Dewa Untuk Ayuna

Dewa Untuk Ayuna
Bab 56 You look so beautiful in white


__ADS_3

Lagu Beautiful in White mengalun indah di telinga Ayuna. Suara merdu milik Dewa menarik perhatian seluruh tamu undangan.


Tentu saja Ayuna tidak begitu saja melepas momen indah tersebut. Baru kali ini dia merasa sangat terharu.


Di tengah-tengah indahnya taman bunga yang berwarna-warni itu Ayuna berdiri. Dewa datang mendekatinya dengan membawakan lagu Beautiful in White mendekati Ayuna dan memberikan bunga mawar putih dengan berlutut di hadapannya.


Ayuna menerima bunga tersebut dengan senyumnya yang sangat bahagia merekah di bibirnya. Setelah itu Dewa mencium tangan istrinya itu disela nyanyiannya.


Lagu itu sangat bermakna bagi Ayuna, apalagi ketika Dewa yang menyanyikannya pada saat pernikahan mereka. Sangat indah, hingga membuat iri yang lainnya.


Ayuna sangat bersyukur pada hari ini bersuamikan seorang Dewa Arion. Dia sudah melupakan kekesalannya pada Dewa yang membuatnya berganti status menjadi seorang istri.


Tepuk tangan riuh diberikan semua tamu setelah Dewa menyelesaikan nyanyiannya. Lagu itu benar-benar dia persiapkan khusus untuk Ayuna setelah dia mendengar Ayuna mendendangkannya kala itu di dalam mobilnya.


"Apa kamu senang sayang," tanya Dewa sambil berdansa bersama Ayuna mengikuti irama lagu yang diputar khusus untuk mereka dan tamu undangan semuanya berdansa.


Acara bernuansa garden party itu sangat menarik untuk mereka. Banyak tamu yang antusias berdansa mengikuti alunan lagu tersebut.


Dewa dan Ayuna berdansa di tempat yang sudah disediakan. Mereka berada di tengah-tengah taman dan menjadi pusat perhatian semua mata yang ada di tempat itu.


Cantik dan tampan, bagaikan seorang putri dan pangeran yang berdansa dalam sebuah pesta dansa. Berbalut gaun putih dengan mahkota berlian asli dan setelan jas berwarna putih mereka berdua berdansa sesuai dengan irama lagunya. Hingga mereka berganti pakaian dengan menggunakan warna gold yang sangat mewah dan menyilaukan mata yang melihatnya.


Ayuna berbalutkan gaun berwarna gold dengan hiasan kepala dari emas murni membuat penampilan Ayuna bertambah mewah. Sedangkan Dewa mengenakan setelan jas hitam yang tampak sangat pas di badannya.


Mereka kembali membuat semua pasang mata kagum melihatnya. Hingga Ayuna bertanya-tanya, berapa lama Dewa menyiapkan semua itu yang menurutnya waktunya sangat singkat untuk membuat semua ini menjadi suatu kejutan.


Satu persatu acara sudah terlewati, hingga waktu mereka untuk menyudahi acara pesta tersebut.


Semua keluarga pulang setelah acara berakhir. Sedangkan Dewa dan Ayuna menginap di Villa tersebut hanya berdua saja dengan para pelayan yang bisa masuk ke villa tersebut hanya jika Dewa membutuhkan mereka saja.

__ADS_1


Malam ini mereka sudah resmi menjadi suami istri. Tidak ada lagi yang mengatakan hal buruk tentang mereka jika mereka bersama di mana saja dan kapan saja. Bahkan apa yang mereka lakukan menjadi wajar karena hubungan mereka yang sudah sah secara hukum dan agama.


"Sayang, apa kamu senang?" tanya Dewa dengan melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Ayuna dari belakang tubuhnya.


Ayuna memejamkan matanya menikmati aroma maskulin yang tercium oleh indera penciuman Ayuna.


Tangan kekar Dewa yang melingkar di pinggangnya membuat Ayuna sangat nyaman dipeluknya.


Bahkan dinginnya udara malam yang berhembus kala itu tidak membuat Ayuna kedinginan.


"Sayang... Ay... Istriku... apa kamu senang hari ini?" tanya Dewa kembali dengan meletakkan kepalanya pada ceruk leher Ayuna.


Ayuna membuka matanya dan tersenyum mendengar perkataan Dewa. Kata istri membuat Ayuna menjadi tersipu malu. Sampai sekarang dia tidak mengira jika dia bisa menjadi seorang istri karena diculik oleh tunangannya yang sekarang menjadi suaminya.


"Sepertinya suamiku ini sangat ingin sekali menikah denganku, hingga istrinya ini diculik untuk bisa datang ke tempat pernikahan itu diadakan," ucap Ayuna sambil terkekeh.


Dewa melepas pelukannya, anehnya itu malah membuat Ayuna menjadi kecewa. Tapi kekecewaan Ayuna tidak berlangsung lama karena Dewa mengarahkan tubuh Ayuna untuk menghadapnya.


"Tentu saja aku sangat ingin. Harusnya sesudah lamaran itu kita menikah. Hanya saja istriku yang ayu ini selalu menolaknya dan menginginkan untuk menundanya. Jadi, aku hanya bisa mengalah saja," tutur Dewa yang masih dengan posisi yang sama.


"Lalu... kenapa sekarang melakukannya? Katanya mau nunggu," ucap Ayuna mencoba untuk mencari tahu alasan pernikahan yang membuatnya sangat terkejut itu.


"Karena aku gak mau kamu berpindah hati pada laki-laki lain," jawab Dewa dengan mengerlingkan sebelah matanya.


"Dipikir aku playgirl apa?" ucap Ayuna sambil mengerucutkan bibirnya karena kesal mendengar perkataan Dewa.


Cup!


Dewa mengecup bibir Ayuna sekilas, kemudian dia tersenyum ketika melihat ekspresi istrinya yang kaget karena serangan darinya yang mendadak.

__ADS_1


Ayuna terkejut dengan bulu matanya yang lentik bergerak-gerak membuat Dewa semakin gemas melihatnya.


Secepat kilat Dewa menyambar bibir Ayuna yang menjadi candunya setelah beberapa kali mencicipinya waktu itu. Kini dia bisa sepuasnya menikmatinya, merasakan manis dari bibir Ayuna yang selalu menggodanya untuk mencicipinya.


Serangan Dewa itu kembali membuat Ayuna kaget, tapi dalam beberapa saat setelah itu Ayuna terbuai dengan ciuman Dewa dan dia pun membalas ciuman suaminya itu lebih dari sebelumnya.


Entah mengapa ciuman Ayuna kali ini tidak seperti biasanya yang hanya sebentar saja. Mungkin dari hatinya dia mengingat jika kini hubungan mereka sudah sah sehingga wajar-wajar saja mereka melakukan itu, bahkan lebih dari itupun hal yang sangat wajar bagi pasangan suami istri yang sudah sah.


Ciuman meraka semakin dalam hingga membuat mereka berdua berada di luar kendali. Mereka berdua hanyut dalam suasana malam yang sangat sepi dan sangat romantis dalam kamar mereka.


Alunan suara alam yang menyambut, membuat mereka semakin hanyut dalam perasaan mereka.


Rasa ingin memiliki dan rasa ingin menjadi satu membuat mereka semakin terbuai. Dengan posisi mereka yang masih saling berciuman itu, Dewa membawa Ayuna menuju ranjang mereka.


Di atas ranjang itu kegiatan mereka masih saja berlangsung. Hingga Ayuna tidak menyadari bahwa kini di badannya sudah tidak memakai sehelai benang pun. Semua berhasil dilepaskan oleh Dewa tanpa Ayuna sadari.


Setiap sentuhan Dewa pada kulit bagian tubuh Ayuna mampu memanjakan istrinya itu hingga dia tidak bisa menolak dan memprotes tindakan Dewa.


Ayuna hanya mampu merasakan apa yang dilakukan Dewa padanya. Setiap inchi bagian tubuh Ayuna sudah dijamah oleh Dewa.


"Aku mencintaimu istriku," bisik Dewa pada telinga Ayuna.


Ayuna tersenyum dan memandang Dewa yang juga memandangnya penuh harap.


"Aku menginginkanmu," ucap Dewa dengan tatapan mendambanya.


Ayuna pun tersenyum dan mengangguk menanggapi perkataan dari suaminya itu.


Dewa tersenyum lega dan mencium bibir Ayuna sebagai ungkapan kebahagiaan dan ucapan terima kasihnya pada Ayuna yang telah mengijinkannya.

__ADS_1


Dimulainya kembali kegiatan Dewa untuk mendapatkan kesucian istrinya. Secara perlahan dia melakukannya karena tidak ingin menyakiti istri tercintanya.


"Aaaaah... sakiiiiiiiit...!!!"


__ADS_2