Dewa Untuk Ayuna

Dewa Untuk Ayuna
Bab 30 Surprise!


__ADS_3

Ayuna tersenyum malu mendapatkan perlakuan seperti itu dari Dewa. Dia lupa jika tadinya dia sedang kesal pada Dewa yang dengan sengaja selalu menjahilinya.


Dewa mengulurkan tangannya di depan Ayuna untuk membantu Ayuna yang keluar dari dalam mobil.


Ayuna pun menggapai tangan Dewa dengan malu-malu tanpa melihat ke arah Dewa. Mereka berjalan dengan bergandengan tangan menuju ke dalam restoran berkelas yang hampir sama seperti milik Dewa waktu itu.


Mata Ayuna tak henti-hentinya kagum ketika masuk ke dalam restoran tersebut. Dia menatap kagum pada tiap apa yang dia lihat di sana.


"Waaah... indah sekali. Apa aku sedang bermimpi?" ucap Ayuna ketika melewati taman bunga yang sangat luas dengan bunga warna-warni menghiasi sepanjang jalan.


Dewa tersenyum dan merangkul pundak Ayuna yang masih saja takjub melihat keindahan di seluruh restoran itu.


"Ayo Ay kita ke sana," ucap Dewa sambil mengarahkan badan Ayuna dengan tangannya yang masih merangkul pundak Ayuna.


Ayuna pun tidak protes, dia mengikuti kemauan Dewa untuk masuk ke dalan suatu ruangan yang sudah dipersiapkan oleh Dewa.


Mata Ayuna terbelalak ketika dalam ruangan tersebut melihat beberapa orang yang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ada yang sibuk mempersiapkan make up, ada juga yang menyiapkan gaun indah dan asesorisnya.


"Kak mereka ini siapa? Dan buat apa kita ke sini?" tanya Ayuna dengan memperlihatkan wajah bingungnya.


Dewa kembali tersenyum, kemudian dia memegang kedua pundak Ayuna dan menghadapkannya ke arahnya. Lalu dia berkata,


"Kamu di sini aja ya Ay. Biarkan mereka merubah penampilanmu."


Setelah mengucapkan hal itu, Dewa pergi meninggalkan Ayuna yang masih kebingungan dengan apa yang dilihatnya.


"Kak, Kak Dewa, jangan ditinggal. Ayuna ikut kakak," seru Ayuna yang berusaha menghentikan Dewa.


Namun, Ayuna tidak bisa mengejar Dewa. Semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut menghentikannya dan menarik tangannya untuk mengikuti mereka.


Ternyata Ayuna benar-benar sedang dirubah penampilannya. Make up yang flawless memancarkan kecantikan Ayuna yang natural dan sangat pas sekali dengan umurnya.


Gaun warna putih yang simpel dan elegan dipilihkan oleh Dewa untuk Ayuna. Gaun pilihan Dewa itu sangat pas sekali dipakai oleh Ayuna. Sangat cantik dan anggun, kesan orang yang melihatnya.


"Sudah Mbak, silahkan buka matanya," ucap perias yang merapikan make up Ayuna setelah berganti pakaian.

__ADS_1


Ayuna yang menghadap cermin besar sangat kaget melihat penampilannya saat ini. Dia terpesona oleh penampilannya sendiri.


Ini aku? Gila... ternyata aku cantik ya?! Ckckck, pantas aja si Dewa itu tergila-gila sama aku, Ayuna berkata dalam hatinya dan tersenyum melihat bayangan dirinya yang ada pada cermin.


Semua orang yang bertugas untuk mengubah penampilan Ayuna sudah keluar. Dan hanya Ayuna saja yang masih berada di dalam ruangan tersebut sedang mengagumi penampilannya saat ini.


"Aah mumpung lagi sepi, selfie dulu lah... mumpung lagi cantik," ucap Ayuna sambil terkekeh.


Ayuna mengarahkan kamera ponselnya sesuai dengan angle yang dia harapkan. Dia berhasil mengabadikan beberapa angle di tempat yang berbeda-beda dan selalu tersenyum puas ketika melihat hasilnya.


"Satu lagi aaah...," ucap Ayuna dengan bergaya sambil mengarahkan kamera ponselnya ke arahnya.


Ceklek!


"Ay, apa kamu udah si-ap?"


Dewa yang sudah berpenampilan sangat menarik dengan menggunakan setelan jas warna putih tiba-tiba masuk dan bertanya pada Ayuna. Namun, di akhir kalimatnya, Dewa gugup dan melirihkan suaranya ketika melihat Ayuna tersenyum sambil bergaya di depan kamera ponselnya.


Mata Dewa seolah dimanjakan oleh sosok gadis cantik yang ada dihadapannya sekarang ini.


Ayuna, gadis pilihan hatinya yang berhasil membuat hatinya merasakan warna dalam kehidupan. Hari-harinya yang datar biasa saja, kini menjadi sangat berwarna dan penuh dengan keceriaan gadis yang bernama Ayuna.


Maluuuuu... Ngapain sih dia masuk ke sini? Ayuna mengomel dalam hatinya.


"Ay, ayo kita keluar," ucap Dewa gugup.


Dewa tidak pernah merasakan kegugupan yang luar biasa seperti ini. Bahkan sedang menghadapi orang yang berpengaruh pun dia tidak akan gugup karena rasa percaya dirinya yang sangat besar.


"Ehmmm... kita mau ke mana Kak?" tanya Ayuna untuk menutupi kegugupannya.


"Ikut saja, pasti kamu akan suka," jawab Dewa sambil tersenyum manis pada Ayuna.


"Kenapa aku harus berpenampilan seperti ini Kak? Dan kenapa kita harus ke tempat ini?" tanya Ayuna yang berjalan di sebelah Dewa dengan digandeng tangannya oleh Dewa.


Dewa menoleh ke samping, melihat wajah gadis pujaan hatinya. Kemudian dia tersenyum dan menyentil dahi Ayuna dengan menggunakan tangan yang tidak sedang menggandengnya.

__ADS_1


"Aww.. Kak Dewa iiih...," rengek Ayuna sambil menyentuh dahinya yang disentil oleh Dewa.


Dewa terkekeh dan menghentikan langkahnya. Langkah kaki Ayuna pun terhenti yang secara otomatis mengikuti Dewa.


Diarahkannya badan Ayuna menghadapnya, kemudian tangan Dewa berada pada kedua pipi Ayuna. Wajah Dewa perlahan mendekati wajah Ayuna.


Wah mau ngapain nih Kak Dewa? Aku gak bisa, pokoknya ciuman pertamaku harus dengan suamiku, tidak boleh dengan orang lain, Ayuna berkata dalam hatinya.


Hati Ayuna berkata demikian, tapi berbeda dengan reaksi tubuhnya. Kini mata Ayuna terpejam seiring dekatnya wajah Dewa.


Namun, kenyataannya berbeda dengan apa yang dibayangkan oleh Ayuna. Dewa meniup-niup dahi Ayuna yang sedikit memerah karena kejahilannya menyentil dahi gadis itu. Dan sekarang dia berusaha mengobatinya agar tidak sakit dengan cara meniup-niupnya.


Tanpa sadar bibir Ayuna mengerucut. Ternyata dia kecewa pada Dewa karena apa yang dilakukan oleh Dewa tidak seperti yang dia inginkan.


Hati boleh menolak, tapi nyatanya tubuhnya menginginkan hal itu. Ayuna tidak bisa menutupinya. Dia tidak pandai berbohong, sehingga Dewa sangat mudah mengetahui kekecewaan dari raut wajah dan gerak tubuh Ayuna.


"Kamu kecewa ya Ay karena tidak sesuai dengan yang kamu pikirkan?" tanya Dewa sambil terkekeh.


"Enak aja, enggak. Kata siapa?" ucap Ayuna gugup.


"Ini kita ngapain sih di sini Kak?" tanya Ayuna dengan kesalnya karena Dewa bisa membuatnya malu dengan mudah.


Dewa merangkul pinggangnya dan berbisik lirih di telinganya,


"Kamu cantik sekali Ay."


Kemudian Dewa mengajak Ayuna yang wajahnya bersemu merah berjalan menuju taman yang sudah dihias begitu indahnya.


"Waaah... indah sekali," seru Ayuna yang sangat kagum melihatnya dengan mata yang berbinar.


Dewa mengajaknya di tengah taman dan tiba-tiba Dewa berlutut seperti di kampus pada saat melamarnya.


Ayuna terbelalak melihat Dewa kembali berlutut padanya. Kemudian dia mengeluarkan kalung dari box kecil yang diambil dari saku jasnya.


Ternyata Dewa kembali mengulang acara lamarannya. Kini keluarga mereka keluar dari persembunyiannya untuk menampakkan diri mereka mengelilingi Ayuna dan Dewa yang berada di tengah-tengah taman.

__ADS_1


"Wiil you marry me?" tanya Dewa menatap tulus dengan penuh permohonan pada Ayuna.


"Terima... terima... terima...," sorak sorai semua yang hadir disitu, terutama keluarga Ayuna dan Dewa.


__ADS_2