
>>lanjutan<<
"Mas dan Devi menjadi sepasang kekasih setelah melewati beberapa kesalahpahaman. Kami melalui hari-hari layaknya sepasang kekasih. Dan Ocha juga harus tahu bahwa dulu mas tidak pernah menyentuh Devi lebih dari berpegangan tangan. Mas selalu berusaha menjaga kehormatan seorang gadis hingga saatnya nanti mas menjadi seorang suami yang layak menjamah semua tubuh gadis itu" ucap Abi. Ia tak menyadari perkataannya barusan membuat muka Ocha merah padam karena saking malunya membahas tentang skinship.
"Hingga dipenghujung masa perkuliahan, mas berniat untuk melamarnya. Menjadikannya satu-satunya istri dan tempat mas berpulang setelah segala aktivitas di luar" ucap Abi lagi.
"Tapi sekali lagi, takdir cinta mas hanya lelucon. Devi tidak pernah benar-benar mencintai mas" ucap Abi, matanya menatap nanar jalanan di depannya. Senyum sinis menghiasi wajahnya.
"Devi kenapa mas?" tanya Ocha polos.
Abi menengokkan wajahnya ke arah Ocha. Lagi-lagi ia menatap lekat netra coklat milik Ocha. Dengan impulsif Abi membenarkan anak rambut yang berantakan di atas dahi Ocha dan menariknya ke belakang telinga Ocha.
Sentuhan Abi membuat gelenyar aneh muncul di hati Ocha. Ia lantas segera membenarkan posisi duduknya agar terlepas dari usapan jari Abi dan membereskan sendiri rambut yang berantakan di wajahnya.
Abi tersenyum tipis melihat reaksi Ocha yang malu-malu.
"Mas sayang banget sama Ocha. Ocha mau 'kan jadi istri mas?" ucap Abi tiba-tiba. Ocha bahkan tak menduga pertanyaan itu akan terlontar dari mulut Abi di tengah-tengah ia sedang menceritakan masa lalunya dengan cinta pertamanya.
"Mas, sayang banget sama Ocha. Ocha jangan pernah berpaling dari mas ya?" lagi, Abi kembali mengucapkan rasa sayangnya pada Ocha seolah keputusasaan menghampiri hatinya.
Ocha sendiri tidak tahu harus merespon apa, apalagi saat Abi menyenderkan kepalanya di bahu Ocha.
"Ocha ... Ocha juga ... sayang mas Abi" ucapnya terbata. Sungguh seumur hidup ia tak pernah menyatakan rasa sayangnya pada seorang laki-laki termasuk Doni, mantannya.
Tangan Abi meraih tangan Ocha dan membimbing tangan Ocha mendekat ke pipi Abi agar mengusap pipi Abi.
Ocha seolah tersihir, ia tak bisa menolak ataupun melawan perlakuan Abi. Kini tangan kanannya sudah mendarat tepat di pipi Abi. Ia menggerakkan jarinya sedikit membentuk sebuah usapan kecil di pipi Abi.
Abi memejamkan matanya merasakan sentuhan usapan jemari Ocha.
Ocha bingung, ia belum mendengar akhir dari cerita Abi tentang Devi. Tapi sepertinya Abi tidak ingin melanjutkan ceritanya. Ia terdiam cukup lama di pundak Ocha.
Meski mata Abi terpejam, pikirannya tetap jalan. Dipikirannya selain ingin mengusir kenangan lamanya dengan Devi juga ada pikiran kalut. Ada perasaan takut kehilangan Ocha terlebih lagi perkataan Nugi saat di cafe. Ucapan Nugi seolah menyiratkan ingin mendekati Ocha tanpa ada gangguan siapapun dengan mengatasnamakan statusnya sebagai dosen mentor Ocha.
__ADS_1
"Aku harus mempercepat waktu pernikahanku!" batin Abi.
"Ehm ... mas, kita pulang yuk! Sudah mulai sore" ucap Ocha setelah lama mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
Abi mengangkat kepalanya yang bersender di bahu Ocha. Ia lantas menatap lekat Ocha. Memindai setiap sudut wajah Ocha. Menatap mulai dari rambut Ocha yang ikal, menatap matanya, hidungnya, hingga berhenti cukup lama menatap bibir ranum milik Ocha. Abi menelan ludah. Dengan cepat ia memalingkan wajahnya ke depan jalanan sebelum pikirannya rusak oleh nafsu kelaki-lakiannya.
"Yuk kita pulang, sayang" ucap Abi lantas berdiri dan mengulurkan tangan pada Ocha.
Ocha menyambut uluran tangan Abi lalu berjalan mengikuti langkah Abi.
.
.
"Jadi bagaimana menurut ayah? Abi pengennya bulan depan Abi melangsungkan pernikahan. Abi gak mau mengulur hingga tiga bulan ke depan" ucap Abi di saat makan malam dengan ayah dan ibunya.
"Kenapa mas memajukan pernikahan dari jadwal yang sudah kita sepakati? Ada masalah apa? Bukankah mas sendiri yang meminta waktu tiga bulan untuk memberi jeda menyelesaikan tugas-tugas dari sekolah terlebih dahulu?" tanya ayahnya.
"Mas hanya ...." sahut Abi belum sempat menyelesaikan ucapannya sudah dipotong oleh ledekan ibunya.
Wajah Abi merah padam mendengar ucapan ibunya.
"Ya sudah, kalau begitu ayah akan atur kesepakatan baru dengan keluarga Ocha. Kamu harus mempersiapkan segala konsekuensinya karena sudah memajukan jadwal pernikahanmu" ucap ayahnya.
"Iya, ayah" sahut Abi mantap.
Alasan kedua belah pihak keluarga menjadwalkan pernikahan Abi tiga bulan lagi adalah salah satunya karena jadwal pekerjaan Abi di sekolah sangat padat. Jika Abi menyatakan untuk memajukan pernikahannya, maka dengan begitu, Abi harus menerima konsekuensinya yaitu menyelesaikan segala tugas-tugas dari pekerjaannya dengan sangat cepat sebelum tanggal pernikahannya dilaksanakan.
.
.
Setelah berdiskusi dengan anaknya, ayah Pras kemudian mengadakan pertemuan dengan papa Irawan guna merundingkan permintaan Abi yang ingin mempercepat tanggal pernikahannya.
__ADS_1
"Untuk pribadi saya, tidak jadi masalah jika nak Abi ingin mempercepat tanggal pernikahan, justru lebih cepat lebih baik. Pastinya akan ada pengaturan ulang perihal pemesanan catering, gedung dan lain halnya" ujar papa Irawan.
"Untuk perihal segala sesuatunya biar istri saya saja yang mengatur ulang. Iya 'kan bu?" ucap ayah Pras pada istrinya.
"Iya, biar nanti saya yang atur ulang semuanya. Oh iya, jeng Reni juga boleh ikut bersama saya. Kita atur ulang semuanya biar ada teman diskusi juga mengenai pemilihan baju atau menu catering-nya" ucap bu Arni.
"Baiklah kalau begitu, sepertinya kita sudah sepakat untuk memajukan acara pernikahan menjadi bulan depan" ucap ayah Pras. Bersamaan dengan itu makanan yang dipesan pun berdatangan diantar oleh pelayan restaurant.
Pertemuan mereka sengaja dilakukan di luar rumah karena memudahkan mereka untuk langsung mengatur ulang ke tempat catering dan gedung.
"Setelah ini, gimana kalau kita lanjut ke hotel tempat kita sebelumnya menetapkan tempat penikahan Abi dan Ocha? Biar cepet beresnya gitu loh jeng" ucap bu Arni pada besannya itu.
"Boleh jeng, kalau masih keburu waktunya, kita lanjut ke tempat catering nya juga ya, jeng" sahut mama Reni.
.
.
.
🌺 hai readers..
Author mau mempercepat acara pernikahan Abi dan Ocha tapi sebelum itu akan ada sesuatu yang menguji cinta mereka. Kira-kira apa ya, tunggu lanjutannya ya 🤗
Terima kasih karena sudah setia menemani perjalanan Ocha dan Abi.
Author selalu berusaha untuk bisa up setiap hari, mohon readers mau bersabar menanti Ocha dan Abi up ya, terima kasih ...
Berusaha terus memperbaiki tulisan author supaya layak dibaca oleh readers 🙏
Oke gaess jangan lupa jempolnya dimainkan ya, bantu untuk like, komen dan votenya ya teman-teman, jadikan novel ini sebagai novel favorite kalian ya terima kasih teman-teman...
babay....😘
__ADS_1
Lot's of love from Ro Miyoung 💕💕