Dia.. Jodohku

Dia.. Jodohku
Bab 43


__ADS_3

>>author<<


"Jadi bagaimana menurut mas Abi?" tanya ayahnya.


Seminggu setelah Ocha berkunjung ke rumahnya, ayah Pras dan bu Arni mengutarakan rencana kelanjutan perjodohan mereka pada Abi.


"Untuk tanggal dan waktu, mas gak ada keberatan, harinya tidak bentrok dengan jadwal mas di sekolah, hanya saja..." ucap Abi menggantung.


"Hanya saja kenapa nak?" tanya bu Arni cemas.


"Hanya saja, mas belum menyiapkan semuanya. Mas belum mempersiapkan cincin ataupun segala hal yang dibutuhkan nanti" ucapnya.


"Aish.. ibu pikir kamu belum siap mental dan batin" ucap ibunya.


"Kalau kesiapan mental, Abi sudah siap lahir batin bu" ucap Abi mantap.


"Ya sudah kalau begitu tidak ada lagi yang harus dicemaskan. Kita bisa melaksanakan rencana kita, ya bu?" tanya ayah Pras pada istrinya.


"Tapi Yah.." ucap Abi.


"Sudah, mas Abi sudah tidak perlu bingung dengan segala persiapan lainnya. Nanti ibu bantu atur jadwal mas dan Ocha untuk membeli cincin dan lain halnya. Mas fokus saja persiapan mental menghadapi keluarga Ocha nanti" ucap ibunya.


Abi akhirnya menuruti saran ibunya. Bu Arni kemudian menelpon calon besannya untuk mulai mengatur jadwal pembelian persiapan segala halnya.


"Halo jeng, ini aku mau ngasih tau, kami sudah diskusi dengan Abi perihal rencana kita kemarin, iya jeng, Alhamdulillah lancar semua sesuai rencana kita. Oh ya, hari sabtu besok Ocha ada kegiatan gak? Oh begitu, baiklah saya tunggu kabar baiknya ya jeng" ucap bu Arni lalu menutup sambungan telpon.


.


.


"Pah, tadi bu Arni telpon mama, katanya Abi sudah setuju dengan rencana kita lalu hari sabtu besok bu Arni mengajak Ocha untuk mulai mempersiapkan segala halnya, bagaimana menurut papa?" tanya mama Reni pada suaminya.


Papa Irawan menyeruput kopi di cangkirnya sejenak lalu meletakkannya lagi.


"Ya sudah kalau begitu, mama atur saja semuanya. Kita laksanakan rencana yang sudah kita sepakati dengan keluarga pak Pras" ucap papa Irawan.


Mama Reni lalu beranjak pergi ke kamar Ocha untuk membicarakan rencana bu Arni hari sabtu besok.


Tok..tok..tok..


"Cha..Ocha! Mama masuk boleh ya?" ucap mama Reni kemudian membuka gagang pintu kamar.


"Kamu lagi ngapain?" tanya mamanya. Ia melihat anaknya sedang fokus dengan laptopnya.


"Lagi ngecek email aja mah, ada apa?" tanya Ocha.

__ADS_1


"Sabtu besok ikut mama ya ke mall" ucap mamanya langsung ke intinya.


"Mau ngapain? Males ah mah, pengen tidur seharian" ucapnya.


"Harus mau pokoknya! Sabtu besok kamu dan Abi pergi ke toko perhiasan untuk membeli cincin tunangan dan membeli perlengkapan lainnya" perintah mama Reni.


"Apa mah?! Cincin tunangan?! Kok Ocha gak tau, kapan?" Ocha terbelalak kaget mendengar ia akan tunangan.


"Sesuai rencana, kamu akan tunangan dengan Abi akhir bulan ini, Abi sudah setuju dengan tanggal dan waktunya" terang mama Reni.


"Kok cuma aku yang gak tahu?! Aku kan yang akan tunangan, tapi aku sendiri gak tahu kapan waktunya" protes Ocha, ia merasa kecewa dengan sikap orang tuanya yang tidak mau mendengar dan menghargai pendapatnya.


"Mama dan papa selalu mengambil keputusan tanpa meminta pendapat Ocha terlebih dahulu. Ini kehidupan Ocha mah! Ocha yang bakal jalanin!" seru Ocha.


Suaranya semakin parau ditambah kini tetesan air mata mulai jatuh dari pelupuk matanya. Ocha menangkupkan kedua tangannya pada lututnya. Ia terisak sejadinya di dekapan kakinya.


Mamanya merasa terenyuh melihat putrinya terisak menangis. Ia juga tidak bisa membantah keinginan suaminya.


"Ocha sayang, mama dan papa selalu menginginkan yang terbaik untuk Ocha. Ocha 'kan sudah diberitahu oleh mama dan papa. bahwa kamu sudah dijodohkan dengan Abi..." ucap mamanya sambil mengusap rambut ikal anak semata wayangnya itu.


"Dan kami pikir, kamu sudah tau setiap proses yang akan kamu jalani nantinya" lanjut mamanya masih membelai rambut Ocha.


"Mama dan papa juga memilihkan jodoh untuk Ocha bukan asal-asalan. Mama dan papa memilihkan jodoh untuk Ocha dengan laki-laki yang baik dari segala halnya"


"Ocha juga sudah pasti bisa menilai mas Abi seperti apa akhlaknya. Mama hanya ingin kamu bisa bahagia dengan orang yang tepat" ucap mamanya lalu memeluk anaknya.


"Mama minta maaf, karena tidak menghiraukan pendapat Ocha terlebih dahulu. Ocha mau 'kan maafin mama?" tanya mama Reni sambil menatap bola mata anaknya yang merah.


Ocha mengangguk lalu menyapu sisa air mata di pipinya.


"Senyum dong! Mama paling suka melihat senyum Ocha" ucap mamanya sambil mencubit pelan pipi Ocha.


"Besok sabtu mau 'kan pergi sama Abi?" tanya mama Reni. Ocha mengangguk pelan.


"Halo jeng! Aku sudah bilang ke Ocha tentang rencana hari sabtu besok dan dia bilang bisa meluangkan waktunya. Iya jeng, sampai ketemu sabtu besok ya jeng" suara mama Reni menelpon calon besannya.


"Kita makan yuk!" ajak mama Reni.


.


.


Pagi sabtu yang cerah. Mama Reni sudah sibuk dari setelah sarapan tadi. Ia sibuk mempersiapkan penampilan Ocha.


"Mah, jangan berlebihan deh. Kita cuma mau belanja aja 'kan. Penampilan Ocha gak perlu seheboh ini deh" rengek Ocha.

__ADS_1


"Udah, kamu diam aja! Kamu gak pernah dandan cantik kalau pergi dengan Abi! Mulai sekarang kamu harus lebih memperhatikan penampilanmu" ucap mama Reni sambil memoleskan lipgloss tipis di bibir Ocha.


"Nah, selesai sudah! Ayo keluar kamar" ucap mama Reni.


Terdengar dari arah ruang tamu suara orang bertamu. Ternyata Abi dan ibunya sudah datang. Mengetahui hal itu, mama Reni buru-buru keluar menemui calon besannya.


"Eh jeng Arni sudah datang, gimana kabarnya" tanya mama Reni sambil cipika-cipiki.


"Ya ampun rajin banget sih! Masih pagi gini udah datang aja!" gumam Ocha yang mengetahui siapa tamunya.


"Jeng Arni dan nak Abi sudah sarapan?" tanya mama Reni.


"Sudah bu, Abi nih yang paling semangat. Pagi-pagi sudah rapi dan tadi juga sarapan ngebut. Udah gak sabar katanya, mau jalan-jalan sama Ocha" ucap bu Arni menggoda Abi.


Abi tersipu dalam diamnya. Detak jantungnya semakin kencang terlebih saat mama Reni kemudian memanggil Ocha untuk keluar.


Seminggu setelah pertemuan mereka yang lalu adalah waktu yang lama menurut Abi. Ia sangat bersemangat hari sabtu telah tiba. Semalaman ia sudah menyusun rencana untuk menghabiskan hari sabtu yang indah bersama Ocha.


"Ayo kita berangkat sekarang" ucap mama Reni.


Pada rencana awal, mama Reni dan bu Arni hanya mengantar mereka ke toko perhiasan untuk membeli cincin. Setelah itu, mama Reni dan bu Arni tidak lanjut menemani mereka membeli kebutuhan seserahan. Mama Reni dan bu Arni pergi ke WO (Wedding Organizer) untuk membicarakan lebih detail tentang persiapan akad dan pesta.


Abi membukakan pintu mobil depan untuk ibunya dan membukakan pintu mobil bagian belakang untuk Ocha dan mamanya.


Sesekali Abi mencuri-curi pandang pada Ocha.


"Makasih" ucap Ocha karena dibukakan pintu mobil oleh Abi.


"Cantiknya calon istriku" gumam Abi dalam hati ketika melihat Ocha tersenyum padanya.


Dan detakan jantung Abi semakin kencang saja mengingat senyuman Ocha.


Dag...dig..dug...


.


.


.


🌺**hai readers..


jangan lupa like dan vote nya ya..


terima kasih..

__ADS_1


lots of love from Ro Miyoung** 💕💕💕


__ADS_2