Dia.. Jodohku

Dia.. Jodohku
Bab 30


__ADS_3

>>author<<


"Abi di mana Cha?" tanya papanya. Abi kemudian bangun dari sofa yang ada di samping ruangan.


"Ya pak, saya di sini" ucap Abi.


"Ma tolong bawa Ocha keluar dulu, papa mau bicara sama Abi" pinta papa Irawan, mama Reni mengerti permintaan suaminya. Ia kemudian membawa Ocha yang mengerutkan dahi keluar ruangan. Ocha yang kebingungan digiring mamanya ke arah kantin rumah sakit.


"Ma, papa mau ngomong apa sih sama mas Abi? Kok kita gak boleh denger?" tanya Ocha kemudian saat duduk di kursi kantin rumah sakit.


"Ssstt.. udah jangan banyak curiga gitu, ayo makan dulu" ucap mamanya menyodorkan piring berisi nasi goreng seafood yang ia pesan tadi untuk makan siang anaknya. Ocha terheran kenapa hanya ada satu piring di meja.


"Mama belum lapar, nanti saja mama makan bareng papa. Oh ya kamu coba kirim pesan ke ponselnya Abi, suruh dia menyusul ke sini. Pasti dia juga belum makan siang" pinta mama Reni.


"Tapi ma, Ocha gak punya nomer whatsapp mas Abi" ucap Ocha. Mama tercengang mendengar ucapan anaknya.


"Kamu belum punya nomer Abi?! Ya ampun Cha... mama kira, kamu sudah punya nomer ponsel Abi. Padahal sudah sering jalan bareng tapi masih belum punya nomernya" ucap mama Reni sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan sikap cuek anaknya pada calon menantunya. Ocha nyengir mendengar omelan mamanya.


"Halo jeng, iya suami saya di rawat di rumah sakit... iya karena terlalu stres dengan kerjaan mungkin jeng... iya gak apa-apa jeng. Oh ya saya mau minta nomer ponsel Abi... iya Abi sedang ada di ruangan pasien sama suami saya, ini saya sama Ocha sedang makan siang, mau telpon Abi tapi Ocha gak punya nomer Abi... Iya emang anakku itu ampun deh. Oke deh jeng ditunggu ya" celoteh mama Reni saat menelepon mamanya Abi.


"Nih nomernya! Kamu saja yang telpon Abi!" perintah mama Reni. Ia kemudian menunjukkan nomer ponsel Abi yang di kirim oleh mamanya Abi ke ponselnya.


Ocha kemudian menelpon Abi.


Tuut..tuut..


"Gak diangkat ma" ucap Ocha.


"Coba kamu telpon lagi" perintah mamanya. Ocha menurut, ia kemudian menelpon lagi. Dan panggilan yang kedua diputus oleh Abi. Ocha mencoba sampai berkali-kali tapi tetap saja panggilan di putus.


"Ma gimana dong, telponnya ditolak terus" keluh Ocha. Ia sudah malas melanjutkan menelpon Abi.

__ADS_1


"Coba sekali lagi, ini yang terakhir, setelah ini kalau masih ditolak telponnya, kita bawakan saja makan siang Abi ke kamar papa" ucap mamanya.


Tuut..tuut..


"Sudah saya bilang tolong jangan telpon lagi, saya sudah punya tunangan!" terdengar suara dari ujung telpon dengan nada kasar. Ocha mengernyitkan dahi, apa benar ini nomer Abi.


"Ini benar mas Abi? Ini Ocha mas" ucap Ocha setelah selesai mendengar suara kekesalan dari ujung telpon.


"Oh maaf aku pikir.. ya ada apa Cha?" ucap Abi tergagap, malu karena telah salah mengira.


"Emang mas pikir aku ini siapa? Kok tadi dia marah-marah dan menyebut dirinya sudah punya tunangan. Hemm..sudahlah tidak perlu dipikirkan" gumam Ocha dalam hati.


"Anu.. ehm urusan mas dengan papa sudah selesai belum? Aku disuruh mama telpon mas untuk makan siang di kantin sini" ucap Ocha.


"Sudah selesai kok, ini mas lagi jalan di lorong, sebentar lagi mas ke situ ya. Oh ya ini nomer milik siapa?" tanya Abi.


"Nomerku, tadi mama minta nomer mas ke tante Arni, gak apa-apa kan aku simpan nomer mas?" tanya Ocha hati-hati.


"Iya boleh Cha, mas matikan telponnya ya, udah di depan kantin nih" ucap Abi. Ocha kemudian melihat ke arah depan kantin dan membalas lambaian tangan Abi. Abi kemudian mendekati meja Ocha dan mamanya.


"Nak Abi mau makan apa? Biar tante yang pesankan" ucap mama Reni kemudian setelah Abi duduk di hadapan Ocha.


"Gak usah repot-repot tante, biar nanti Abi pesan sendiri saja" ucap Abi sopan.


"Ya sudah kalau begitu, tante tinggal kalian dulu, gak apa-apa kan? Ocha, mama balik ke kamar papa dulu ya, oh ya, kamu nanti pulang saja ya sama Abi. Mama malam ini mau menginap di sini" ucap mama. Ocha mengangguk mengerti perintah mamanya.


Abi tak lantas memesan makanan, perasaannya sedang gembira, ia akhirnya mendapatkan nomer ponsel Ocha hingga mengikis rasa laparnya.


"Mas kok belum pesan makanan? Mau aku pesankan?" tanya Ocha heran melihat Abi terus saja menatapnya yang sedang asyik makan.


"Lihat kamu makan denga lahap saja sudah bikin perut mas kenyang" goda Abi.

__ADS_1


"Apa sih mas tuh" ucap Ocha malu-malu.


"Mas ayo makan dulu, nanti sakit perut loh" desak Ocha, ia merasa kikuk dan salah tingkah karena Abi terus-terusan menatapnya yang sedang makan. Abi akhirnya memesan makanan juga karena memang rasa laparnya datang lagi.


.


.


"Makasih mas udah anterin aku" ucap Ocha.


"Kamu beneran berani di rumah sendirian?" tanya Abi was-was. Ia merasa tidak tenang meninggalkan Ocha sendirian di rumahnya.


"Iya berani mas, aku sudah biasa kok" ucap Ocha meyakinkan Abi.


"Ya sudah, kalau ada apa-apa, langsung telpon mas ya" ucap Abi lalu pamit pergi pulang.


.


.


Selama di perjalanan, Abi berkali-kali melirik ponselnya, kalau-kalau saja ada telpon dari Ocha. Ia sangat mengkhawatirkan Ocha yang tinggal di rumahnya sendiri.


Tiba-tiba ponselnya berdering. Ia langsung menjawabnya tanpa melihat lagi nama pemanggil di ponsel.


"Ada apa Cha? Kamu gak kenapa-kenapa kan?" ucap Abi tanpa jeda.


"Ini ibu mas, bukan Ocha, kamu tuh ya ngebut gitu ngomongnya, emang ada apa?" tanya ibunya dari seberang telpon. Abi lalu menjelaskan pada ibunya bahwa Ocha sekarang tinggal di rumah sendirian karena mamanya menemani papanya di rumah sakit.


"Oh gitu, ibu tadi mau minta tolong ke kamu, tolong kamu beli buah-buahan untuk persediaan di rumah sudah habis. Oh ya sekalian kamu belikan juga parcel buah untuk diberikan ke tante Reni di rumah sakit" ucap ibunya di telpon. Abi menggunakan fitur pengeras suara, karena ia sedang fokus menyetir mobil.


"Ya bu, nanti Abi mampir ke minimarket terdekat terus langsung ke rumah sakit lagi" ucap Abi. Kemudian Abi menutup sambungan telpon dengan ibunya. Ia lalu meluncur ke minimarket terdekat untuk membeli pesanan buah-buahan untuk ibunya.

__ADS_1


__ADS_2