Dia.. Jodohku

Dia.. Jodohku
Bab 49


__ADS_3

>>author<<


"Terimakasih, mba" ucap Abi menerima kartu yang disodorkan pelayan padanya sebagai alat transaksi pembayaran tadi dan memasukkan kembali ke dalam dompetnya lalu menenteng plastik berisi box laptop.


Ocha akhirnya memilih laptop dengan warna silver yang disukainya.


"Kita cari makan dulu yuk, lapar 'kan?" tanya Abi. Ocha mengangguk.


Abi kemudian melajukan motornya menuju restaurant seafood. Restaurant yang dulu pernah mereka sambangi, namun Ocha menolaknya karena tak ingin berduaan dengan Abi. Tapi kini perasaan Ocha sudah berubah terhadap Abi, karena itu ia tak keberatan jika makan di restaurant yang bernuansa romantis itu berdua dengan Abi.


Saat mereka tiba di parkiran restaurant itu, semburat matahari senja sudah terbenam. Sang surya sudah tenggelam di balik gulungan ombak laut di samping restaurant itu.


"Mas sholat maghrib dulu ya, sebelum memesan makanan. Ocha mau ikut?" tanya Abi.


"Aku ... aku tunggu disini saja, eee ... aku lagi "dapet tamu", mas" ucap Ocha malu-malu.


Abi mengerutkan sejenak mendengar kata "tamu" namun kemudian otak cerdasnya langsung paham maksud Ocha.


"Ocha pesan saja dulu. Mas tinggal sebentar ya" ucap Abi lalu beranjak pergi ke area mushola mini di restaurant itu.


.


.


Abi baru saja selesai menunaikan ibadah sholat maghribnya ketika tampak dari kejauhan ia berjalan, Ocha tampak sedang duduk bersama seorang laki-laki. Abi mempercepat langkahnya untuk mengetahui siapa yang sedang berbicara dengan Ocha.


"Permisi .... " ucap Abi memecah obrolan mereka.


"Ah ini mas Abi, yang tadi aku ceritakan" ucap Ocha saat tau yang menyela obrolannya dengan lelaki itu adalah Abi.


"Oh ya, maaf kenalkan, saya Jono. Teman Ocha waktu kecil" ucapnya sambil berdiri dan mengulurkan tangan, memperkenalkan diri.


"Jono?" tanya Abi sedikit menegaskan apakah pendengarannya tidak salah. Hal itu dikarenakan lelaki yang menjabat tangan dirinya adalah seorang yang berperawakan "bule".


"Ah maaf, Jono adalah panggilan sayang Ocha pada saya. Nama asli saya Jhonson" ucapnya menyadari pertanyaan yang tak terlontar dari mulut Abi. Kemudian ia dengan wajah tanpa bersalah karena sudah mengganggu kencan Abi dan Ocha, mempersilakan Abi duduk di sampingnya. Wajah Abi langsung berubah menjadi keruh, ditambah lagi ia mendengar kata "sayang" dari mulut laki-laki lain terhadap Ocha.


"Panggilan sayang? Siapa dia? Apakah salah satu mantan Ocha?" gumam Abi dalam hati yang membuat hatinya bergejolak. Namun ia berusaha memasang wajah tenang di hadapan Ocha.


"Honey .... " tiba-tiba terdengar suara perempuan yang memanggil kata honey. Sontak membuat semua mata termasuk Abi juga menoleh ke arah sumber suara.


Seorang perempuan yang sedang hamil besar yang berwajahkan "bule" juga menyapa mereka. Dengan sigap Jono alias Jhonson berdiri dan mendekati perempuan itu.

__ADS_1


"Oh ya, kenalkan, ini istri saya. Tadi istri saya ke toilet, jadi belum sempat saya ajak berkenalan kemari" jelas Jono.


"Natalie .... " ucap perempuan itu dengan logat "bule" nya yang kental sambil menjabat tangan Abi dan Ocha.


"Ah ya, kalau begitu, kami permisi tidak akan mengganggu kencan kalian. Dah oh ya, Ocha, kutunggu your wedding invitation. Oke, have a nice date Ocha" ucapnya sambil mengerlingkan sebelah matanya pada Ocha lalu pergi menggandeng istrinya yang sedang hamil besar.


"Mas kenapa? Cemburu ya?" goda Ocha, tak tahan lagi melihat mimik wajah cemberut yang diperlihatkan Abi.


"Siapa? Cemburu? Mas, gak cemburu kok" ucap Abi mengalihkan pandangannya dari tatapan tajam Ocha, berbohong. Dalam hatinya, sejujurnya ada yang terbakar api cemburu, tapi kemudian padam saat melihat istri Jono mendekat.


"Iya deh Ocha percaya .... " ucap Ocha masih dengan senyum meledek Abi.


Tak lama kemudian pelayan restaurant mendekat lalu menghidangkan menu seafood yang sangat menggugah selera. Ada udang asam manis, ikan gurame bakar, kepiting saus padang dan cah kangkung seafood sebagai pelengkap nutrisi nabati, juga disediakan minuman khas restaurant itu yaitu es pelangi. Sebuah minuman dengan warna-warni layaknya pelangi dengan di dalamnya berisi berbagai macam potongan buah tropis.


Abi melihat satu persatu menu yang tersaji di meja. Menu pedas! Itu yang muncul dipikirannya yang membuatnya bingung harus memakan yang mana. Abi bukan seorang pecinta makanan pedas dan minuman dingin. Ia sangat menjaga asupan makanannya agar tetap sehat dan bugar. Karena itu, Abi tak pernah makan makanan pedas dan es.


"Kenapa, mas?" tanya Ocha penasaran, karena dari tadi Abi belum juga memulai aktivitas makannya.


"Mas, gak suka ya sama menu yang Ocha pesan?" tanya Ocha kemudian dengan raut wajah menyesal.


"Enggak kok, mas suka" ucap Abi tersenyum getir, lalu memulai mengambil nasi dan ikan bakar juga cah kangkung seafood.


Ocha memperhatikan Abi makan, ia sudah menduga bahwa Abi tak menyukai makanan pedas.


"Maafin aku ya, mas" ucap Ocha tiba-tiba.


"Maaf untuk apa?" tanya Abi disela kunyahannya.


Abi kemudian memanggil pelayan yang melewati mereka. Abi memesan air mineral untuknya.


"Maaf karena aku salah pilih menu" ucap Ocha pelan.


"Gak apa-apa ... 'kan Ocha belum mengenal mas lebih jauh, makanan apa saja kesukaan, mas" ucap Abi kemudian menenggak air mineral yang baru saja di suguhkan oleh pelayan.


"Sudah ... Ocha jangan berfikiran macem-macem. Ayo makan lagi, mas tau kok semua ini makanan kesukaan Ocha" ucapnya sambil mengulas senyum tulus.


.


.


"Haa..hh kenyang banget, mas. Aku harus habiskan semua menu ini sendirian. Mas tega banget" ujarnya sambil memasang wajah cemberut.

__ADS_1


"Alhamdulillah, Ocha bisa habiskan semuanya, hebat!" ucap Abi terkekeh melihat Ocha yang megap-megap kekenyangan.


"Mas tega! Nanti kalau aku tambah gendut gimana hayo?!" ucap Ocha masih memasang wajah cemberut.


"Memang kenapa kalau gendut, 'kan sehat?" ucap Abi lalu meneguk air mineral terakhirnya.


"Kalau aku gendut, nanti mas gak cinta lagi sama aku, ups .... " ucap Ocha lalu dengan refleks menutup mulutnya.


"Aduh ... kenapa keceplosan ngomong gitu sih, jadi malu 'kan? Mulut *****!" gumam Ocha dalam hati sambil menepuk-nepuk pelan mulutnya.


Abi yang mendengar ucapan spontan Ocha mendadak sumringah.


"Mas, bakal tetep cinta dan sayang kok sama Ocha, seperti apapun bentuk Ocha" ucap Abi lalu mengusap tangan Ocha yang bertengger di atas meja.


Semburat rona merah menyembul di kedua pipi Ocha.


"Oh ya, si Jono teman Ocha tadi tinggal dimana?" tanya Abi tiba-tiba. Ia masih penasaran dengan Jono.


"Ah, dia? Dia tinggal di Bali. Tapi hanya sementara. Karena setelah istrinya melahirkan, mereka bakal balik lagi ke Belanda, negara asal mereka" jelas Ocha.


"Terus, ngapain mereka ada di sini?" pertanyaan Abi kini lebih menelisik membuat Ocha mengerutkan keningnya.


"Oh mereka disini sedang ada proyek pengembangan hotel and resort milik mereka gitu. Mas kenapa tanya-tanya dia terus sih?! Masih cemburu ya .... " goda Ocha kembali.


"Enggak kok, siapa yang cemburu? Mas gak cemburu kok" tampik Abi sambil berlagak sok cool di depan Ocha. Ocha tersenyum geli melihatnya. Ia baru tahu kalau Abi sedang cemburu bisa selucu itu. Gemesin ih!


"Dia salah satu mantan kamu ya?" pertanyaan Abi yang satu ini membuat tawa Ocha pecah sejadi-jadinya.


"Loh kok ketawa? Kenapa?" tanya Abi bingung.


.


.


Kenapa hayoooo Ocha ketawa tungguin di episode selanjutnya ya...


🌺 hai readers..


jangan lupa like, komen dan votenya ya terima kasih


Lot's of love from Ro Miyoung 💕💕

__ADS_1


__ADS_2