
>>author<<
#flash back on Ocha
SITI KAUTSAR IRAWAN alias Ocha. Nama pemberian dari mama dan papanya. Nama yang menurut Ocha adalah nama jadul tapi memiliki sejarah tersendiri. Pernah saat Ocha berusia 10 tahun (kelas 4 SD), ia bertanya bahkan nadanya lebih terlihat seperti sebuah protes pada mamanya.
"Kenapa sih ma, nama Ocha jelek banget!" protes Ocha kecil pada mamanya, setelah melemparkan tas bergambar Barbie nya ke atas sofa, kesal. Tentu saja tas itu pilihan mamanya, supaya anaknya lebih terlihat selayaknya anak perempuan lainnya.
"Ada apa ini anak mama, baru pulang sekolah kok udah ngambek, kenapa sayang..?" ucap mamanya lembut pada Ocha kecil.
"Ocha ga suka sama nama Ocha, temen-temen Ocha ngeledekin nama Ocha! Katanya nama Ocha jadul! Kayak nama bibi kantin, bi Siti Romlah!"
"Loh kenapa dengan nama Siti? Bagus kok, kan di cerita sejarah nabi, banyak yang namanya Siti. Para perempuan-perempuan yang cantik, tangguh dan terkenal akan keimanannya, kamu seharusnya bangga dong punya nama mewakili nama mereka" jelas mama menyemangati anaknya agar tidak merajuk lagi perihal namanya, Siti. Tapi mulut Ocha masih cemberut, belum bisa melepaskan kekesalannya.
"Kamu mau tahu kenapa mama dan papa memberikan nama SITI KAUTSAR IRAWAN?" ucap mama membelai rambut ikal Ocha kecil. Sedangkan Ocha hanya diam lalu merebahkan kepalanya di pangkuan mamanya. Berusaha mendengarkan cerita mamanya.
"Dulu kamu adalah anak pertama mama yang hidup setelah 9 bulan. Sebelum kamu, mama sudah 3 kali keguguran di usia 4 bulan. Dokter bilang rahim mama terlalu lemah, sehingga janin yang dikandungan mama tidak bisa bertahan lama. Setahun kemudian, mama hamil lagi. Mama sangat senang sekali" ucap mama sesekali mengusap kepala Ocha kecil disela ceritanya.
__ADS_1
"Saat tahu kamu bisa bertahan sampe 9 bulan, mama bersyukur sekali. Hingga tiba saat mama mau melahirkan. Saat itu sudah tengah malam sekitar jam 1 malam. Mama sudah mulai kesakitan mau melahirkan kamu. Tapi papa sedang tidak ada di rumah. Papa sedang dinas ke luar kota, di kota Bandung. Mama kebingungan, akhirnya mama menelepon bi Minah. Bi Minah adalah pembantu mama dulu dari mulai mama sebelum menikah dengan papa" mamanya menghela nafas sejenak.
"Rumah bi Minah tidak jauh dari rumah mama yang dulu. Ia hidup sendirian di rumahnya, anak-anaknya pergi merantau di Jakarta. Setahun sekali saat lebaran barulah anak-anak bi Minah pulang" ucap mama.
"Beberapa menit kemudian bi Minah datang. Sebelum menelepon bi Minah, mama sudah menelepon bidan terdekat di rumah mama. Tapi bu bidan sedang ada pasien di rumahnya. Bi Minah berniat membawa mama ke rumah bidan itu, tapi karena mama sudah merasa kesakitan, akhirnya mama melahirkan kamu dibantu oleh bi Minah" mata mama menerawang berusaha mengingat wajah tua bi Minah.
"Dan ternyata bi Minah dulu pernah beberapa kali mendampingi bu bidan menangani proses persalinan, jadi bi Minah sedikit mengerti bagaimana menangani mama saat itu. Selang beberapa menit kamu lahir, bu bidan datang dan langsung mengambil alih tugasnya menyelesaikan proses persalinan mama."
"Terus ma, gimana kelanjutannya, Ocha penasaran" tanya Ocha kecil antusias.
"Setelah kamu lahir mama menelepon papa dan menceritakan proses waktu mama melahirkan kamu. Setelah menerima kabar gembira dari mama, papa langsung meminta ijin ada atasan papa di sana dan langsung pulang ke rumah. Sekitar jam 8 pagi, papa sudah sampai rumah" ucap mamanya.
"Trus apa hubungannya dengan nama Siti ma?" tanya Ocha masih belum menemukan jawaban kenapa diberikan nama Siti pada namanya. Mama tidak langsung menjawab pertanyaan Ocha, mama tersenyum melihat anak semata wayangnya. Sungguh anugerah yang luar biasa yang diberikan Tuhan untuknya dan suaminya.
"Jadi setelah papa kamu tahu, kalo yang membantu mama melahirkan adalah bi Minah, maka papa memutuskan untuk memberikan nama kamu dengan nama bi Minah."
Dahi Ocha mengkerut, ia tak mengerti kenapa namanya malah Siti? Kenapa bukan nama Minah? Seolah mamanya mengerti kebingungan Ocha, mama Reni kemudian menjelaskan bahwa nama panjang bi Minah adalah Siti Aminah. Papa mengambil nama depan bi Minah agar mengingatkan kebaikan dan ketulusan bi Minah membantu persalinan mamanya.
__ADS_1
Awalnya papa Irawan mau memberi nama depan dengan Aminah, tapi mama Reni menolak ia lebih suka dengan nama Siti. Menurut mama Reni, nama Siti mengingatkannya pada almarhumah nenek tercinta nya, Siti Sarah.
"Oh begitu ceritanya ya ma.. " Ocha membulatkan mulutnya membentuk huruf O.
"Dalam namamu, mama dan papa berharap kamu menjadi anak yang mempunyai ketulusan dan kesabaran seperti bi Minah, dan KAUTSAR artinya telaga kautsar. Mama berharap kamu bisa memberi banyak manfaat dan kebaikan di sekitarmu seperti telaga Kautsar yang menyejukkan. Semoga kamu selalu bisa memberi kesejukkan pada orang-orang yang menyayangimu nak.." mama Ocha mengecup kening Ocha sambil meniupkan doa semoga anak semata wayangnya selalu diberikan kesehatan dan dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
"Ehm ma, tapi kenapa Ocha ga punya adik ma? Kan kalo Ocha punya adik, nanti adik Ocha saja yang dikasih nama Siti" ucap Ocha masih ngeyel tetap tidak suka dengan nama pemberian mamanya, Siti.
Mama Reni terdiam sejenak, raut mukanya menunjukkan ada kesedihan di dalamnya.
"Maafkan mama ya sayang, mama sudah tidak bisa lagi memberikan kamu adik" ucap mama dengan nada menyesal.
"Rahim mama bermasalah sehingga beresiko jika mama hamil lagi" ucap mama sambil membelai gadis di depannya.
Ocha sedikit kecewa mendengar penjelasan mamanya. Tapi sesaat kemudian ia mengerti dan tidak bertanya lagi tentang nama Siti ataupun meminta adik. Ia tidak mau melihat mamanya bersedih.
__ADS_1
Kurang lebih gitu deh rambut ikal punya Ocha, tapi lebih hitam ya warnanya. Bisa bayanginnya kaan..hehe