
>>author<<
Ocha menyuapkan suapan demi suapan makanan yang ada di piring ke mulutnya. Meski dengan agak malas, tapi ia harus mengisi perutnya yang kosong. Mengisi tenaganya lagi, berusaha move on.
"Sayang diminum susu nya nih, harus habis ya, jangan disisain" ucap mama Reni menyodorkan segelas susu coklat kesukaan Ocha.
"Tapi ma, Ocha udah kenyang, perut Ocha ga muat nih." Biasanya ia tidak keberatan jika mamanya menyodorkan segelas susu coklat kesukaannya. Tapi kali ini berbeda, Ocha sedang tidak berselera. Rasanya ia enggan menghabiskan menu makanan sore ini. Tapi meskipun enggan, ia kemudian akhirnya menandaskan susu coklatnya.
Setelah membereskan piring kotor bekas makan anaknya, mama Reni mengajak Ocha duduk santai di sofa di ruang tv.
"Sekarang Ocha mau kan ceritain apa yang terjadi antara kamu dan Doni? Mama hanya tahu dari Nisa kalo kamu diputusin sama Doni. Mama belum tau apa penyebab kamu dan Doni putus. Apa karena gara-gara omongan mama tadi pagi jadi kalian bertengkar?" ucap mama Reni lembut.
Ocha menggeleng, kemudian menghela nafas pelan. Dengan masih ada sisa-sisa rasa enggan, ia akhirnya mengingat kembali kata demi kata yang diucapkan Doni siang tadi pada mamanya. Ia menceritakan dengan detail kejadian siang tadi. Mama Reni terkejut, tak menyangka Doni bisa seperti itu. Mama Reni ternyata salah menilai Doni.
Selama ini, tiap kali Doni main ke rumah selalu bersikap sopan. Terlihat dari perlakuannya sepertinya sangat menyayangi anaknya. Sungguh di luar dugaannya, ternyata Doni menunjukkan sifat aslinya sekarang.
Mama Reni memeluk Ocha, mengusap punggungnya lembut. Sebagai seorang ibu, ia juga merasakan rasa sedih dan sakit hati anaknya. Tapi tak ia tunjukkan pada anaknya, ia berusaha menjadi pelindung dan benteng kokoh untuk anaknya. Agar bisa menguatkan hati anaknya.
"Sayang.. sudah jangan sedih lagi ya, kamu harus kuat, jangan lemah oke?" ucap mama Reni sambil mengusap sisa bulir air mata Ocha yang terjatuh di pipinya. Ocha memeluk mamanya erat.
.
__ADS_1
.
.
Hari demi hari Ocha lalui seperti biasa. Kuliah dan bimbingan skripsi, karena Ocha sudah harus fokus menyusun skripsi. Kalaupun ada waktu luang ia habiskan dengan jalan-jalan bersama Nisa. Seolah ingin membuang jauh kenangannya bersama Doni. Ia menutup rapat hatinya. Melupakan cinta..
Sebulan sudah ia putus dengan Doni. Ia sekuat tenaga berusaha untuk melaluinya dengan tegar, meski terkadang pertahanannya runtuh ketika tanpa sengaja melihat Doni memboncengi pacar barunya. Memeluk mesra dari belakang punggungnya. Hati Ocha kembali pilu.
.
.
.
"Sayaang.. bangun nak, ayo sarapan dulu" suara mama Reni dari balik pintu.
"Ya ma, Ocha mau mandi dulu!" sahut Ocha kemudian turun dari ranjang menuju kamar mandi.
.
.
__ADS_1
"Papa kemana ma? Kok gak ikut sarapan bareng kita?" tanya Ocha saat melihat kursi makan tempat papanya kosong.
"Papa tadi udah sarapan duluan terus pergi ada keperluan dengan temen kuliahnya dulu" jawab mama Reni.
Sebenarnya mama Reni sudah menceritakan pada suaminya tentang hubungan Ocha dan Doni yang sudah berakhir. Papa Irawan juga merasakan geram setelah tahu alasan Doni memutuskan Ocha karena nafsu birahi. Tapi papa Irawan merasa bersyukur, karena Ocha menjunjung tinggi martabat wanita dan tidak terjerumus pada kenakalan remaja.
Setelah berdiskusi dengan istrinya, tanpa sepengetahuan Ocha, akhirnya hari ini papa Irawan memutuskan untuk berkunjung ke rumah keluarga Prasetya, kawan lamanya dan juga ayah dari Abi, calon suami Ocha. Ia tidak mau berlama-lama lagi untuk menjodohkan Ocha dengan Abi. Semakin cepat semakin baik, apalagi Ocha sudah mau menyelesaikan kuliahnya. Artinya harus lebih intens lagi pertemuan Abi dengan Ocha agar Ocha juga bisa move on.
"Sayang hari ini temani mama ke mall ya, mama mau belanja bahan-bahan makanan di kulkas sudah mulai habis" ucap mama Reni.
"Tumben kok minta ditemani Ocha? Biasanya mama belanja sendiri" ucap Ocha.
"Sekali-kali mama mau dong ditemani sama artis cantik, boleh kan?" jawab mama sambil mencolek dagu Ocha.
"Ih mama artis apaan sih?! Iya deh Ocha temenin, Ocha juga pengen jalan-jalan bosen di rumah aja" jawab Ocha.
"Ya udah kamu siap-siap dulu gih, jam 11 kita berangkat naik Grab car" ucap mama.
Ocha kemudian melangkah pergi meninggalkan mama menuju kamarnya untuk bersiap-siap. Sedangkan mama Reni, segera menekan tombol memanggil pada ponselnya, ia menelpon nomer suaminya.
"Pa udah beres nih, Ocha mau ikut ke mall bareng mama, oke nanti mama kabari lagi kalau sudah sampai mall" ucap mama Reni melancarkan rencananya yang semalam ia bahas dengan suaminya yaitu untuk mendekatkan Ocha dengan Abi.
__ADS_1
"Sudah siap? Yuk jalan, Grab nya sudah datang" ajak mama Reni pada Ocha lalu menutup dan mengunci pintu rumahnya.