Dia.. Jodohku

Dia.. Jodohku
Bab 16


__ADS_3

>>Author<<


Sabtu pagi.


Sudah beberapa kali hari sabtu, Abi datang ke rumah Ocha. Dengan alasan membetulkan laptop papanya yang rusak. Dan setiap sabtu itu pula, Ocha tak pernah mempedulikan kedatangan Abi. Ia bertingkah seolah tidak ada Abi di rumah. Mengabaikan kehadirannya.


"Om ini kayanya laptopnya sudah aman nih. Beberapa virus yang masuk sudah dihilangkan dan sudah dipasang anti virus terupdate. Oia beberapa program yang mengganggu juga sudah dihapus. Semua data om aman, laptopnya terpulihkan. Paling om perlu membeli silicon untuk pelindung keyboard, supaya debu tidak masuk melalui celah tombol keyboard" panjang lebar Abi menjelaskan kondisi laptop papa Irawan. Papa Irawan memerhatikan setiap arahan Abi pada layar monitor laptop.


"Wah kamu hebat banget, udah kayak dokter aja penjelasannya. Dokter laptop tepatnya!" ucap papa Irawan memuji Abi sambil menepuk-nepuk bahu Abi. Abi tersipu malu mendengar pujian papa Irawan.


"Eh ayo waktunya makan siang, jangan diajakin kerja terus dong pa mas Abinya, kasian kan udah laper, ayo sini duduk kita makan siang dulu" ucap mama Reni sambil membereskan menu hidangan makan siang hari ini, tentu saja dibantu Ocha.


"Ayo Abi silakan jangan malu-malu" ucap papa Irawan mempersilakan Abi duduk.


"Ih kenapa sih duduknya di sebelah aku?! kursi kan banyak tuh, bete!!" gumam Ocha dalam hati.


"Ih Ocha.. kok diam aja sih, ayo tuangin nasinya untuk mas Abi" ucap mama Reni. Ocha dengan rasa enggan akhirnya menuangkan nasi ke piring Abi.

__ADS_1


"Nih orang setiap sabtu kesini mulu gak ada bosennya ih kesel! Numpang makan mulu disini kesel banget! Kan aku juga yang repot harus ngelayanin situ!" dengus Ocha kesal dalam hati.


"Aku kerjain sekalian deh!" gumam Ocha dalam hati.


Timbul ide usil Ocha, ia menuangkan nasi sebanyak-banyaknya di piring Abi. Lalu menyodorkan ke hadapan Abi. Abi yang melihat kelakuan Ocha tersenyum.


"Akhirnya ia menyadari kehadiranku".


Abi bukannya marah atau kesal pada sikap Ocha yang kekanak-kanakan tapi ia malah senang, hatinya berbunga. Menurutnya tingkah Ocha yang seperti itu menandakan ada sedikit perhatian di hati Ocha. Berbeda dengan sabtu-sabtu sebelumnya, ia selalu diam, cuek dan tak bergeming, seperti patung hidup tidak ada interaksi.


Abi ingin agar Ocha merasakan keberadaannya, sehingga perasaan cintanya bisa masuk ke relung hatinya. Seperti halnya saat ini, saat Ocha menuangkan banyak nasi di piring Abi, ia kemudian berinisiatif mengganti piringnya dengan yang lebih besar yang ada ditumpukkan ujung meja, menuangkan nasi yang tadi ke piring besar, kemudian ia mendekatkan kursinya ke kursi Ocha yang ada di samping kanannya.


Mama Reni memang selalu menempatkan piring berukuran besar dan kecil bertumpuk di pinggir meja makan, bertujuan jika sewaktu-waktu ada perjamuan besar dan membutuhkan piring lebih untuk membagi menu masakannya sehingga mama Reni tidak perlu repot bolak balik ke dapur mengambil piring.


"Mau apa sih mepet-mepet?!" ucap Ocha dalam hati. Ia sedikit risih dengan yang dilakukan Abi. Sedangkan mama Reni dan Om Irawan yang paham maksud Abi hanya diam dan melanjutkan menikmati makan siang mereka.


"Om, tante, Abi boleh kan kalau makan sepiring berdua dengan Ocha? Soalnya Ocha nuangin nasinya sengaja untuk 2 porsi. Mungkin maksud Ocha biar bisa makan bareng Abi" ucap Abi yang sontak membuat bola mata Ocha membulat.

__ADS_1


"What?!!! Udah gila ya?!!" Ocha melotot ke arah Abi, ia tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Aku pasti udah gila! Aku melakukan hal nekat seperti ini di depan mama dan papa Ocha! Gila kamu Abi!! gumam Abi.


"Oh ya tentu saja boleh dong, apalagi kalau disuapin sama mas Abi. Pasti Ocha seneng banget deh, iya kan pa?" ucap mama Reni melirik suaminya meminta dukungan ucapannya. Papa Irawan mengangguk, Ocha langsung melotot ke arah mamanya, benar-benar frustasi dipojokkan mamanya dan dapat dukungan dari papanya.


Ocha tak bisa berbuat apa-apa, ia merutuki kebodohannya menjahili Abi. Senjata makan tuan ini sih! Huh!!


Abi menuangkan menu makan siang ini, sayur bayam kerang dara ke dalam mangkuk, oreg tempe kering, perkedel jagung, sambel dan menu wajib adalah kerupuk. Tiba-tiba Ocha dikagetkan dengan kedatangan sendok yang mendekati bibirnya. Abi menyuapi Ocha! Ia langsung memundurkan kepalanya menjauh dari suapan Abi. Udah gila ya!


"Aku bisa makan sendiri!" bentak Ocha. Kemudian dengan terpaksa ia mengubah posisinya yang tadinya menghadap ke depan, akhirnya ia menghadap ke samping. Itu karena mereka makan bersama satu piring. Ocha benar-benar jengkel makan siang hari ini. Makan siang yang penuh drama roman picisan. Cih!



kurang lebih penampakan Ocha dan lesung pipitnya seperti itu. Kalo ga sesuai fantasi kalian, imaginasikan sesuai dengan hati kalian aja ya..


happy reading...

__ADS_1


__ADS_2