Dia.. Jodohku

Dia.. Jodohku
Bab 63


__ADS_3

>>author<<


Ocha akhirnya menyelesaikan tugas laporan dari Aditya. Ia bergegas mengemasi alat tulisnya ke dalam tasnya.


"Ini pak! Sudah saya selesaikan dengan cepat dan profesional!" ujar Ocha seraya menyerahkan tumpukan kertas laporan kinerja dosen hari ini di hadapan Aditya.


"Permisi saya mau pulang!" dengan cepat Ocha keluar dari ruang dosen. Ia tak ingin berlama-lama di dalam ruang dosen dengan Aditya. Ia ingin segera pulang dan menelepon Abi untuk meminta maaf.


Saat tiba di koridor kantin, Ocha tersentak kaget melihat pemandangan di depannya. Hatinya bergemuruh, darahnya mendidih. Emosinya tak tertahankan lagi. Amarah memenuhi rongga hatinya.


"Maya!!!" teriakan kencang Ocha membahana bergaung di koridor kantin.


Ocha berjalan cepat menghampiri Maya yang bertindak di luar batas nalarnya.


Dengan kasar, Ocha menarik tangan Maya agar terlepas dari tangan abi. Mendorong kasar tubuh Maya.


"Kesabaranku udah habis ya Maya! Ini sudah di luar batas manusia normal. Kamu tidak bermoral! Ini peringatan untukmu, Maya! Ayo mas!" ucap Ocha marah sejadinya pada Maya.


Ia langsung menyeret tangan Abi menjauh dari jangkauan pandangan Maya. Ocha tak mempedulikan lagi teriakan-teriakan kekesalan Maya karena tidak terima diperlakukan dan dikatakan tidak bermoral oleh Ocha.


Ocha masih menyeret Abi hingga parkiran motor. Ia tak mempedulikan tatapan orang sekitar yang memandangnya aneh. Kobaran kemarahan masih menyala di matanya, masih ada emosi yang belum ia keluarkan sepenuhnya.


"Ocha ... " panggil Abi pelan.


Ocha berhenti dan melepaskan cengkeramannya pada tangan Abi. Nafasnya memburu.


"Mas ngapain sama cabe-cabean itu?! Mas suka ya digelayuti sama cewek murahan itu?! Mas suka y sama Maya?! Iya?! Mas udah gak sayang lagi sama aku?!" teriak Ocha bertubi-tubi. Ia meluapkan emosinya hingga di kalimat terakhir, air matanya sudah tak kuasa ia bendung lagi. Tangisnya pun pecah. Ia menangis sejadinya.


Abi terenyuh. Hatinya pun sakit melihat air mata yang jatuh ke pipi mulus Ocha. Ia merasa sangat bersalah. Seandainya saja ia bisa menghindari dan pergi dari perempuan itu, mungkin ia tak akan menyakiti Ocha seperti ini. Mungkin ia tak akan melihat gadis yang dicintainya menangis terluka.


Dengan cepat Abi memeluk Ocha. Membenamkan wajah Ocha pada dada bidangnya. Membiarkan tangis Ocha pecah dalam dekapannya. Ia sangat menyesal. Sangat menyesal hingga ke dasar hatinya. Pertama kalinya ia membuat gadis yang dicintainya menangis karena kelalaiannya.


"Maafin mas ya Cha. Mas udah bikin Ocha nangis" lirih Abi. Ia masih memeluk Ocha erat, seolah tak ingin melepaskan Ocha tenggelam dalam kesedihannya.

__ADS_1


Ocha masih terisak, sebenarnya isak tangisnya adalah akumulasi dari kekesalan hatinya seharian ini. Ia lelah mengajar para mahasiswa, ia kesal karena ia dikerjai habis-habisan oleh dosen mentornya dan puncaknya ialah orang yang ia tunggu untuk mencurahkan rasa penatnya malah digelayuti mesra oleh Maya, perempuan murahan itu.


Abi masih memeluk Ocha dengan sesekali mengusap lembut rambut Ocha dan sesekali membenamkan wajahnya di ceruk pundak Ocha. Mengecup tipis pelipis Ocha. Terasa sangat kencang degupan jantung Ocha di dadanya. Sedu sedan isakan tangis Ocha sangat terasa di dada bidangnya.


Ocha sendiri tak mempedulikan apa yang Abi lakukan terhadap dirinya. Ia hanya ingin menangis sejadinya, mengeluarkan segala kekesalan hatinya hingga terasa plong. Mencari ketenangan jiwanya dalam dekapan Abi.


Cukup lama Abi memeluk Ocha. Hingga akhirnya dirasa oleh Abi isakan Ocha sudah mulai mereda.


"Ocha sayang, kita pulang yuk" bisik Abi lembut.


Ocha kemudian bergerak perlahan keluar dari dekapan Abi. Mengusap sisa air mata yang jatuh di pipinya. Wajahnya kini sembab, hidungnya memerah bak tomat.


"Mas, maaf ya" ucap Ocha pelan. Ia masih menunduk, tak berani memperlihatkan wajahnya yang jelek karena menangis.


"Sssttt ... Jangan, Ocha jangan minta maaf. Mas yang salah. Maafin mas ya sayang ... " sahut Abi sambil sejenak menutup bibir Ocha dengan jari telunjuknya.


"Emm ... maksud Ocha, maaf, kemeja mas jadi basah semua karena air mata dan ingus Ocha" ucap Ocha masih dengan nada malu-malu.


Abi tertawa sekilas. Ia tak menyangka, Ocha mempedulikan kemejanya yang basah akibat air mata yang membanjiri dari pelupuk mata Ocha.


Melihat semu yang menghiasi pipi Ocha, membuat gemas hati Abi ingin rasanya mencium bibir Ocha yang merekah. Dengan gerakan impulsif, Abi mendekatkan wajahnya pada wajah Ocha. Tangannya meraih dagu Ocha dan mendongakkan wajah Ocha sehingga matanya beradu beberapa senti dekatnya dengan mata Abi.


Gerakan kepala Abi perlahan semakin mendekat, seketika mata Ocha tertutup kuat karena takut. Jantungnya berdegub kencang. Akankah Abi menciumnya. Tangannya meremas ujung bajunya karena saking takutnya dicium Abi.


Melihat reaksi Ocha yang menutup kelopak matanya kuat-kuat, seketika itu juga logika Abi tersadarkan kembali. Ia mengurungkan niatnya untuk mengecup bibir Ocha. Belum saatnya ia mencicipi ranum bibir Ocha.


"Ocha ... Buka matanya sayang! Ayo kita pulang!" ucap Abi kemudian, setelah mampu menetralkan nafsunya yang ingin mencium bibir Ocha.


Ocha membuka matanya dan ia nampak bingung kenapa tiba-tiba Abi tidak ada di hadapannya.


Melihat reaksi Ocha yang kebingungan, Abi terkekeh.


"Kenapa? Ngarep banget kayaknya dicium mas, kecewa ya?" sahut Abi menggoda Ocha.

__ADS_1


"Ih apaan sih!" ucap Ocha sembari memukul lengan Abi, ia tersipu malu. Sangat malu karena sempat terbersit di pikirannya bahwa ia ingin Abi mencium bibirnya.


"Ayo kita pulang, udah sore" ucap Abi lalu memberikan helm pada Ocha.


"Sini, mas pakaikan!" ucap Abi.


"Gak mau! Ocha sebel sama mas Abi!" ucap Ocha. Ia memonyongkan bibirnya menandakan sedang ngambek. Ia lalu naik motor Abi tanpa tangannya bertengger di pinggang Abi.


Abi terkekeh melihat tingkah Ocha yang menurutnya menggemaskan. Ia lalu dengan sigap menarik kedua tangan Ocha hingga bisa melingkar penuh di perutnya.


"Sudah siap?" tanya Abi. Ocha mengangguk. Abi lantas menjalankan motornya melaju ke perjalanan pulang.


.


.


.


🌺 hai readers..


Yah gagal deh dicium oppa ganteng 😆


Sabar ya Cha, pasti bakal dikasih lebih sama babang ganteng, gak hanya ciuman tapi eh... apa ya..😄


Terima kasih karena sudah setia menemani perjalanan Ocha dan Abi.


Saat ini author sedang berusaha untuk bisa up setiap hari, mohon readers mau bersabar menanti Ocha dan Abi up ya, terima kasih ...


Berusaha terus memperbaiki tulisan author supaya layak dibaca oleh readers 🙏


Oke gaess jangan lupa jempolnya dimainkan ya, bantu untuk like, komen dan votenya ya teman-teman, jadikan novel ini sebagai novel favorite kalian ya terima kasih teman-teman...


babay....😘

__ADS_1


Lot's of love from Ro Miyoung 💕💕


__ADS_2