarang. Maafkan saya Pak," tutur manajer restoran tersebut dengan penuh penyesalan.


Untuk peraturan di semua restoran Dewa memang mengharuskan semua karyawan yang baru harus masuk pagi untuk beradaptasi, karena di jam makan malam pasti banyak tamu, sehingga di jam kerja sore harinya harus karyawan yang sudah handal berada di sana.


Sedangkan Reina merupakan karyawan baru yang belum pernah sama sekali bekerja di bidang tersebut, sehingga sudah seharusnya jika dia masuk di jam pagi untuk beradaptasi dengan pekerjaannya.


Manajer restoran tersebut mengira jika Reina berbuat salah di saat Dewa berada di sana. Maka akan berakibat fatal pada dirinya sebagai manajer restoran tersebut.


Perusahaan Dewa memang bergerak dalam bidang kuliner. Dan sudah banyak restoran serta cafe terkenal yang dicetak olehnya.


Ayuna, nama restoran ini sangat spesial untuknya kali ini karena menggunakan nama istrinya dan dia tidak mau ada kesalahan sedikitpun dalam berbagai hal. Itu sudah dijelaskannya pada semua tim yang dia tunjuk untuk menangani restoran Ayuna itu.


Dewa kesal karena Reina ternyata benar-benar bekerja di sana. Dia menyesal karena tidak memimpin perekrutan karyawan sendiri waktu itu. Jika saja dia sendiri yang merekrut karyawan untuk restoran itu, pasti Reina tidak akan dia terima bekerja di sana.


Dewa menatap kesal pada Reina dan juga manajer restoran tersebut. Kemudian dia melingkarkan kembali tangannya pada pinggang Ayuna.


"Ayo Sayang, kita ke tempat yang sudah aku siapkan," ucap Dewa sambil berjalan menuntun istrinya menuju tempat yang sudah dipersiapkan untuknya.


"Reina, apa yang kamu lakukan pada Bos kita?" tanya Pak Suryo, manajer restoran tersebut.


"Bos? Mereka...," Reina tidak bisa meneruskan perkataannya karena jujur saja dia kaget mengetahui bahwa restoran tersebut milik Dewa dan Ayuna.


"Mereka pemilik restoran ini. Dan lihatlah di atap itu! Kamu melihatnya bukan? Itu nama istri dari Pak Dewa, pemilik restoran ini," tutur Pak Suryo dengan tegas dan kesal pada Reina.


Berarti tulisan Ayuna itu benar-benar Ayuna yang itu? Aku pikir Ayuna yang lain. Berarti aku bekerja di restorannya Ayuna, temanku sendiri. Apa ini takdir yang membawaku untuk lebih dekat dengan Pak Dewa? Jika memang benar ini takdir, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk merubah tulisan di atap itu menjadi namaku. Lihat saja Ayuna, namamu akan ku gantikan dengan namaku. Baik di atap itu ataupun di hati Pak Dewa, Reina berkata dalam hatinya sambil tersenyum melihat ukiran nama Ayuna yang ada pada atap restoran tersebut.


"Reina! Cepat kerja! Jika kamu bersikap seperti ini lagi, kamu akan saya pecat!" tegur Pak Suryo sebelum dia pergi meninggalkan Reina.


Lihat saja Pak botak, kamu yang akan saya pecat nanti. Tunggu saja waktunya! Reina kembali menggerutu dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2