
>>author<<
Nisa mengemasi pakaiannya ke dalam koper. Hari ini adalah hari keberangkatan Nisa ke Luar Negri. Setelah dua bulan sebelumnya, ia mendapatkan email dari universitas yang dituju di Perancis.
Ia lolos seleksi beasiswa S2 di salah satu universitas terkemuka di Perancis. Mengapa Perancis? Terlalu jauh untuk seorang gadis belia belajar disana, bukan? Ada alasan tersendiri bagi Nisa mengapa memilih negara Perancis untuknya menimba ilmu.
Menurutnya, Perancis adalah salah satu kota terromantis yang ada dalam sejarah cerita romansa. Yah pribadi Nisa memang tertutup mengenai kisah asmara dan perasaannya terhadap soal cinta. Ia tak pernah sekalipun mengungkapkan perasaan pubernya meskipun pada Ocha, sahabat karibnya.
Hingga saat ini Ocha pun tidak pernah tau perasaan hatinya ketika ia pertama kali jatuh cinta pada sepupunya, Jono.
Dulu saat masih di bangku SMP, pernah beberapa kali Jono mampir ke rumah Ocha, bahkan menginap beberapa hari. Dari sanalah perasaan cinta anak remaja pun tumbuh di hati Nisa. Meski tak pernah terungkapkan, Nisa sudah cukup bahagia hanya dengan berada dekat dan bermain bersama Jono.
Ah ... cinta monyet. Tapi sangat berbekas di hati Nisa hingga saat ia mendengar bahwa Jono telah menikah di Australia. Dunia khayalnya runtuh seketika, ia pernah berharap bisa mengejar impiannya menikah dengan Jono dengan fokus kuliah hingga bisa membuat bangga Jono.
"Aku suka cewek yang cerdas, mandiri dan berwawasan luas" ucapan Jono kala itu membuat sebuah pemicu di hati Nisa untuk memperbaiki diri menjadi seperti yang dikatakan Jono. Ucapan itu terlontar dari mulut Jono saat gurauan Ocha dahulu kala menanyakan kriteria cewek idaman Jono.
"Aku akan buktikan kalau akupun bisa seperti kriteria mas Jono!" tekad Nisa kala awal memasuki dunia perkuliahan.
Dan seolah disambar petir di siang bolong. Dunia Nisa seolah runtuh tak bersisa. Semua perjuangannya sia-sia. Laki-laki yang dicintainya secara diam-diam telah menikah dengan perempuan lain. Sungguh menyakitkan mencintai secara sepihak.
Saat kelulusan sarjananya dengan meraih nilai terbaik bahkan cumlaude, seharusnya adalah sebagai kado agar bisa menjadi bekalnya mengungkapkan perasaannya pada Jono, namun tak bisa diwujudkannya karena ia mendengar kabar dari Ocha bahwa Jono telah menikah beberapa bulan yang lalu.
Jono menikah dengan perempuan yang memiliki kesamaan dengan dirinya dari segi fisik. Perempuan itu bukan orang Indonesia seperti Nisa, itu yang membuat pukulan telak bagi Nisa yang hanya kelahiran Indonesia asli. Jono menikah di Australia tempat kelahiran istrinya. Keluarga Ocha tidak bisa hadir karena papanya Ocha kala itu sedang dibebankan tugas dinas yang padat, sedangkan Ocha disibukkan oleh revisi skripsi yang tiada henti.
Semua rencana yang ia susun sebelumnya hancur berantakan, hingga tawaran menjadi asisten dosen pun akhirnya ia putuskan untuk memberikannya pada Ocha. Ia mati-matian membujuk pihak kampus untuk mempertimbangkan keputusannya untuk mengajukan Ocha. Meski pihak kampus sedikit kecewa, tapi akhirnya menerima keputusan Nisa dan akan mempertimbangkan Ocha sebagai pengganti dirinya.
Salah satu alasan Nisa memilih melanjutkan kuliah ke negara Perancis adalah karena selain ia ingin pergi jauh meninggalkan kenangan pedihnya yang ada di Indonesia juga untuk membuktikan bahwa dirinya bisa mendapatkan cinta di negara yang terkenal dengan kisah romantis. Mungkin ia bisa jadi pemeran utama dalam cerita Eiffel I'm in Love di kehidupan nyata.
__ADS_1
"Sayang? Sudah selesai packing nya? Kita berangkat sebentar lagi" ucap maminya.
"Sebentar lagi mi, ada beberapa yang belum dirapikan" ucap Nisa.
"Oke, jangan lama-lama ya, kita sudah harus berangkat, takut ketinggalan pesawat. Mami tunggu di ruang tamu ya, sayang .... " ucap maminya kemudian pergi meninggalkan Nisa seorang diri di kamarnya.
Nisa sebenarnya sudah merapikan semua barang-barang yang ingin ia bawa ke Perancis dari semalam, ia hanya sedikit mengulur waktu untuk sejenak memandangi setiap sudut kamarnya. Ada perasaan sedih meninggalkan kamar yang biasa ia pakai untuk beristirahat dari penatnya kegiatan kampus juga sebagai tempatnya mencari uang recehan melalui kerja sampingannya yaitu sebagai editor majalah dan beberapa naskah novelnya.
"Aku bakal kangen banget sama tempat ini" gumam Nisa sambil terus menyapu bersih pandangannya ke setiap inci ruangan kamarnya.
Pandangannya terhenti pada sebuah bingkai foto di atas meja belajarnya. Foto dirinya, Ocha dan Jono saat masih kecil. Nisa mengambilnya dan memandangi cukup lama foto itu, kemudian menaruhnya di laci meja belajarnya. Ia sudah berjanji akan melupakan cinta monyetnya itu dan meraih kebahagiaan di Perancis.
."Sudah siap sayang?" tanya maminya saat melihat anaknya keluar dari kamar membawa satu koper besar dan tas ransel yang ia gendong di punggung.
"Sudah mi .... " ucap Nisa pelan. Lagi-lagi Nisa menghembuskan nafas dalam saat keluar dari rumahnya. Ia memandangi rumahnya sejenak lalu beranjak masuk ke dalam mobil.
.
.
"Sungguh beruntung dirimu, Cha. Cinta sejatimu datang dengan sendirinya tanpa perlu berusaha sekuat tenaga sepertiku" gumam Nisa dalam hatinya.
"Kamu jaga diri baik-baik ya di sana. Jangan telat makan! Kalau ada waktu, kirim message padaku ya" ucap Ocha pada sahabat karibnya itu.
"Aku bakal kangen banget sama kamu, Cha!" ucap Nisa sambil mengeratkan pelukannya pada Ocha. Ada setitik air mengumpul di pelupuk matanya, namun ia tahan agar air itu tak jatuh ke pipinya.
"Sama ... aku juga bakal kangen banget sama kamu, Nis. Inget ya, kalau ada waktu kirimin aku email, kirim foto-foto kegiatanmu di sana" ucap Ocha.
__ADS_1
"Ayo, Nisa sayang. Time to go!" ucap maminya.
"Oke, Cha! Bye ... !" Nisa mengerlingkan sebelah matanya lalu melambaikan tangannya pada Ocha. Lambaian perpisahan.
Nisa berbalik badan dan dengan cepat ia menyapu matanya agar air matanya tak jatuh.
"Jangan ditahan, sayang. Tak apa-apa jika hari ini Nisa menitikkan air mata. Tak perlu berpura-pura kuat, sayang. Ocha adalah sahabatmu, jadi layak mendapatkan tangisan perpisahan darimu" ujar maminya saat tau anaknya menahan air mata agar tidak keluar dari pelupuk matanya.
.
.
.
🌺 hai readers..
Kisah cinta Nisa pun nanti author tampilkan di bab ke depan, bab ke berapa masih rahasia ya. Tunggu saja ya kelanjutannya
Terima kasih karena sudah setia menemani perjalanan Ocha dan Abi.
Saat ini author sedang berusaha untuk bisa up setiap hari, mohon readers mau bersabar menanti Ocha dan Abi up ya, terima kasih ...
Berusaha terus memperbaiki tulisan author supaya layak dibaca oleh readers 🙏
Oke gaess jangan lupa jempolnya dimainkan ya, bantu untuk like, komen dan votenya ya teman-teman, jadikan novel ini sebagai novel favorite kalian ya terima kasih teman-teman...
babay....😘
__ADS_1
Lot's of love from Ro Miyoung 💕💕