
>>author<<
Rintik air hujan turun dari langit. Aroma tanah yang khas saat air hujan mengguyur bumi menguar memasuki celah jendela kamar Ocha. Udara malam ditambah cuaca dingin karena bumi yang tengah diguyur hujan lebat membuat Ocha menangkupkan tangannya erat.
Ocha duduk bersandar di kepala ranjangnya. Kakinya ia tekuk ke atas mendekat ke depan badannya. Berusaha mencari kehangatan dari suhu tubuhnya.
Malam belum terlalu larut, ia memegangi ponselnya, menatap kosong ponselnya. Terbesit ingatan kejadian tadi sore saat bersama Abi. Jantungnya kembali berdegup kala mengingat adegan saat wajah Abi yang mendekat perlahan mengikis jarak antara wajahnya dan wajah Abi.
Ada seulas senyum di bibirnya mengingat betapa malunya ia berharap Abi benar-benar menciumnya.
Ting ...!
Suara pesan masuk melalui ponselnya.
Ocha membuka pesan masuk itu.
"Ocha sedang apa sekarang?"
Pesan singkat dari Abi mendadak membuat wajah Ocha kembali bersemangat.
Ocha pun membalas pesan Abi.
"Lagi duduk aja" balas Ocha singkat, ia tak tau harus membalas apa. Saat jarinya ingin mengetik "Ocha, sedang rindu mas" tapi ia urungkan lalu menghapusnya kembali. Hingga akhirnya yang terkirim hanya pesan singkat itu.
"Mas kangen suara Ocha, boleh telpon gak?" pesan balasan dari Abi membuat senyum di wajah Ocha kian melebar.
Jantungnya berdegup dua kali lebih kencang dari sebelumnya. Apakah ini adalah perasaan jatuh cinta yang sekarang sedang Ocha rasakan? Entahlah, sesuatu yang baru buat Ocha. Perasaan penuh oleh atmosfir memabukkan hingga membangkitkan hormon oksitosin ke seluruh nadinya. Hormon yang dikenal sebagai hormon cinta.
Kriiing ... ponselnya berdering.
Ocha melihat nama pemanggil. Abi! Dengan sekali dering, Ocha langsung mengangkat ponselnya.
"Halo .... " dengan ragu dan penuh deg-degan Ocha menyapa orang yang ada di ujung sambungan telepon.
"Aku .... " wajah Ocha bersemu saat Abi menanyakan balik apakah ia juga punya perasaan rindu yang sama seperti dirinya saat ini.
"Aku juga kangen, mas Abi" ucap Ocha pelan. Tangannya tak hentinya meremas ujung bantal.
Benar saja kata orang, jika sedang dimabuk asmara, chat atau bahkan video call sampai berjam-jam pun tak begitu terasa. Sama halnya dengan Ocha dan Abi saat ini, mereka memulai percakapan via telpon dari jam delapan malam hingga beralih ke media videocall sampai jam satu dini hari. Membicarakan hal-hal remeh yang mereka anggap sangat manis untuk di dengar.
__ADS_1
Sesaat Ocha menguap dan terlihat oleh Abi.
Ocha melirik jam dinding di kamarnya. Jam dua dini hari! Pantas saja dirinya sudah menguap. Rasa kantuk mulai menggayuti kelopak matanya.
"Iya mas juga istirahat ya, wa'alaikum salam" Ocha menutup sambungan videocall dari Abi.
Hujan di luar nampaknya belum berhenti, seolah air langit ingin memberikan kesejukan bagi manusia yang tengah terlelap.
Ocha meletakkan ponselnya di atas nakas setelah sebelumnya mengganti nama pemanggil mas Abi menjadi sayangku. Ocha tersenyum sejenak melihat tulisan sayangku pada nomer Abi di ponselnya. Setelah itu ia menarik selimutnya dan beranjak menjemput mimpi dalam tidurnya.
.
.
.
Tok ... tok ... tok ...
"Ocha ... !" suara mamanya mengetuk pintu dan memanggil Ocha dari balik pintu kamar Ocha.
"Sayang, bangun nak! Ocha ada jadwal mengajar gak hari ini?" tanya mamanya kemudian.
Hening. Tak ada jawaban dari dalam kamar. Rupanya Ocha terlelap tidur karena semalam baru tidur pukul tiga dini hari dan ditambah cuaca dingin setelah hujan membuatnya terbuai oleh alam mimpi.
Ocha tidak pernah mengunci pintu kamarnya sejak kecil. Hal itu dikarenakan trauma nya terhadap kegelapan yang membuat ia sewaktu-waktu kambuh, sehingga dengan tidak mengunci pintu, mama ataupun papanya bisa dengan segera masuk ke kamar Ocha jika traumanya kambuh.
"Ocha ... bangun nak" mamanya menggoncang tubuh Ocha. Ocha menggeliat sebentar, kemudian kembali tidur.
"Ye ... nih anak susah banget dibanguninnya!" ucap mamanya.
"Nak Abi saja yang bangunin, tante mau ke dapur, menyiapkan sarapan buat Ocha" ucap mamanya.
Mendengar mamanya menyebut kata Abi, mata Ocha langsung membelalak. Bagaimana bisa mamanya mengijinkan mas Abi masuk ke dalam kamarnya. Ia langsung terperanjat dari tidurnya.
"Nah 'kan akhirnya bangun juga. Denger kata Abi, baru deh bangun. Udah buruan sana mandi, terus sarapan! Mama tunggu ya, gak pake lama!" ucap mamanya lalu keluar kamar Ocha. Ternyata itu hanya trik mamanya saja supaya Ocha bangun dari tidurnya.
"Ih mama usil!" dengus Ocha. Ia akhirnya dengan masih ada tersisa rasa malas yang menggayuti, ia menyambar handuknya dan masuk ke kamar mandi.
.
__ADS_1
.
Ocha masih mengenakan handuk kimononya, rambutnya yang masih basah ia keringkan dengan handuk kecil di tangan kanannya. Jam di dinding menunjukkan pukul sembilan pagi.
Hari ini, Ocha tak ada jadwal mengajar dan juga sudah tentu papanya sudah berangkat ke kantor. Karena dua hal itu, Ocha memberanikan diri keluar kamar hanya dengan mengenakan handuk kimononya dan menggulung rambut basahnya dengan handuk kecil tadi. Ia malas jika langsung berganti pakaian terlebih dahulu.
"Aaaa ... !!!" teriakan Ocha membuat mama Reni panik dan bergegas lari dari dapur.
"Kok mas Abi ada di sini?!" seru Ocha kaget. Saat tau ada Abi yng sedang duduk di kursi makan, ia langsung membalikkan badannya. Bagaimana tidak, handuk kimono yang ia kenakan panjangnya hanya sebatas pahanya.
Abi yang sedang menyeruput tehnya, sontak tersedak mendengar teriakan Ocha. Ia bahkan tak menyadari kehadiran Ocha. Saat Ocha berteriak, barulah ia menoleh ke arah sumber teriakan.
"Ada apa, Cha?! Bikin mama jantungan aja deh. Mama buru-buru ninggalin masakan di kompor pas denger teriakan Ocha. Ada apa sih?!" tanya mamanya cemas.
"Itu, kenapa ada mas Abi di sini?" tanya Ocha.
"Ya ampun, kirain mama kamu teriak ada hal genting apa, gara-gara itu kamu teriak?" tanya mamanya jengkel.
.
.
.
πΊ hai readers..
Yeayy... besok lebaran pake baju baru, makan ketupat trus mejeng ke rumah babang ganteng dan si cantik neng Ocha heheee
Happy Eid Mubarak ya readers. Author ucapkan mohon maaf kalau ada salah kata dalam penulisan novel yang membuat tidak berkenan di hati readersπ
Sebagai hadiah, author kasih up 2 bab ye moga bisa menemani malam takbiran kalian π
Terima kasih karena sudah setia menemani perjalanan Ocha dan Abi.
Saat ini author sedang berusaha untuk bisa up setiap hari, mohon readers mau bersabar menanti Ocha dan Abi up ya, terima kasih ...
Berusaha terus memperbaiki tulisan author supaya layak dibaca oleh readers π
Oke gaess jangan lupa jempolnya dimainkan ya, bantu untuk like, komen dan votenya ya teman-teman, jadikan novel ini sebagai novel favorite kalian ya terima kasih teman-teman...
__ADS_1
babay....π
Lot's of love from Ro Miyoung ππ