Dia.. Jodohku

Dia.. Jodohku
Bab 54


__ADS_3

>>author<<


Sudah lima hari cincin pengikat bertengger di jari manis Ocha. Dan kegiatan hari-hari Ocha pun sudah berbaur direcoki oleh Abi. Semenjak setelah acara pertunangan berlangsung, Abi kian getol memperhatikan Ocha. Setiap malam mau tidur dan pagi hari, ponsel Ocha selalu berdering. Dan si pemanggil di ujung telpon sana adalah Abi. Entah jika malam hari untuk mendengar suara Ocha saja atau hanya sekedar mengucapkan selamat tidur dan pagi hari hanya untuk membangunkan sholat subuh.


Ocha sendiri selalu meladeni telpon dari Abi dan tidak merasa risih, entah karena mengerti kewajibannya yang sekarang sebagai tunangan Abi ataupun memang ingin mengenal Abi lebih jauh. Ocha menceritakan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukannya esok hari pada Abi, termasuk pun hari ini. Ocha menceritakan bahwa hari ini ia akan memulai pekerjaan barunya sebagai asisten dosen di kampusnya.


"Sayang, pulang jam berapa? Mau mas jemput?" tanya Abi di ujung sambungan telpon.


Pagi-pagi Abi sudah menelpon membangunkan Ocha sholat shubuh dan sebelum Abi berangkat mengajar pun ia kembali menelpon calon istrinya itu terlebih dahulu.


"Ga usah, mas. Aku belum tau jadwal tetapku sampai jam berapa selesainya. Aku berangkat naik motor sendiri saja" ucap Ocha menolak halus.


"Oh oke kalau begitu, hati-hati ya naik motornya. Jangan melamun di jalan, jangan sampai lecet calon istri, mas" ucap Abi yang membuat pipi Ocha merona.


"Ih .... apaan sih mas! Iya nanti Ocha hati-hati naik motornya" ucap Ocha malu digombalin pagi-pagi.


"Ya sudah, mas berangkat dulu ya, sayang. Assalamualaikum .... " ucap Abi kemudian sambungan telpon pun terputus.


"Wa'alaikum salam" ucap Ocha.


"Ehem ... ! Duh senangnya ditelponin terus nih setiap hari sama calon suami" ledek mama tiba-tiba saat Ocha hendak duduk di kursi makan.


"Biasa deh mama suka ngeledek Ocha ... Oh ya, papa mana mah kok gak ikut sarapan?" tanya Ocha sambil mengunyah roti sandwich di hadapannya.


"Papamu ya sudah berangkat ke kantor, sayang. Kamu sih bangunnya kesiangan" ujar mamanya.


"Kamu mau berangkat ke kampus jam berapa?" tanya mamanya.


"Menurut info sih, nanti jam sembilan pak Aditya ada kelas hari ini" ucap Ocha santai masih sibuk dengan kunyahannya.


"Awas loh, kamu jangan macem-macem sama cowok lain! Inget! Kamu udah punya mas Abi, jadi jangan aneh-aneh di kampus" ucap mamanya.


"Ih apaan sih mama tuh lebay deh! Aku di kampus tuh mau kerja mah, bukan mau mejeng jelalatan. Aneh aja deh mama pikirannya .... " ujar Ocha.


"Ya, mama 'kan cuma mau ngingetin kamu aja. Jangan sampai menyakiti hati menantu ganteng kesayangan mama itu" ucap mamanya.

__ADS_1


"Biasa deh, lebaynya kumat ... Udah ah, Ocha mau berangkat sekarang" ucap Ocha kemudian menandaskan susu putih yang disediakan mamanya.


"Lah kok berangkat sekarang? Ini masih jam delapan, Cha!" tanya mamanya.


"Ocha mau mampir ke rumah Nisa dulu sebentar! Udah ya mah, Ocha berangkat assalamualaikum .... " ucap Ocha lalu ngeloyor pergi.


.


.


Ocha berkali-kali melirik jam di tangannya. Sudah lewat tiga puluh menit dari jam yang dijanjikan yaitu jam sembilan, namun dosen yang bernama pak Aditya tak kunjung datang.


"Kalau gak bisa disiplin waktu begini, bagaimana bisa mendisiplinkan mahasiswanya, huh kesal!" rutuknya.


"Siapa yang anda sebut tidak disiplin?" ucap seseorang yang kini berdiri di hadapan Ocha.


"Eh, gak pak maaf .... " ucap Ocha kikuk.


"Anda siapa? Ada perlu apa duduk di depan meja saya?" ucapnya.


"Ada yang aneh dengan wajah saya?!" tanya laki-laki itu lagi.


"Ah, gak pak maaf. Saya ... saya sedang menunggu pak Aditya" ucap Ocha berusaha dengan nada sesopan mungkin.


"Ada perlu apa dengan pak Aditya?" tanyanya lagi.


"Ah ya, saya adalah kandidat yang lulus melamar untuk menjadi asisten dosen pak Aditya" ucap Ocha.


"Hm ... Jadi anda kandidat yang lolos seleksi penerimaan asisten dosen untuk saya?" tanyanya.


"Lumayan manis juga!" gumam laki-laki itu yang ternyata adalah pak Aditya.


"Iya pak" ucap Ocha sambil mengangguk sopan.


"Oke, saya sudah membaca daftar riwayat hidup anda dan saya cukup terkesan dengan nilai yang didapat oleh anda selama mengenyam di bangku kuliah kemarin. Oh ya, saya sampai lupa memperkenalkan diri. Saya Aditya Nugroho. Dosen yang akan menjadi mentor anda selama satu semester ini" ucapnya sambil mengulurkan tangan pada Ocha.

__ADS_1


"Saya Ocha pak, bapak bisa panggil saya dengan nama itu" ucap Ocha dibubuhi dengan senyuman santunnya.


Aditya melihat ceruk di pipi Ocha saat tersenyum tadi, itu yang membuatnya sempat terpesona oleh penampilan Ocha.


"Baiklah, sebenarnya hari ini saya ada jadwal mata kuliah untuk mahasiswa semester tiga. Namun yah ... dikarenakan saya mengobrol dengan anda di sini dan sudah sangat terlambat jika saya harus masuk kelas sekarang, maka dari itu, saya berikan schedule untuk besok dan selanjutnya selama satu semester" ucapnya.


Ocha memutar bola matanya jengah, tanpa diketahui oleh Aditya. Ia menggerutu dalam hati.


"Lah emang dia udah terlambat dari awal, bukan salah aku dong dia terlambat masuk ke kelas. Dasar dosen aneh!"


"Saya rasa, semua sudah tertera di sini dan sudah dapat anda pahami apa saja tanggungjawab anda menjadi asisten dosen saya. Pertemuan kita hari ini sudah cukup sampai di sini, permisi saya ada keperluan lain lagi" ucap Aditya sambil lalu meninggalkan Ocha di dalam kantor.


"Apa ini?! Tugasku banyak banget. Ini sih sama aja aku gantiin dia mengisi mata kuliah selama satu semester! Belum lagi aku juga yang membuat jurnal laporan dosen setiap hari. Astaga! Stress kayaknya tuh dosen!"


Ocha menggerutu sepanjang jalan setelah tadi ia membaca kertas yang disodorkan Aditya sebagai daftar pekerjaan yang harus dilaksanakan Ocha. Ia jengkel bukan main pada laki-laki itu. Bagaimana nanti ia bisa bekerja sama dengan orng yang tidak bisa mempunyai disiplin waktu.


Sampai Ocha di parkiran motor, tiba-tiba ponselnya berdering.


"Telpon dari mas Abi" gumamnya.


"Halo, mas ... Iya aku baru selesai. Makan siang? Dimana? Oh, ya sudah Ocha ke sana sekarang. Iya, Ocha bakal hati-hati naik motornya" ucap Ocha lalu menekan tombol akhiri pada ponselnya.


Ocha sudah mengenakan helm dan bersiap menarik gas motornya tiba-tiba seseorang memanggilnya.


"Ocha!" serunya.


🌺 hai readers..


Terima kasih karena sudah setia menemani perjalanan Ocha dan Abi.


Kira-kira siapa ya yang memanggil Ocha? Ikutin terus ya..


Oke gaess jangan lupa jempolnya dimainkan ya untuk like, komen dan votenya ya teman-teman, terima kasih teman-teman...


babay....😘

__ADS_1


Lot's of love from Ro Miyoung 💕💕


__ADS_2