Dia.. Jodohku

Dia.. Jodohku
Bab 50


__ADS_3

>>author<<


"Darimana aja nona cantiiikk ... !" sapa mama Reni saat Ocha melewatinya yang sedang nonton tv.


"Abis jalan-jalan sama mas Abi" ucap Ocha sambil meletakkan box laptop di atas meja di ruang tv.


"Box apa itu? Laptop? Punya siapa?" ucap mama Reni kemudian smbil membuka box laptop dan mengeluarkan isinya.


"Punya Ocha" ucap Ocha singkat membuat mamanya semakin bingung.


"Ini laptop baru punya siapa? Kamu jangan becanda terus deh sama mama" ucap mamanya sambil membolak balikkan laptop itu.


"Ocha serius, itu laptop Ocha" ucap Ocha masih dengan teka-tekinya.


"Oh ... kamu jual laptop lama kamu ya, terus beli yang baru? Kamu tuh Cha, Cha" selidik mamanya, ia lalu geleng-geleng kepala melihat kelakuan anaknya.


"Ish ... apaan sih mah, nih laptop lama Ocha!" ucap Ocha sambil membuka tas ranselnya yang berisi laptop lamanya yang rusak.


"Jadi, ini maksudnya gimana Siti Kautsar ... ?!" ucap mamanya mulai jengkel.


"Haduh ... jadi, gini ya mah. Ocha ... " ucap Ocha menjelaskan pada mamanya dari mulai awal ia yang tanpa sengaja menjatuhkan laptop semalam, lalu menitipkan laptopnya untuk diperbaiki di toko bang Jenggot hingga di penghujung cerita yaitu ia selesai makan malam bersama Abi.


"Lah, sekarang mas Abi nya kemana?" tanya mamanya yang bergegas bangkit untuk keluar rumah mengecek keberadaan Abi.


"Kok gak ada, Cha?" tanya mamanya kemudian setelah tadi mencari calon menantu kesayangannya sampai depan rumah.


"Udah pulang kok dari awal Ocha datang" ucap Ocha santai.


"Lah nih anak ... kenapa mas Abi nya gak disuruh masuk sih?!" tanya mamanya.


"Katanya mau langsung pulang, soalnya 'kan dia belum mandi. Udah ah mah, Ocha juga mau mandi. Habis mandi mau nyobain laptop baru" ucap Ocha dengan mimik wajah sumringah sambil menenteng laptop barunya itu.


.

__ADS_1


.


#flash back on restaurant


"Dia salah satu mantan kamu ya?" pertanyaan Abi yang satu ini membuat tawa Ocha pecah sejadi-jadinya.


"Loh kok ketawa? Kenapa?" tanya Abi bingung.


"Gak kok ... gak apa-apa" ucap Ocha masih tersisa kekehannya.


"Mas, serius nanya, Cha" ucap Abi masih heran kenapa Ocha tertawa.


"Oke ... oke ... Ocha jelasin" jawab Ocha dengan sedikit menahan kekehannya yang hendak keluar lagi. Ia tak menyangka, rasa cemburu Abi masih berlarut-larut sehingga menanyakan langsung pada intinya.


"Jadi gini ... Jono alias Jhonson itu memang teman aku sewaktu aku masih di Sekolah Dasar. Itu yang dia ingin orang beranggapan seperti itu" ucap Ocha memulai menjelaskan siapa sosok Jono sebenarnya.


"Maksudnya gimana, Cha? Mas belum paham omongan Ocha" ucap Abi dengan memasang wajah serius.


"Iya, Jono mau orang-orang di sekeliling kita termasuk juga teman-teman kita beranggapan kalau Jono dan aku adalah teman dekat. Padahal sebenarnya kita adalah ... hayo penasaran ya .... ?" ucap Ocha tidak melanjutkan penjelasannya, membuat Abi gemes bukan main dan langsung mencubit pipi Ocha.


"Lagian mas serius amat penasaran sama si Jono. Lucu liat mas cemburu gitu" ucap Ocha membuat muka Abi memerah malu.


"Jadi, si Jono itu saudara aku, mas" ucap Ocha kemudian.


"Saudara kamu? Kok bisa? Ehm ... maksud mas, kan dia bukan orang Indonesia sepertimu" ucap Abi.


"Bukan saudara kandung tepatnya sih. Dulu ibu Jono meninggal saat melahirkan Jono, kemudian nenek Sarah yang tetangga dekat ibu Jono akhirnya memutuskan untuk mengasuh Jono. Selang satu bulan setelah Jono lahir, mamaku melahirkanku. Karena bayi Jono tidak mau menyusui menggunakan susu formula, akhirnya nenek Sarah memberikannya pada mama untuk menyusui bayi Jono. Gitu ceritanya mas" jelas Ocha.


"Jadi, kami sebenarnya saudara karena menyusui di ibu yang sama. Tapi Jono gak mau dibilang saudara denganku soalnya ada rumor di tetangga sekitar rumah ketika kami kecil, bahwa Jono adalah anak haram dari mama, karena wajah Jono tidak mirip denganku, jelas saja gak mirip, dia 'kan bule asli sedangkan aku orang Indonesia tulen. Karena rumor itu, yang membuat teman-teman kami mengejek Jono anak haram" ucap Ocha berhenti sejenak meminum es pelangi pesanannya.


"Karena rumor itu, akhirnya nenek Sarah membawa Jono pergi dari rumah mama ketika kami lulus SD. Itu demi kebaikan mental Jono. Setelah nenek meninggal, Jono memilih pindah ke Bali dan berjuang merintis usahanya di bidang properti. Begitu ceritanya, mas" terang Ocha.


"Oh gitu kirain ... " ucap Abi menggantung.

__ADS_1


"Kirain mantanku?" Ocha tertawa lepas mendengar kesimpulan Abi.


"Aku kan bukan cewek player, mas adalah orang pertama yang menggandeng tanganku, ups ... " Ocha menutup mulut buru-buru.


"Halah keceplosan lagi deh, nih mulut bocor amat yakk" gumam Ocha merutuki ucapannya.


"Benarkah?" tanya Abi tak percaya.


Ocha mengangguk malu.


"Ya sudah, kita pulang yuk" ucap Abi sambil menggamit tangan Ocha dengan penuh kebanggaan. Menggenggam erat hingga ke parkiran motor. Bahkan saat motor melaju pun, Abi tak juga melepaskan genggaman tangannya dengan salah satu tangannya. Membuat Ocha sepenuhnya terkunci memeluk Abi dari belakang.


.


.


"Mas, pulang ya, ojeknya udah datang tuh" ucap Abi, saat sudah sampai di depan rumah Ocha.


"Mas gak masuk dulu?" tanya Ocha.


"Lain kali aja mas masuknya, mas belum mandi, malu" ucap Abi kemudian pamit pulang diantar dengan ojek pesanannya.


.


.


🌺 hai readers..


Semoga masih semangat ya puasanya meski di tengah "ujian" yang sedang kita alami bersama.


Semoga "ujian" ini cepat berlalu ya dan kita semua bisa berkumpul dengan keluarga besar kita 😭 jadi sedih deh gak bisa mudik. Tapi demi kebaikan kita semua ya, sabar dan semangat, oke teman-teman..


jangan lupa like, komen dan votenya ya teman-teman, terima kasih

__ADS_1


Lot's of love from Ro Miyoung 💕💕


__ADS_2