
Aku menikah dengan Kak Dewa? Ini acara pernikahan kami? Dan aku sekarang menjadi seorang istri? Ayuna bertanya-tanya dalam hatinya ketika Dewa membacakan ijab kabul di hadapan penghulu, Pak Andika dan semua orang yang menjadi saksi pernikahan mereka.
"Sah!"
Semua orang meneriakkan kata itu.
Kata 'sah' yang menggema di tempat itu menjadi pertanda bahwa Ayuna Larassati Setiawan kini telah resmi menjadi istri dari seorang Dewa Arion Perdana.
Prosesi ijab kabul mereka berjalan dengan lancar. Kini mereka berada di taman yang sudah dihiasi sedemikian rupa menjadi sangat indah dengan bunga yang tumbuh aneka warna pada taman tersebut.
Ayuna benar-benar tidak menyangka jika hari ini dia menikah dan berganti status dari lajang menjadi menikah.
Felix, Gavin, Viktor dan Devan menjadi saksi pernikahan mereka. Tentu saja tidak henti-hentinya mereka mengerjap-ngerjapkan matanya, bahkan Viktor mengucek-ucek matanya karena tidak percaya jika sahabat perempuannya itu menikah pada saat itu juga.
Devan tersenyum getir menertawakan kebodohannya yang tidak bisa senekat Dewa. Andai saja dulu dia nekat mengutarakan perasaannya pada Ayuna, andai saja dia terlebih dahulu melamar Ayuna dihadapan semua orang, andai saja dulu dia melakukan seperti apa yang dilakukan Dewa seperti sekarang ini, pasti dia dan Ayuna sudah menjadi suami istri.
Bodohnya aku yang gak bisa tega memaksa Ayuna. Seandainya aku dulu menyatakan perasaanku dan melamarnya di hadapan banyak orang, pasti Ayuna tidak akan menolakku. Karena dia perempuan yang baik dan gak akan tega melukai hati orang lain, terutama aku, sahabat terdekatnya.
Devan menyalahkan dirinya dalam hatinya. Dia benar-benar merutuki kebodohannya selama ini yang membuatnya kehilangan cintanya, perempuan yang selama ini berada dalam hatinya.
"Apa ini? Kenapa ini seperti acara pernikahan?" tanya seseorang ketika baru saja masuk ke dalam tempat tersebut.
"Lihat itu! Bukankah itu Pak Dewa dengan Ayuna?" sahut seseorang yang datang bersama dengan yang lainnya.
"Jadi kita semua disuruh Pak Dewa datang ke sini hanya untuk menghadiri pernikahan Pak Dewa dengan Ayuna?" ucap salah seorang dari mereka.
"Sepertinya Pak Dewa ingin memperlihatkan pernikahannya pada kita dengan cara seperti ini," ucap yang lainnya sambil terkekeh.
__ADS_1
"Dengan cara mengejutkan kita semua," yang lainnya pun menimpali ucapan temannya itu.
"Mau bagaimana lagi, kita sudah di sini dan kita harus melihat apa yang direncanakan Pak Dewa selanjutnya," tukas yang lainnya sambil berjalan terlebih dahulu masuk ke dalam tempat acara tersebut.
Reina, teman dekat Ayuna merasa terkejut ketika melihat Ayuna yang benar-benar berpenampilan layaknya seorang putri seperti yang selalu dia inginkan selama ini.
Dia tersenyum getir ketika melihat Ayuna yang bersanding dengan Dewa, orang yang berhasil mencuri hatinya.
Reina sama seperti Ayuna yang tidak pernah berpacaran ataupun merasa tertarik pada laki-laki. Tapi kali ini berbeda, Reina benar-benar merasakan jatuh cinta pada Dewa sejak pertama melihatnya.
Sayangnya rasa yang dimiliki oleh Reina tidak berbalas. Dewa sama sekali tidak tertarik padanya. Bahkan dia tidak mengingat namanya. Dan sialnya lagi, Dewa mencintai Ayuna, teman dekatnya yang selalu berbagi cerita dengannya sejak mereka berada di bangku SMA.
Dengan perasaan sedihnya dia berjalan mendekati Ayuna dan Dewa yang tersenyum senang menerima ucapan selamat dari tamu-tamu yang hadir di sana.
"Ayuna, selamat ya," ucap Reina dengan memberikan senyumnya yang dipaksakan.
"Datang dong, kan Pak Dewa yang mengundang," jawab Reina dengan beralih memberikan selamat pada Dewa.
"Selamat Pak Dewa," ucap Reina sambil mengulurkan tangannya untuk memberikan selamat pada Dewa tanpa memberikan doanya.
"Oh ya? Berarti semuanya ini kamu yang undang Kak?" tanya Ayuna sambil menatap Dewa yang tersenyum genit padanya.
"Aku hanya menyuruh mereka datang ke acaraku saja. Dan mereka semua tidak tau jika acara ini adalah acara pernikahan kita sayang," jawab Dewa sambil mencium tangan Ayuna.
Reina yang masih berada di depan mereka merasa canggung melihat kemesraan yang diperlihatkan Dewa untuk Ayuna.
Kini hati Reina semakin sakit. Dia semakin sadar jika cintanya selama ini hanya bertepuk sebelah tangan.
__ADS_1
Dengan berjalan gontai merasakan sakit hatinya itu Reina berlalu dari hadapan kedua pengantin baru yang sedang bermesraan itu.
"Re, sama siapa ke sini?" tanya Viktor pada Reina yang berjalan melewati mereka.
"Eh kalian. Aku datang sama teman-teman yang lainnya. Kok kalian gak bilang sih kalau acara hari ini acara pernikahan mereka?" tanya Reina seolah menginterogasi mereka.
"Kita juga gak tau. Kita hanya disuruh datang ke sini mengikuti mereka sejak dari kampus tadi. Eh gak taunya kita disuruh mengawal pengantin," jawab Viktor sambil terkekeh.
"Kalian kan sahabatnya, kenapa kalian tidak diberitahu oleh Ayuna?" tanya Reina dengan rasa ingin tahunya.
"Kamu tuh ya, dari dulu sampai sekarang gak henti-hentinya kepo," sahut Devan sambil meminum minuman berwarna merah dalam gelas yang dipegangnya.
"Bukannya kepo, aku cuma heran aja. Kan kalian sahabatan, dekat banget malahan. Masa' iya momen penting kayak gini malah gak dikasih tau?" tanya Reina kembali menyelidik.
"Siapa yang mau ngasih tau kami, Ayuna saja gak tau kalau hari ini dia akan dinikahi oleh Pak Dewa. Semua ini adalah acara pernikahan kejutan untuk Ayuna. Pak Dewa yang merencanakan semuanya. Ayuna dan kami tidak tau apa-apa," tutur Gavin dengan melihat ke arah Ayuna yang terlihat sangat bahagia bercanda dengan Dewa di pelaminan.
"Benar. Kamu jangan coba-coba mengadu domba kami dengan Ayuna. Karena kami itu sahabat yang gak akan bisa diputuskan oleh keadaan apapun dan siapapun itu. Tak terkecuali kamu sebagai teman dekat Ayuna," sahut Felix dengan tersenyum miring ketika mengatakannya.
"Siapa yang mengadu domba kalian sih? Aku hanya ingin tau aja kok. Ya udah ah, aku ke teman-teman yang lain aja," ucap Reina sebelum meninggalkan keempat sahabat Ayuna itu.
Mereka berempat hanya tersenyum miring mengiringi kepergian Reina. Mereka tahu jika Reina memang tema. yang baik bagi Ayuna, hanya saja kadang dia terlalu banyak ingin tahu urusan orang lain sehingga membuatnya sama saja seperti teman Ayuna yang lain.
Bahkan dulu pada saat SMA mereka pernah memergoki Reina yang ikut teman-temannya menggunjingkan Ayuna meskipun posisinya adalah teman dekat dari Ayuna. Sejak saat itu Felix, Gavin, Viktor dan Devan selalu menjaga Ayuna dan mengajaknya ke mana pun mereka pergi.
"Sepertinya tugas kita menjaga Ayuna belum selesai. Lihat mereka, semuanya masih saja tidak terima melihat Ayuna bersanding dengan Pak Dewa," tutur Felix sambil mengarahkan gelasnya ke arah mahasiswi yang diundang Dewa untuk menyaksikan pernikahannya dengan gadis pilihan hatinya.
"Ayuna benar-benar spesial. Kita gak bisa lepas dari dia," sahut Viktor sambil terkekeh.
__ADS_1
Aku akan melindungi Ayuna meskipun tanpa ada yang memintanya, Devan berkata dalam hatinya.