Dewa Untuk Ayuna

Dewa Untuk Ayuna
Bab 52 Poligami?


__ADS_3

Devan tersenyum miring mendengar pertanyaan dari sahabatnya. Dia tidak pernah mengatakan isi hatinya pada mereka, siapapun itu. Dia hanya menutup rapat-rapat perasaan dan isi hatinya itu untuk rahasia yang disimpannya secara pribadi.


"Udah, gak usah ditanya. Devan pasti akan memberitahu pada kita jika memang dia menginginkannya," tukas Felix sambil merangkul pundak sahabatnya itu.


"Benar. Biar Devan menata hatinya dulu. Kita hanya bisa menemaninya dan menghiburnya," sahut Viktor dengan kalimat bijaknya.


Devan terkekeh mendengar perkataan dari Viktor yang baru kali ini dirasanya sangat bijak.


"Aku akan merelakannya jika memang dia bahagia. Jika Ayuna gak merasa bahagia, aku akan siap merebutnya, apapun yang terjadi," tutur Devan dengan tersenyum tipis.


"Kita dukung kok. Kita juga akan menjaga Ayuna meskipun dari jauh, karena bagaimanapun dia tetap sahabat kita," tutur Gavin dengan berjalan beriringan bersama ketiga sahabatnya.


Devan pun mengangguk dan tersenyum pada ketiga sahabatnya itu. Mereka berjalan beriringan menuju Villa mereka untuk membersihkan diri mereka.


Di lain tempat, Dewa sangat menikmati waktunya bersama dengan Ayuna. Dia sekarang ini sudah bisa merasakan ketulusan Ayuna yang sedikit demi sedikit ditampakkannya.


"Ay, setelah kita menikah, kamu mau honeymoon ke mana?" tanya Dewa sambil memandang Ayuna dan merapikan rambut Ayuna ke belakang telinganya.


"Emmm... ke mana ya... Ah gak tau, belum kepikiran. Masih lama juga. Nanti aja deh mikirnya," jawab Ayuna sambil memainkan ponselnya.


"Sibuk bener, chat sama siapa sih?" tanya Dewa menyelidik sambil berusaha mengintip ponsel Ayuna.


"Sama yang lain di grup chat. Aku cuma pengen tau aja, mereka di sini ngapain dan udah ke mana aja. Seru kali ya kalau kita pergi rame-rame?" ucap Ayuna sambil tersenyum lebar pada Dewa.


Wajah Dewa yang tadinya berbinar, kini menjadi suram mengetahui apa yang dipikirkan oleh calon istrinya itu.


"Apa yang mereka katakan?" tanya Dewa yang mencoba mencari tahu.


"Belum balas mereka. Kira-kira mereka lagi ngapain ya? Di mana ya Villa yang mereka tempati? Aku tau sih kalau Felix punya Villa, tapi aku gak tau di mana tempatnya," jawab Ayuna dengan berekspresi kecewa.

__ADS_1


"Udah gapapa. Kan mereka semua cowok. Dan kamu cewek sendirian. Gak patut pula jika kamu menginap bareng mereka," tutur Dewa dengan merangkul pundak Ayuna.


Kini mereka sedang menikmati perjalanan mereka menggunakan mobil khusus yang digunakannya untuk menuju perkebunannya dengan sopir yang selalu mengantarkan Dewa jika berada di tempat itu.


"Nah kita cuma berdua aja kok boleh nginap barengan?" tanya Ayuna dengan wajah polosnya.


"Kita kan mau nikah sayang... Jadi beda sama mereka. Kalaupun kita disuruh menikah sekarang pun, aku oke-oke aja," jawab Dewa sambil terkekeh.


"Dih maunya," sahut Ayuna yang memang tidak suka jika Dewa sudah mulai membahas tentang pernikahan.


"Ay, aku mau tanya serius deh," ucap Dewa dengan menatap serius wajah Ayuna.


"Apa?" tanya Ayuna yang juga memandang serius pada Dewa.


"Apa sebenarnya kamu benar-benar mencintaiku?" tanya Dewa gugup, dia takut jika Ayuna menjawab dengan kata tidak atas pertanyaan yang diajukannya.


Selama ini dia memang belum bisa memastikan bahwa dia cinta pada Dewa. Hanya saja perasaan nyaman dan senang ketika bersama dengan Dewa membuatnya tidak menolak kehadiran Dewa dalam hidupnya.


Bukankah lebih baik dicintai daripada mencintai? Kalimat ini selalu dijadikan Ayuna sebagai jawaban atas perasaannya jika dia bertanya pada dirinya sendiri tentang perasaannya pada Dewa.


Ya, memang benar, Ayuna takut sakit hati. Dia tidak mau merasakan sakit hati. Sehingga dia memutuskan lebih baik dicintai daripada mencintai.


Dan alasan lainnya adalah, selama ini Ayuna tidak pernah merasakan jatuh cinta pada siapapun.


Bahkan perasaannya pada Dewa pun dia belum mengerti apa namanya, karena dia hanya merasa nyaman dan senang saja ketika bersamanya. Apa ini yang dinamakan cinta?


Merasa Ayuna hanya diam saja selama beberapa saat tidak mau menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Dewa, dengan segera Dewa mengatakan apa yang ingin dikatakannya untuk meyakinkan Ayuna.


"Ay, aku yakin jika kamu masih belum menyadari perasaan cintamu padaku. Nanti Ay, lambat laun kamu pasti akan menyadarinya bahwa rasa cintamu padaku itu akan membuatmu takut kehilanganku. Aku akan setia menunggu kamu menyadari perasaanmu itu dan aku harap kamu akan cepat menyadarinya," tutur Dewa dengan tersenyum manis pada Ayuna dan mengusap kedua tangan milik Ayuna.

__ADS_1


"Kamu tau Ay, aku sangat mencintaimu. Dan aku ingin kamu mengetahui itu dan tidak meragukan cintaku padamu," tutur Dewa kembali dengan tatapan penuh cintanya pada Ayuna.


OMG... apa aku sejahat itu? Apa aku harus menjawab jika aku juga mencintainya, sama seperti dia mencintaiku? Tapi apa benar dia mencintaiku? Bodoh kamu Yuna, itu coba kamu lihat matanya, dia tulus menyatakan perasaannya padamu, Ayuna berkata dalam hatinya dengan perdebatan hati dan pikirannya.


"Aku takut," ucap Ayuna tanpa sadar.


Dan itu membuat Dewa kaget tiba-tiba mendengar jawaban Ayuna yang sama sekali bukan jawaban yang ditunggu-tunggu oleh Dewa.


"Takut kenapa sayang? Aku ada di sini, bersamamu. Apa yang kamu takutkan?" tanya Dewa penasaran.


"Aku takut kecewa. Akut takut sakit hati. Aku takut ada perpisahan," jawab Ayuna dengan mata yang mengisyaratkan ketakutannya.


"Enggak, gak akan. Itu gak akan terjadi. Aku akan selalu setia berada di sisimu dengan menjaga hati dan cintaku hanya untukmu," ucap Dewa meyakinkan Ayuna dengan memegang erat kedua tangan Ayuna dan memandangnya dengan intens.


"Apa Kak Dewa mau berjanji?" tanya Ayuna dengan tatapan matanya yang kini penuh harap pada Dewa.


"Sayang, kamu tidak perlu memintaku untuk berjanji pun aku akan berjanji padamu. Apapun itu," jawab Dewa serius dengan tatapan matanya yang menyatakan keseriusannya


"Jika kita jadi menikah, aku mau Kakak berjanji tidak akan berpoligami apapun yang terjadi dan dengan alasan apapun aku gak mau itu terjadi," tutur Ayuna dengan tegas dan menatap serius mata Dewa.


"Hahaha... poligami? Mana mungkin Ay aku akan berpoligami? Benar-benar suka sama perempuan saja baru kali ini sama kamu. Jadi gak mungkin banget aku bakalan poligami. Aku tuh bucin banget sama kamu," ucap Dewa menanggapi perkataan Ayuna.


"Aku akan pegang janji Kakak dan aku harap Kak Dewa gak akan mengingkari janji yang Kakak buat sendiri," tukas Ayuna dengan tegas seolah tidak mau dibantah.


"Tentu saja Sayang. Tentu aku akan memegang janjiku. Apalagi itu terkait dengan pernikahan kita. Karena bagiku pernikahan itu harus sekali seumur hidup. Dan aku maunya hanya denganmu. Jadi... apa kamu mau kita secepatnya menikah?" ucap Dewa dengan menatap Ayuna penuh kesungguhan.


"Gak sekarang!" sahut Ayuna dengan cepatnya.


"Ok gak sekarang. Tapi besok!" ucap Dewa tidak mau kalah.

__ADS_1


__ADS_2