Dia.. Jodohku

Dia.. Jodohku
Bab 26


__ADS_3

>>author maning<<


Abi mengantar Ocha pulang ke rumah. Sampai di depan pintu gerbang rumah Ocha, Abi tidak lantas langsung pulang. Ia turun dari motornya lalu mendekati Ocha.


"Ocha ini untukmu" ucap Abi sambil menyerahkan paperbag pada Ocha. Ocha mengernyitkan dahi, ia tahu isi dari paper bag itu.


"Maksud mas apa? Ocha gak ngerti, itu kan kado untuk orang spesialnya mas" tanya Ocha.


"Iya orang spesial itu adalah kamu Cha" ucap Abi. Ocha membelalakkan mata tak percaya.


"Selamat ya atas kelulusan sidang skripsi kamu, mas bangga sama Ocha" ucap Abi. Ocha terdiam, ia masih terkejut dengan ucapan Abi.


"Maaf mas mungkin belum bisa memberikan yang terbaik untuk Ocha. Tapi jam tangan ini mewakili rasa sayang mas untuk Ocha. Mas sayang sama Ocha, dari pertama bertemu Ocha, mas dengan senang hati menerima perjodohan kita" ucap Abi. Abi meraih kedua tangan Ocha. Sedangkan Ocha hanya terdiam. Ia masih berusaha mencerna setiap perkataan Abi.


"Mas serius sama Ocha" ucap Abi.


"Mas harap Ocha mau belajar menerima mas, mas akan dengan sabar menunggu sampai Ocha siap menerima mas" ucap Abi. Ia menatap kedua bola mata Ocha. Ada air yang menggenang di pelupuk mata Ocha.


Ocha belum bisa mengeluarkan kata-kata, ia terlalu terharu terhadap perlakuan Abi. Ia tak menyangka kalau Abi sudah sangat siap dengan hubungan yang lebih serius. Bukan hanya sekedap pacar-pacaran. Ocha tak tahu harus mengatakan apa.


"Maaf mas.." lirih Ocha.


"Ocha gak perlu jawab sekarang, Ocha gak perlu merasa terbebani dengan pernyataan mas, mas hanya mau Ocha melewati setiap prosesnya dengan nyaman" ucap Abi memotong ucapan Ocha.

__ADS_1


"Kalau sampai akhirnya Ocha masih belum bisa membuka hati untuk mas, itu sudah takdir kita, mungkin kita memang tidak berjodoh. Takdir yang tak bisa kita lawan" ucap Abi, ada rasa sedih di akhir ucapannya.


"Aku mau belajar mas" ucap Ocha pelan. Abi tersenyum, ia kemudian mengusap kepala Ocha lembut.


"Terima kasih Cha, kamu sudah mau belajar menerima mas. Dengan begitu mas ada rasa lega di hati. Sekarang mas pamit pulang dulu ya, assalamualaikum" ucap Abi lalu menyalakan mesin motornya dan melaju pulang.


"Wa'alaikumsalam" ucap Ocha pelan. Ia mengusap air mata yang tadi ia tahan agar tidak terjatuh di depan Abi. Ocha berjalan ke dalam rumah, hari ini ia melalui banyak kejadian yang melelahkan hati. Rasanya ingin segera berbaring di kasurnya yang empuk.


"Anak mama yang cantik sudah pulang, sayang selamat ya akhirnya terlewati juga sidang yang menegangkan" ucap mama Reni sambil memeluk anak semata wayangnya.


"Wah bawa apa itu di tangan" tanya mama Reni pura-pura tidak tahu. Sebenarnya mama Reni menyaksikan kejadian tadi saat Abi menyatakan cinta pada Ocha. Mama Reni juga merasa terharu terhadap sikap dewasa dan gentle Abi pada Ocha.


"Benar-benar menantu idaman!" gumam mama Reni saat menyaksikan Abi menyatakan cinta dari balik jendela ruang tamu.


.


.


Setelah segar sehabis mandi, Ocha duduk di tepi ranjangnya. Ia meraih paper bag pemberian Abi. Ia mengambil kado yang ada di dalamnya. Membuka kertas ucapan dan membacanya.


"Semoga jam tangan ini bisa mengingatkan Ocha pada mas di setiap perputaran detiknya. With Love Abi"


Isi dari tulisan yang tadi Abi tulis saat di toko jam tangan. Ada semburat rona merah di wajah Ocha. Ia tidak pernah diperlakukan seromantis ini dari Doni. Mungkin karena Doni kurang peka atau memang Ocha yang menunjukkan sikap seperti tidak mau diperlakukan romantis.

__ADS_1


Tapi pada dasarnya, semua wanita akan merasa senang dan ingin selalu diperlakukan spesial dan romantis oleh pasangannya.


Ocha membuka isi kadonya, meski ia sudah tahu apa isi di dalamnya, yaitu jam tangan pilihan hatinya. Ia memakainya sebentar di tangan lalu ia melepasnya lagi. Menyimpannya di atas meja riasnya.


.


.


"Papa mau tahu apa rencana Ocha selanjutnya setelah lulus kuliah?" tanya papanya saat mereka sedang makan malam.


"Ocha belum tahu pa, mungkin Ocha mau coba mengirim surat lamaran ke beberapa sekolah negeri dan swasta" ucap Ocha.


"Selagi surat lamaran kamu belum di terima di sekolah, ada baiknya kamu lebih mengenal Abi" ucap papa Irawan, ia memberikan kode pada Ocha agar Ocha terbiasa dengan keseharian Abi, agar kelak saat menjadi istri Abi, Ocha sudah tidak kaget lagi.


Ocha terdiam mendengarkan ucapan papanya. Sikap diam Ocha dianggap oleh papa Irawan sebagai jawaban setuju dari Ocha.


"Ma tolong mulai besok, setiap jam istirahat sekolah siapkan bekal makanan" perintah papa Irawan pada istrinya.


"Buat siapa pa?" tanya mama Reni masih belum paham dengan permintaan suaminya.


"Bekal makan siang untuk nak Abi. Nanti Ocha yang mengantarkannya ke sekolah Abi" ucap papa Irawan.


"Baik pa, nanti mama siapkan, Ocha mulai besok harus mau belajar memasak bareng mama di dapur ya sayang, biar tambah disayang sama mas Abi" ucap mama menggoda Ocha.

__ADS_1


"Apa sih mama tuh" Ocha tersipu malu. Dalam hatinya membenarkan setiap perkataan papa dan mamanya. Ia tak mungkin selamanya bergantung pada mama dan papanya. Ia harus belajar mandiri, karena kelak ia pasti akan memulai kehidupan barunya dengan seorang suami.


__ADS_2