
>>Situasi Nugi now on<<
Semenjak kelulusan sarjananya, Nugi lantas melanjutkan studi S2 nya di luar negeri. Biaya bukan masalah bagi keluarga Nugi yang notabene nya termasuk keluarga ningrat. Asalkan Nugi patuh pada aturan keluarga maka apapun yang menjadi keinginannya pasti akan dikabulkan oleh orang tuanya. Termasuk memilih universitas mana yang menjadi syaratnya melanjutkan studi S2 nya.
Jerman! Negara yang menjadi pilihannya untuk melanjutkan studinya. Ia memilih negara yang berseberangan jauhnya dengan benua Asia dengan maksud agar ia bisa lebih bebas dari segala aturan orangtuanya. Ia memilih mengenyam pendidikan di University of Alberta Canada tentu saja jurusan yang diambil harus linear dengan saat masih sarjana agar mendapat gelar Master maka ia pun mengambil jurusan Master of Science in Mathematical and Statistical Sciences.
Namun faktanya, selama mengenyam pendidikan di sana, ia sama sekali tidak bebas. Pikirannya terbelenggu oleh masa lalu yang merusak hubungan pertemanannya dengan Abi. Ia merasa bersalah pada Abi. Namun ia tak pernah sekalipun berani untuk mencoba menjelaskan yang sebenarnya terjadi pada Abi.
Hal itu terbukti dari beberapa kali ia mencoba menjalin hubungan selama di Jerman, tak pernah ada satupun gadis yang berhasil bertahan sampai lebih dari tiga bulan.
Kehidupan percintaan di Jerman yang sudah terbilang bebaspun tak membuat bebas hati dan pikiran Nugi. Ia tak pernah sampai mak*ing love dengan gadis manapun. Meski terbilang yang paling nakal di antara teman-teman se-genk-nya namun jauh di dalam hatinya terpatri prinsip didikan keras keluarganya.
Pacaran yang ia lakukan selama di Jerman hanya sebagai hiburan pelepas jenuh karena rutinitas perkuliahan. Setiap kali mencoba untuk melewati batas, ia teringat lagi kejadian terakhir kali dengan Abi. Tanpa ia sadari, waktu berjalan sangatlah cepat hingga ia meraih gelar master of Science dengan mudah dan cepat.
Setelah selesai mengenyam pendidikan nya di luar negeri, ia langsung melamar di beberapa universitas untuk menjadi tenaga pengajar. Tak butuh lama, hingga akhirnya ia diterima mengajar menjadi dosen di salah satu universitas favorit di kotanya yang tak lain adalah kampusnya Ocha.
Sudah memasuki tahun ketiga ia mengajar di kampus Ocha. Dan tahun ini targetnya untuk bisa melanjutkan pendidikannya. Segala persiapan ia lakukan dengan matang sehingga waktu untuk mengajar jadi terganggu. Untungnya pihak universitas mendukung niatannya untuk melanjutkan studi dan memberikan solusi dengan mengambil salah satu lulusan terbaik menjadi asisten dosennya.
Nugi duduk santai di balik meja kerjanya. Lukanya belum pulih benar. Memarnya masih ketara di tulang pipinya. Semalaman ia tak bisa tidur karena rasa perih dan ngilu akibat pukulan Abi.
Jam di dinding menunjukkan sudah pukul sembilan pagi. Ia sebenarnya ada jadwal mengajar mahasiswa tingkat satu, tapi sepertinya ia tidak bisa menampakkan dirinya di depan para mahasiswa dengan penampilan yang babak belur seperti itu akhirnya ia memberikan tugas untuk di bahas minggu depan.
Dan juga satu jam lagi ia ada jadwal mengajar di kelas mahasiswa tingkat dua yang tentu saja akan diisi oleh Ocha.
Ocha ...
Ia kembali duduk bersandar dengan kepala menengadah ke atas. Matanya menerawang di langit-langit kantor mengingat wajah Ocha yang manis.
__ADS_1
"Bukan mauku jika rasa ini hadir saat pertama kali melihatmu" lirihnya.
Ia lantas bergegas mengemasi barang-barangnya yang berserakan di mejanya untuk kemudian meninggalkan kantor guna menghindari bertatap muka dengan Ocha.
"Bu Sinta, tolong sampaikan pada asisten dosen saya bahwa saya tidak masuk hari ini. Jika asisten dosen saya datang untuk memberikan laporan jurnal harian, tolong letakkan saja di atas meja saya ya, bu" ucap Nugi pada salah satu staf pengajar di kampus itu.
"Baik, pak" ucap bu Sinta.
Nugi lantas pergi ke ruang sebelahnya tempat ia biasa beristirahat. Ruang itu sebenarnya adalah ruang meeting para dosen, namun jarang digunakan karena tempatnya terlalu sempit tidak bisa menampung para dosen yang setiap tahunnya bertambah banyak. Hingga akhirnya pihak akademi membuatkan ruang meeting yang lebih besar di dekat aula.
Nugi meletakkan tas di atas meja. Ia menghempaskan badannya di sofa empuk di ruangan itu. Ia mencoba tidur untuk melepaskan semua kepenatan hati dan pikirannya.
Terdengar sayup-sayup suara perempuan dari luar ruangan. Nugi mengintip di balik jendela ruangan itu. Ternyata Ocha yang sedang berbincang dengan bu Sinta. Ia ingin memberikan jurnal laporan dosen pada Nugi.
"Seandainya kita bertemu lebih awal dari saat ini. Mungkin aku tak akan segalau ini" lirihnya dari balik jendela gelap ruang meeting itu.
"Nanti, setelah lukaku pulih, aku akan mulai mendekatimu lagi" desis Nugi.
.
.
"Hoaaamh ... tidurku nyenyak sekali. Berapa jam aku tidur di sini. Dua jam lebih ternyata" Nugi melihat jam di tangannya sekarang sudah lewat tengah hari. Ia mengusap perutnya yang minta diisi. Ia bangkit dari tidurnya dan bergegas keluar ruangan untuk mencari makanan.
Langkah kakinya terhenti sejenak saat matanya menangkap bayangan sosok Ocha di pinggir jalan depan mini market. Ia mengamati dari kejauhan. Selang beberapa menit kemudian ada seseorang yang mengendarai motor datang menghampirinya.
Rupanya Abi datang untuk menjemputnya.
__ADS_1
Nugi lagi-lagi menghela nafas berat. Ingin sekali menghampiri Ocha di sana tapi ia urungkan niatnya karena jemputannya sudah datang.
"Baiklah, lanjut cari makan!" serunya lalu membuka pintu mobilnya dan melesat keluar area parkir kampus menuju restaurant untuk makan siang.
.
.
.
🌺 hai readers..
For your information ya gaess :
Di antara empat temannya yaitu Abi, Gilang dan Bagas, Nugi adalah anak yang terbilang sangat cerdas, prestasi akademiknya tak pernah di peringkat bawah. Itu adalah salah satu didikan terbaik orangtuanya. Sejak kecil sudah mendapatkan pendidikan sampingan yaitu berbagai les. Dan les yang difokuskan oleh keluarganya adalah les matematika.
Makin seru aja ga sih? Kita lihat seberapa jauh usaha Nugi untuk merebut Ocha dari Abi dan seberapa tangguh Abi mempertahankan Ocha. Baca terus kelanjutannya ya
Terima kasih karena sudah setia menemani perjalanan Ocha dan Abi.
Author selalu berusaha untuk bisa up setiap hari, mohon readers mau bersabar menanti Ocha dan Abi up ya, terima kasih ...
Berusaha terus memperbaiki tulisan author supaya layak dibaca oleh readers 🙏
Oke gaess jangan lupa jempolnya dimainkan ya, bantu untuk like, komen dan votenya ya teman-teman, jadikan novel ini sebagai novel favorite kalian ya terima kasih teman-teman...
babay....😘
__ADS_1
Lot's of love from Ro Miyoung 💕💕