Dia.. Jodohku

Dia.. Jodohku
Bab 35


__ADS_3

>>author<<


Tok..tok..


"Cha, Ocha sayang, bangun nak, sudah waktunya solat subuh nih" ucap bu Arni. Ia mengetuk pintu kamar berulang kali membangunkan Ocha, tapi tidak ada jawaban dari dalam kamar.


"Mungkin sedang PMS, jadinya lanjut tidur" gumam bu Arni.


Ocha memang bukan gadis yang taat beribadah, kewajiban sholat lima waktunya masih bolong-bolong. Ini adalah salah satu yang disesali mama Reni. Ia salah mendidik Ocha dalam hal agama. Dulu, karena saking sayangnya terhadap Ocha, mama Reni selalu mengendurkan aturan-aturan agama pada Ocha. Ia tidak pernah memaksakan ataupun marah kepada Ocha jika melalaikan sholatnya.


Ia sangat mememanjakan Ocha. Hal itu dikarenakan, Ocha adalah anak satu-satunya dan terakhir bagi hidup mama Reni. Ia tidak mau kehilangan anak lagi seperti sebelumnya. Sedangkan papa Irawan dikarenakan kesibukannya dinas ke luar kota, sehingga ia tidak pernah mengecek perkembangan Ocha.


Di mata papa Irawan, Ocha sudah tumbuh dengan baik menjadi gadis yang membanggakannya. Hanya sifat keras kepala Ocha sajalah yang sering membuat mama Reni geleng-geleng kepala.


"Mas, coba kamu ketuk pintu kamar bangunkan Ocha, suruh sarapan dulu" ucap bu Arni saat melihat anaknya sudah rapi berpakaian siap untuk berangkat kerja.


Tok..tok..tok..


"Ocha, sudah bangun belum? Ayo sarapan dulu" ucap Abi mengetuk-ngetuk pintu kamar perlahan.


Sebenarnya Ocha enggan bangun pagi itu, karena suhu ruangan dan kasur yang empuk ditambah cuaca di luar masih turun hujan rintik-rintik. Sehingga ia enggan membuka selimutnya. Tapi karena perutnya meronta untuk diisi, akhirnya dengan rasa malas iapun bangun dari ranjang.


Saat ia hendak ke kamar mandi, ia kebingungan mencari handuknya. Ia bongkar kopernya mencari-cari handuk, hingga akhirnya ia ingat bahwa handuknya tertinggal di rumahnya. Ia ingat bahwa saat mas Abi menjemputnya ke rumah semalam, ia masih menggunakan handuk kimono nya setelah mandi sore tadi.


Plakk!! Ia menepuk jidatnya.


"Aduh Ocha, kamu kok bisa lupa sih, bodoh!" oceh Ocha sambil mondar-mandir.


"Sekarang aku mandi pakai apa dong, duh bodoh!" rutuknya. Sesaat kemudian ia melirik lemari baju milik Abi. Ada sebuah handuk kimono berwarna hitam bertengger di gagang pintu lemari. Terbesit ide di pikiran Ocha untuk memakainya, tapi Ocha masih ragu.


"Ambil gak ya? Ehmm.. bingung" gumamnya.


Dengan perasaan terpaksa, ia akhirnya mengambil handuk milik Abi kemudian ia bergegas ke kamar mandi.


.

__ADS_1


.


"Bu, mas berangkat dulu ya, oh iya bu, nanti sore, mas mau mampir ke bengkelnya Bagas" ucap Abi sambil membereskan dasi di kerah kemejanya.


"Loh kok ke bengkel Bagas? Kamu 'kan harus anterin Ocha ke rumah sakit" ucap ibunya.


"Ke bengkel Bagas cuma sebentar kok bu, setelah itu, baru mas anter Ocha pulang" jelasnya sambil berjalan mengambil sepatu kerjanya.


"Mas berangkat dulu bu, assalamualaikum" ucap Abi sambil mencium tangan ibunya lalu bergegas keluar mejalankan motor kesayangannya.


"Wa'alaikum salam, hati-hati, mas" jawab bu Arni.


.


.


Ocha bergegas mengenakan pakaiannya setelah mandi. Perutnya sangat lapar tapi ia pun segan untuk keluar kamar. Ia masih malu mondar-mandir seenaknya di rumah orang lain.


Tok..tok..tok..


"Ocha.. sudah bangun belum? Ayo sarapan dulu nak" suara bu Arni dari balik pintu.


"Ayo sarapan dulu cantik, ayo" ucap bu Arni sambil meraih tangan Ocha menuju meja makan.


Di meja makan, bu Arni sudah menyajikan berbagai menu makanan. Ocha langsung tertuju pada salah satu makanan yang tersaji di depannya. Apalagi kalau bukan udang asam manis kesukaannya. Ia langsung menyendokkan nasi ke atas piringnya tanpa malu-malu lagi karena perutnya sudah berontak minta diisi.


"Ocha sayang, nanti sore mas Abi yang antarkan kamu ke rumah sakit ya" ucap bu Arni. Ia duduk di sebelah Ocha.


"Iya tante" jawab Ocha singkat lalu melanjutkan mengunyah makanannya.


Drrtt..drrrtt... suara getar ponsel bu Arni berbunyi. Bu Arni lalu mengambil ponselnya yang sedari tadi tergeletak di atas meja makan. Ia melihat nama pemanggil pada layar ponselnya, ternyata bu Reni.


"Halo assalamualaikum jeng Reni, gimana keadaan suaminya?" sapa bu Arni.


"Iya jeng, Ocha sekarang lagi sarapan nih, iya nanti sore mas Abi yang anterin Ocha ke rumah sakit, oh begitu ya jeng, ya sudah nanti saya sampaikan, iya jeng assalamualaikum" bu Arni mengakhiri sambungan teleponnya.

__ADS_1


"Ocha sayang, papa kamu sudah diperbolehkan pulang nanti sore, jadi kamu pulangnya nanti sore tidak usah ke rumah sakit lagi, tapi langsung pulang ke rumah saja" celoteh bu Arni.


"Papa sudah sembuh tante?! Yang bener?!" ucap Ocha dengan mata berbinar.


"Iya, tadi mama kamu telpon, bahwa papa kamu Alhamdulillah sudah membaik dan diperbolehkan pulang oleh dokter, meskipun harus rutin ikutin jadwal check up untuk memantau perkembangan kesehatannya" jelas bu Arni.


"Syukur Alhamdulillah papa sudah sehat" ucap Ocha lega.


"Jadi nanti sore mas Abi antar kamu ke rumahmu dulu, lalu dia akan bawa mobil papamu untuk menjemput papa dan mamamu pulang dari rumah sakit" jelas bu Arni.


"Iya tante" ucap Ocha santun.


"Ocha nambah lagi dong nasinya, tuh lauknya masih banyak, ayo jangan malu-malu ya" ucap bu Arni sambil menyodorkan tempat nasi ke hadapan Ocha.


Ocha menyendokkan lagi nasi dan lauk kesukaaannya ke atas piringnya. Entah karena laparkah atau memang masakan bu Arni sangat enak sehingga Ocha makan dengan lahapnya. Bu Arni tersenyum melihat Ocha makan dengan begitu lahapnya. Ia jadi teringat Meta anak perempuannya. Mengingat Meta, raut wajah bu Arni kemudian berubah muram.


"Ocha sayang, tante tinggal ke kamar dulu ya, nanti kalau sudah selesai biarkan saja di meja. Biar nanti piring kotornya dibereskan bi Anah" ucap bu Arni kemudian melangkah meninggalkan Ocha menuju kamarnya.


.


.


.


.


🐱🐱🐱 (curhatan Miyoung)🐱🐱🐱


Hai readers, terima kasih karena masih setia menunggu Ro up. Maafkan ya Ro lama up nya, dikarenakan kesibukan mengurusi beberapa tugas pribadi dan tugas anak-anak yang masuk karena 14 hari home schooling (hahaaa istilah bikin sendiri) alias sekolah dari rumah, jadi waktuku tersita karena mengoreksi tugas-tugas anak2ku yang masuk 😭


Mata sampe panas on terus hampir 24 jam (hehe lebay) mantengin hp mulu.


Tetep sehat dan tetap jaga pola hidup bersih dan sehat, semoga badai wabah ini segera berlalu...


Tetap semangat meskipun harus bekerja dari rumah ya (edisi memotivasi diri sendiri 🤓)

__ADS_1


Semoga ke depannya bisa lancar jaya UP UP UUUPP


Terima kasih sudah baca curhatan receh Miyoung 😁🙏🙏


__ADS_2