
>>author<<
"Hai Reza!" belum sempat Abi mengatakan alasannya tidak pernah ikut acara reuni, tiba-tiba seseorang menyapanya dari belakang.
Abi menoleh ke arah sumber suara. Ia seketika diam terpaku. Ocha hanya mengernyitkan dahi bingung, ia menatap Abi dan orang itu secara bergantian.
"Apa kabar, my friend?!" ucap laki-laki ber kemeja biru.
Laki-laki itu berjalan memutari Abi sehingga sempurna ia bisa melihat wajah Abi dan nampak juga Ocha yang berdiri di sebelahnya.
Abi menatap tajam laki-laki di depannya. Ia sedikit menggertakkan giginya. Darahnya seolah mendadak bergolak melihat Nugi. Ya laki-laki di hadapannya adalah Nugi yang dulu merupakan sahabat karibnya tidak setelah penghianatannya dengan gadis yang ia cintai.
"Wow ... what a surprise here! Double surprise!" ucapnya disertai senyum seringai di wajahnya.
Abi masih terdiam, tangannya yang masih menggenggam tangan Ocha mendadak mengeras.
"Aku kira ada seseorang yang meminta ijinku untuk pemulihan kakinya yang terkilir. Dan ternyata pemulihan yang dimaksud adalah bersenang-senang di hotel bintang lima" ucapnya pongah. Sambil melipat kedua tangan di dadanya ia memindai penampilan Ocha.
"What a beautiful girl she is!" gumam Nugi.
Ocha membelalakkan matanya saat pertama kali melihat wajah laki-laki di hadapannya. Dan bertambah pula keluar keringat dingin saat mendengar laki-laki itu berbicara tentang dirinya. Ya, dia adalah Aditya! Dosen mentornya di kampus. Dosen menyebalkan itu ternyata ada di hadapannya saat ini!
Abi merasa genggaman tangannya sedikit melonggar. Ia merasakan tangan Ocha dingin dan basah. Ia menoleh ke arah Ocha.
"M-mas ... ki-kita pulang aja" bisik Ocha terbata.
Abi mengernyitkan dahinya bingung. Ia melihat wajah Ocha yang putih kini berubah menjadi putih pucat seperti ketakutan pada sesuatu.
"Ada apa, Cha? Kamu sakit?" tanya Abi sambil memegang dahi Ocha untuk mengecek suhu tubuh Ocha apakah mendadak demam.
"Wah, wah ...! Berasa nonton drama asia aku berdiri di sini. Reza Fabian Prasetya, sepertinya kau belum memperkenalkan pasangan yang kau bawa ke acara reuni kita malam ini. Oh, atau aku memang sudah kenal sebelumnya ya dengan anda, saudari Ocha?" ucapnya menodongkan kepalanya mendekati mata Ocha yang menunduk.
Abi menarik Ocha ke belakang, ia berdiri tepat di depan wajah Nugi agar bisa menjadi tameng Ocha.
"Jangan melewati batasmu, Nugi!" gertak Abi masih dengan tatapan tajam. Ia belum sepenuhnya mengerti apa yang diucapkan oleh Nugi barusan mengenai Ocha. Tapi yang jelas, ia menyimpulkan bahwa Nugi tidak akan bisa melakukan hal yang sama seperti delapan tahun yang lalu.
__ADS_1
"Kau masih sama saja kikuknya seperti dulu. Oh, biar aku tebak! Kau belum sama sekali menyentuh gadis cantik di belakangmu ini ya. Seharusnya kau bisa lebih memanjakannya dengan sentuhan-sentu ..."
Bugh!!! Abi menghajar mulut kurang ajar Nugi. Amarahnya sudah tidak bisa ia kendalikan lagi. Sontak suasana di ruangan nampak riuh ricuh dengan teriakan dan bisikan-bisikan para tamu yang hadir.
Nugi yang tidak menyadari sikap impulsif Abi, terjengkang ke belakang karena dihantam oleh pukulan tangan Abi. Ia meringis kesakitan sambil memegangi bibirnya yang basah karena darah yang mengalir dari bibirnya yang sobek.
Amarah Abi masih meletup-letup. Nafasnya masih memburu, matanya menyalang menatap benci pada makhluk di depannya itu.
Ocha menarik halus lengan Abi agar Abi tak melanjutkan perkelahian. Abi seketika tersadar kehadiran Ocha di sampingnya. Logikanya menapak lagi di otaknya saat ia menoleh ke arah sekitarnya. Banyak tamu yang membicarakan perkelahiannya.
"Bro ... bro, ada apa ini. Kalem bro, rilex, tenang dulu. Kita bisa bicara baik-baik ya" tergopoh-gopoh Gilang menghampiri Abi.Ia berusaha menenangkan amarah Abi.
Tapi Abi sudah muak dengan penghianat di hadapannya itu. Ia pun akhirnya menarik tangan Ocha dan beranjak pergi dari ruangan itu.
.
.
"Mas .... " lirih Ocha. Ia masih shock dengan kejadian perkelahian Abi dan Nugi alias pak Aditya. Ya ternyata yang disebut Nugi oleh Abi adalah pak Aditya Nugroho, dosen mentornya di kampus.
"Mas .... " panggilnya sekali lagi.
Abi menoleh, menatap nanar Ocha. Ia merasa bersalah pada Ocha karena telah mempertunjukkan perkelahian di hadapannya.
"Mas, tanganmu berdarah .... !" seru Ocha kemudian meraih tangan kanan Abi untuk melihat lebih dekat lukanya.
Abi tersenyum sinis. Dalam hatinya berkata bahwa luka tangannya tidak seberapa sakit dibandingkan dengan luka hatinya oleh penghianatan mereka.
Ocha mengambil tisu yang ada di atas dashboard mobil lalu mengelap darah yang keluar dari buku-buku jari Abi.
Mereka masih berdiam diri di dalam mobil. Abi belum mau menjalankan mobilnya, matanya masih menerawang ke depan jendela. Masih terngiang di telinganya ucapan Nugi yang membuat darahnya mendidih.
"Kurang ajar!" rutuknya dalam hati. Tak sepantasnya tunangannya di lecehkan seperti itu.
Abi menoleh ke arah Ocha yang sedang memilin ujung dresnya, ia tertunduk lesu dan sedih. Abi lantas menggamit tangan Ocha. Perasaan bersalah menggelayuti hatinya.
__ADS_1
"Maafin mas, Cha. Mas gak bisa menahan emosi. Mas sangat marah karena dia melecehkan kamu, tunangan mas dengan kata-katanya. Mas sayang banget sama Ocha" ucapnya sambil mengecup tangan Ocha berkali-kali.
Setelah deru nafasnya kembali normal, Abi lantas menjalankan mobilnya.
"Kita pergi dari sini ya" ucapnya. Ocha mengangguk. Dalam hatinya sedikit kecewa, ia sudah dandan habis-habisan dibantu oleh mamanya juga, sekarang hanya begini saja dan langsung pulang. Tanpa sadar ia menghembuskan nafas berat yang didengar oleh Abi.
Abi melihat Ocha menghembus nafas beratnya. Abi paham bahwa pasti Ocha sangat kecewa dengan malam ini. Karena itu ia tak lantas melajukan mobilnya ke arah jalan pulang.
"Mas, kok kita jalan ke arah sini. Ini 'kan bukan jalan pulang?" tanya Ocha sambil melihat ke samping jendelanya.
"Siapa bilang kita mau langsung pulang? Mas lapar, Ocha lapar gak? Kita cari makan dulu yuk" ucapnya disertai senyum lembut menghiasi wajahnya.
"Iya, Ocha lapar banget, mas" ucapnya sumringah.
.
.
.
🌺 hai readers..
Wah siapa yang kecewa nih ternyata dia yang dimaksud adalah pak Aditya 😆
Terima kasih karena sudah setia menemani perjalanan Ocha dan Abi.
Author selalu berusaha untuk bisa up setiap hari, mohon readers mau bersabar menanti Ocha dan Abi up ya, terima kasih ...
Berusaha terus memperbaiki tulisan author supaya layak dibaca oleh readers 🙏
Oke gaess jangan lupa jempolnya dimainkan ya, bantu untuk like, komen dan votenya ya teman-teman, jadikan novel ini sebagai novel favorite kalian ya terima kasih teman-teman...
babay....😘
Lot's of love from Ro Miyoung 💕💕
__ADS_1