
>>author<<
Selesai makan malam, Abi beranjak masuk ke kamarnya. Ia mengambil ponselnya yang tergeletak di atas bantal. Ia lalu menelpon Ocha, tak sabar ingin mendengar suara Ocha.
Tadi pagi sebelum berangkat sekolah ia tidak sempat menelpon Ocha karena harus berangkat pagi-pagi dan seharian ini ia sibuk dengan aktivitasnya di sekolah.
Atmosfir ujian telah terasa di negeri ini, karena itu, Abi sebagai guru komputer sudah pasti akan sangat sibuk. Bagaimana tidak, ujian di negeri ini sudah berjalan dengan sistem berbasis komputer di beberapa daerah. Dan kota yang Abi tinggali merupakan kota yang sudah mengikuti ujian berbasis komputer beberapa tahun ke belakang.
"Kangen suara Ocha" gumam Abi. Ia lalu menekan tuts panggilan yang ada di ponselnya.
Beberapa detik kemudian ponselpun diangkat oleh yang dituju.
"Assalamualaikum sayang .... " ucap Abi lembut.
"Gimana hari pertama jadi asisten dosen? Seneng gak?" tanya Abi.
"Kesal? Kesal kenapa?" tanya Abi lagi. Kemudian ia terdiam beberapa lama. Rupanya ia mendengarkan cerita Ocha dengan serius.
"Sabar sayang, namanya juga bekerja hari pertama pasti ada kesulitan tersendiri yang Ocha hadapi. Tapi mas bangga sama Ocha, bisa mengatasi semua itu dengan baik" ucap Abi.
"Ocha, mas mau tanya sesuatu boleh gak?" tanya Abi ragu-ragu.
"Ehm ... Gak jadi deh, gak apa-apa abaikan saja. Oh ya, besok Ocha ada jadwal lagi gak?" tanya Abi mengalihkan pertanyaannya yang tadi.
"Besok saja deh ku tanyakan langsung, gak enak kalau via telpon, hawatir jadi salah paham" gumam Abi dalam hati.
"Besok, mas mau jemput Ocha ya. Kebetulan jadwal ujian anak-anak kelas dua belas sudah selesai dari jam sepuluh. Besok, mas jemput jam sebelas ya? Oh gitu? Ya sudah, mas jemput jam dua belas saja kalau begitu, sekalian kita cari makan siang di luar" ucap Abi.
"Sekarang Ocha istirahat gih, supaya besok segar dan siap mengajar lagi. Mas ada kerjaan sekolah yang harus dikerjakan dulu malam ini" ucap Abi kemudian menutup sambungan telpon.
"Yang tadi pagi di warung nasi Jamblang itu Ocha dengan siapa ya? Dari arah pinggir sosoknya terlihat familiar. Seperti dia ... Ah sudahlah, besok kutanyakan saja pada Ocha daripada menebak-nebak gak tau juga jawabannya" gumam Abi. Ia lalu membuka laptopnya dan tenggelam dalam pekerjaannya malam ini.
.
.
.
"Assalamualaikum ... !" ucap Abi dari depan pintu rumah Ocha. Sesuai janji tadi malam, ia datang ke rumah Ocha untuk menjemput Ocha.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam, nak Abi ayo masuk!" sambut mama Reni semangat. Dan selalu begitu setiap kali Abi bertandang ke rumah Ocha.
"Ayo, ayo masuk ke dalam, tante udah menyiapkan makan siang untuk kalian. Kalian tidak usah cari makan siang di luar, tante sudah masak banyak menu nih" ucap mama Reni sambil menggiring Abi ke ruang makan. Di sana sudah ada Ocha yang sedang duduk manis memperhatikan mamanya.
Abi menatap mata Ocha seolah mengisyaratkan bertanya "bagaimana ini?". Ocha mengangkat kedua bahunya seolah pasrah saja dengan perlakuan mamanya.
"Ocha! Kok diem aja sih? Ayo siapkan piring dan nasi untuk mas Abi dong. Kok malah bengong aja, gimana sih nih anak?!" dumel mamanya.
"Biar saya ambil sendiri saja, tante" ucap Abi tapi buru-buru ditolak mama Reni.
"Eits ... ! Menantu tante yang paling ganteng, diem aja ya! Biar calon istri yang menyiapkan semuanya. Ocha! Ayo!" perintah mama Reni.
Ocha memutar bola matanya jengah. Mamanya selalu bersikap berlebihan pada Abi.
"Mama lebay deh, iya ini Ocha udah mau nyiapin piring buat mas Abi" dengus Ocha.
"Mama bukannya lebay Ocha ... Ini salah satu pembelajaran buat kamu nanti kalau udah jadi istri. Harus selalu sigap menyediakan makanan untuk suami meskipun kamu sedang capek sekalipun" tutur mamanya membuat pipi mereka berdua bersemu mendengar penjelasan mama Reni tentang suasana makan suami dan istri.
Pikiran Abi jadi melanglang buana mendengar penuturan mama Reni. Ia membayangkan kehidupan rumah tangganya kelak bersama Ocha. Pasti sangat membahagiakan!
"Oke, mama tinggal ke belakang dulu ya, kalian nikmati saja makan siang kalian ya" ucap mama Reni kemudian meninggalkan mereka berdua yang duduk bersebelahan. Tentu saja itu hasil dari pengaturan mama Reni.
"Mas, mau tambah nasi lagi?" tanya Ocha. Abi menggeleng pelan.
Menu makan siang mereka adalah sayur asem, sambel tempe dan tahu goreng, ada buah-buahan jug sebagai pencuci mulut. Tapi tentu saja Abi tidak menyendok sambal untuknya.
"Om kemana, Cha?" tany Abi disela makannya.
"Papa masih di kantor" ucap Ocha singkat.
"Oh, om sudah mulai masuk kerja ya?" tanya Abi. Ia kemudian menyendok lagi sayur asem ke dalam piringnya. Ia selalu menyukai masakan mama Reni.
"Iya udah dari beberapa hari yang lalu" ucap Ocha.
"Ngomong gak ya? Aku ragu" gumam Abi dalam hati.
"Oh ya Cha, mas mau tanya sesuatu .... " ucap Abi menggantung.
"Tanya aja, kenapa harus minta ijin dulu?" ucap Ocha masih dengan aktivitas mengunyahnya.
__ADS_1
"Kemarin pagi, mas gak sengaja lihat Ocha sarapan di warung nasi Jamblang, itu ... " belum sempat Abi meneruskan ucapannya, Ocha langsung menyambar.
"Oh ya, itu juga yang semalam mau aku ceritain sama mas. Aku di suruh sarapan bareng dosen menyebalkan itu!" ucap Ocha menggebu-gebu.
"Oh itu dosen mentor Ocha? Kok masih muda? Ocha kemarin bilang katanya dosennya udah sepuh?" tanya Abi bingung.
"Aku gak pernah bilang dosen mentorku sudah tua, 'kan mas sendiri yang menyimpulkan begitu" ucap Ocha.
"Mas udah selesai belum makannya? Aku udah selesai nih makannya, berangkat yuk!" ajak Ocha.
Abi belum selesai menanyakan lebih lanjut tentang dosen mentor yang dibicarakan, tapi Ocha sudah pergi ke kamarnya untuk mengambil tas dan keperluannya.
"Ayok mas! Kita berangkat sekarang, takut terlambat, nanti malah dapet masalah baru dengan dosen tengil itu" ucap Ocha sambil berjalan menuju ke luar rumah.
"Tunggu dulu! Ocha sudah pamit mama belum? Cha!" Ocha tidak menyahut panggilan Abi. Abi lantas menyusul Ocha ke depan rumah. Dilihatnya Ocha berdiri mematung di balik pintu ruang tamu.
"Hei, mas panggilin gak dengar ya? Ocha sudah pamit sama mama belum?" tanya Abi, tapi Ocha masih diam tak bergeming, matanya tertuju ke luar jendela.
"Lihat apa sih?! Mas ngomong gak ada jawaban, eh di luar ada tamu tuh, Cha!" seru Abi, lalu membuka pintu rumah dan keluar untuk menemui tamu itu.
"Permisi pak, mencari siapa?" tanya Abi sopan.
.
.
.
🌺 hai readers..
Hayooo ... Kira-kira siapa ya yang ada di depan dumah Ocha...? Tungguin terus ya kelanjutan ceritanya.
Terima kasih karena sudah setia menemani perjalanan Ocha dan Abi.
Saat ini author sedang berusaha untuk bisa up setiap hari, mohon readers mau bersabar menanti Ocha dan Abi up ya, terima kasih ...
Berusaha terus memperbaiki tulisan author supaya layak dibaca oleh readers 🙏
Oke gaess jangan lupa jempolnya dimainkan ya untuk like, komen dan votenya ya teman-teman, terima kasih teman-teman...
__ADS_1
babay....😘
Lot's of love from Ro Miyoung 💕💕