Dia.. Jodohku

Dia.. Jodohku
Bab 85


__ADS_3

>>Abi dan Ocha<<


"Aduh!" pekik Ocha. Ia menabrak seseorang yang datang dari arah pintu cafe tersebut.


"Maaf mba, gak sengaja" sahutnya. Seketika mata Ocha terbelalak melihat siapa yang menabraknya.


"Pak Aditya!" serunya.


"Ocha!" seru Nugi bersamaan dengan seruan Ocha. Ia lantas menoleh ke kanan kiri Ocha mencari sosok Abi. Jelas saja Abi tak ada di samping Ocha, sebab Abi sedang membayar makanan dan minuman yang tadi mereka pesan di tempat kasir.


Tiba-tiba saja tangan Ocha dicengkeram erat oleh Abi. Lalu ia ditarik oleh Abi ke belakang badannya.


"Belum puas bogem mentah gue kemarin?!" seru Abi.


"Gue rasa, gue punya hak buat ketemu asisten dosen gue tanpa diganggu oleh siapa pun" sahut Nugi dengan pongahnya.


Abi merasa tersulut amarahnya oleh tingkah pongah Nugi. Dengan sekali gerakan, Abi mencengkeram kerah baju Nugi.


"Lu pikir, lu yang punya hak lebih atas Ocha?!" ucap Abi geram.


Ocha yang melihat perlakuan Abi terhadap Nugi dengan impulsif maju ke tengah-tengah mereka, memeluk dada Abi agar mengurungkan niat Abi untuk kembali menghajar Nugi.


"Mas, tenang. Ini di cafe, ada banyak orang yang akan terganggu kalau mas gak menahan emosi, mas" bisik Ocha masih dengan memeluk dada Abi. Sangat jelas sekali degupan jantung Abi yang teramat kencang. nafas yang memburu menandakan ia siap menerjang lawan yang ada di hadapannya.


"Mas! Udah, ayo kita pulang!" Ocha kembali berbisik tapi kali ini lebih ada penekanan agar Abi mau mendengar bujukannya. Ocha mendorong halus tubuh Abi agar menjauh dari Nugi.


Perlahan cengkeraman tangan Abi pada kerah baju Nugi mengendur seiring dorongan halus Ocha. Ocha lantas menggenggam tangan Abi dan menariknya agar segera keluar dari cafe tersebut.

__ADS_1


"Mas sayang ... kita pulang yah? Udah jangan dihiraukan lagi, oke?!" ucap Ocha ketika mereka sudah berada di luar cafe. Ocha berhasil menggiring Abi sampai ke parkiran motornya.


Sejujurnya Ocha sangat takut sekali saat mereka berhadapan, apalagi Abi sudah tersulut amarahnya dan mulai mencengkeram kerah baju Nugi. Tapi Ocha berusaha dengan tenang, agar ia bisa mengendalikan suasana sebelum kejadian yang serupa dengan saat di reuni terjadi lagi.


Ocha menyodorkan botol minum dari dalam tasnya pada Abi. Abi lantas mengambil botol air minum yang disodorkan Ocha dan meneguknya.


"Maafin mas, Cha. Mas selalu tersulut amarah bila bertemu Nugi. Mas selalu marah padanya karena mengingat perbuatannya di masa lalu" ucap Abi merasa bersalah pada Ocha karena lagi-lagi menampilkan amarahnya yang meletup-letup di depan Ocha.


"Perbuatan masa lalu? Memangnya ada kejadian apa di masa lalu yang membuat mas selalu marah pada pak Aditya?" tanya Ocha penasaran.


Abi menatap lekat netra coklat milik Ocha. Terdiam sejenak dan berfikir apakah ia harus menceritakan masa lalunya dengan Devi pada Ocha. Abi lantas naik ke atas motornya lalu menyalakan mesin motornya.


"Kita pergi dari sini, Cha" ucapnya sembari menyodorkan helm pada Ocha tanpa menjawab pertanyaan Ocha.


Ocha sedikit kecewa karena pertanyaannya tidak langsung dijawab oleh Abi, tapi ia akhirnya mengalah dan langsung menerima sodoran helm dari Abi lantas naik ke jok belakang motor Abi.


Ocha masih terdiam, ia mengernyitkan dahinya. Ia mengira Abi akan membawanya langsung pulang ke rumahnya, tapi ternyata ia sekarang berhenti di sebuah taman.


Abi lalu menggamit tangan Ocha agar mau mengikutinya duduk di bangku taman di bawah pohon rindang.


"Mas, kenapa membawa Ocha kesini? Bukankah kita seharusnya pulang" tanya Ocha, ia menatap ke sekelilingnya. Ada beberapa orang yang tengah duduk-duduk di bangku taman sambil membaca buku, ada pula orang tua yang menemani anak-anak mereka bermain ayunan di area permainan di taman itu.


"Mas, mau manjawab pertanyaan Ocha yang tadi saat kita masih di parkiran cafe. Mas merasa tidak nyaman jika bercerita di depan cafe, jadi mas ajak Ocha ke taman ini" ucap Abi.


Ocha duduk di bangku sebelah Abi. Ia mengerti sekarang dan siap mendengarkan penjelasan dari pertanyaan yang dilontarkannya saat di depan cafe tadi.


"Mas dan Nugi atau biasa kamu panggil pak Aditya adalah sahabat dekat saat kami masih sekolah. Kami berempat, Mas, Nugi, Bagas atau biasa kamu panggil dia dengan sebutan bang Jenggot dan Gilang, laki-laki yang berkenalan dengan Ocha saat kita main ke curug tempo hari. Kami berempat bersahabat dari masa SMA. Hingga universitas pun kami masih bersama-sama hanya beda jurusan. Mas satu jurusan dengan Bagas. sedangkan Nugi satu jurusan dengan Gilang" jelas Abi. Ia menghentikan sejenak ceritanya saat melihat wajah antusias Ocha.

__ADS_1


"Ocha harus tahu bahwa cinta mas pada Ocha adalah seperti cinta pertama mas, setelah sekian lama hati mas mati terkubur bersama kenangan masa lalu yang pahit. Meski Ocha bukan orang pertama yang mengisi hati mas, tapi Ocha sudah lebih dari cukup mengisi ruang hati mas yang kosong setelah sekian tahun lamanya" ucap Abi menggenggam tangan Ocha dengan lembut mengusap punggung tangan Ocha.


Pipi Ocha bersemu merah mendengar perkataan Abi. Hatinya terhangatkan.


"Dulu sekali, mas pernah merasakan cinta. Tapi tak seindah cinta mas pada Ocha. Cinta mas yang dulu adalah sebuah kesalahan. Mas yang belum pernah merasakan manisnya dicintai dan akhirnya melonggarkan hati untuk mencintai seseorang" ucap Abi. Matanya menerawang jauh ke depan jalan taman.


Ocha masih diam mendengarkan cerita Abi. Ia sudah dari lama sangat penasaran dengan kisah cinta Abi. Ia sangat ingin tahu, orang macam apa calon suaminya ini.


"Mas dulu pernah mencintai seorang gadis. Namanya Devi. Ia adik kelas di kampus. Mungkin benar pepatah jawa mengatakan bahwa cinta akan datang karena terbiasa. Itu yang pas untuk kisah mas dan Devi" ucap Abi dengan menelan ludah seolah mengucapkan nama Devi sangat sulit diucapkan oleh lidah dan membuat kerongkongannya kering.


"Mas ketemu dia saat dia masih mahasiswi baru. Memang sudah menjadi takdir mas bertemu dengan dia hingga rasa cinta itu datang ke hati mas" ucap Abi, sejenak ia menghela nafas. Sangat sulit baginya menceritakan kembali kenangan yang sudah lama ia kubur dalam-dalam. Seolah seperti mengorek luka yang sudah sembuh kembali menguar dan terbuka lagi rasa sakitnya.



🌺 hai readers..


Author selipkan visual taman yang jadi tempat Abi menceritakan masa lalunya.


Terima kasih karena sudah setia menemani perjalanan Ocha dan Abi.


Author selalu berusaha untuk bisa up setiap hari, mohon readers mau bersabar menanti Ocha dan Abi up ya, terima kasih ...


Berusaha terus memperbaiki tulisan author supaya layak dibaca oleh readers 🙏


Oke gaess jangan lupa jempolnya dimainkan ya, bantu untuk like, komen dan votenya ya teman-teman, jadikan novel ini sebagai novel favorite kalian ya terima kasih teman-teman...


babay....😘

__ADS_1


Lot's of love from Ro Miyoung 💕💕


__ADS_2