
>>Back to Ocha<<
"Coba deh yang ini, Cha. Kayaknya cocok untukmu. Ayo masuk sana ke ruang ganti" ucap mama Reni.
Dengan rasa malas dan letih. Ocha kembali masuk ke dalam ruang ganti.
Sebelumnya saat sarapan mama Reni mengajak Ocha untuk ke butik baju pengantin. Ocha tidak bisa menolak karena memang di akhir pekan ia tidak ada jadwal mengajar mahasiswa di kelas karyawan. Dan di sinilah akhirnya Ocha menghabiskan hari libur di akhir pekannya, di butik baju pengantin.
Sudah berulang kali Ocha mencoba baju pengantin hingga rasanya badan ikutan mau copot saja.
"Sepertinya baju yang pertama dicoba lebih cocok untuk Ocha. Bagaimana menurut jeng Arni?" tanya mama Reni.
Ibu Arni tak lantas menjawab, ia memperhatikan Ocha lekat-lekat. memutari Ocha untuk menimang-nimang apakah cocok baju pengantin yang dipakai Ocha saat ini.
"Oke cocok jeng. Yang ini saja ya" ucap bu Arni.
"What!" Ocha mendelik kesal ke arah mamanya.
"Ngapain dari tadi gonta ganti baju, kalau ternyata yang dipilih malah baju yang pertama kali?" bisik Ocha pada mamanya geram.
"Huh! Dasar emak-emak rempong" dengus Ocha kesal sambil lalu ke kamar ganti untuk melepaskan baju yang sudah dipilih itu.
"Baiknya kita lanjut kemana dulu nih, jeng?" tanya mama Reni.
"Kita lanjut pengaturan gedung dulu aja jeng. Sebentar, saya telpon dulu untuk pemberitahuan kalau kita mau kesana sekarang" jawab bu Arni. Ia lalu mengambil ponselnya dari dalam tas jinjingnya.
"Halo mba. Iya saya yang mau booking gedung untuk tiga bulan ke depan. Iya, saya ada perubahan tanggal. Bisa saya bertemu mba untuk mendiskusikan perencanaan yang baru sekarang? Oke, saya ke lokasi mba sekarang ya. Terima kasih" ucap bu Arni mengakhiri sambungan telponnya dengan pihak hotel yang akan mereka jadikan tempat acara resepsi pernikahan Abi dan Ocha.
"Ayo jeng, kita ke sana sekarang. Mereka sudah tau kita akan datang. Oh ya, nanti sekalian kita makan siang di sana saja. Neng Ocha juga udah lapar 'kan?" tanya bu Arni yang disambut dengan sipuan malu pipi Ocha yang memerah.
__ADS_1
.
.
"Jadi begitu, mba. Kami mau memajukan jadwal tanggal resepsi pernikahan menjadi bulan depan. Kira-kira ada masalah gak, kalau kita ubah jadwal begini?" tanya bu Arni pada menejer hotel itu.
Mereka akhirnya bertemu dengan menejer hotel tersebut dan membicarakan perihal perubahan jadwal resepsi pernikahan di lobi hotel. Ocha hanya bisa pasrah saja dibawa ke sana kemari oleh mama dan calon mertuanya.
"Baik bu. Sebentar saya cek schedule bulan ini" ucap menejer hotel itu sambil membuka aplikasi di ponselnya yang menunjukkan deretan jadwal book para pelanggan.
"Sepertinya aman bu. Ada beberapa tanggal yang kosong di minggu pertama dan kedua. Silakan bu, mau book tanggal berapa?" tanya menejer hotel itu sambil menunjukkan aplikasi jadwal booking di ponselnya pada mama Reni dan bu Arni.
"Saya rasa, saya akan ambil pada minggu pertama saja. Bagaimana menurut jeng Reni?" tanya bu Arni meminta pendapat setelah melihat deretan tanggal pada minggu pertama yang kosong.
"Boleh jeng, tanggal lima saja ya sepertinya tidak terlalu mepet. Kita bisa mempersiapkan dengan matang segala halnya" sahut mama Reni.
"Iya bu, saya juga berpikiran hal yang sama dengan jeng Reni. Dan kebetulan, mas Abi sudah menyelesaikan tugas sekolah sebelum tanggal lima" ucap bu Arni.
"Baik bu, akan kami urus persiapannya. Silakan ibu melakukan pembayaran di muka sebagai tanda jadi booking hotel kami. Pembayaran melalui transfer ke rekening berikut ya, bu" ucap menejer hotel itu kemudian menyodorkan nomor beberapa rekening bank di aplikasi ponselnya.
Bu Arni dengan sigap mencatat nomernya dan melanjutkan dengan mentransfer sejumlah uang sebagai tanda jadi booking hotel di tanggal yang sudah mereka sepakati tadi.
"Baik bu, terima kasih. Kalau begitu saya permisi, selamat siang" ucap menejer hotel itu lalu pergi dari hadapan mereka.
"Sebentar jeng saya panggilkan pelayan untuk mengantarkan pesanan makan siang kita tadi" ucap bu Arni lalu beranjak memanggil pelayan hotel tersebut. Mereka sudah memesan menu makan siang sebelum pertemuan dengan menejer hotel itu, namun sengaja mereka tunda hingga pembicaraan dengan menejer hotel selesai, agar tidak mengganggu jalannya pembicaraan mereka.
Tak lama, hanya beberapa menit kemudian, pesanan makan siangpun datang. Ocha menelan ludah melihat menu yang disajikan di hadapannya. Perutnya sudah keroncongan minta diisi sejak awal pembicaraan, namun sengaja ia tahan karena menjaga etika kesopanan.
"Ayo neng Ocha. Makan yang banyak, pasti udah lapar banget ya dari tadi? Maaf ya harus menunggu agak lama" ucap bu Arni sambil menyodorkan beberapa lauk ke hadapan Ocha.
__ADS_1
"Ayo, udah jangan malu-malu! Ambil aja deh, biasanya di rumah makan banyak banget kok" ucap mamanya yang membuat rona pipi Ocha memerah karena malu.
Ocha akhirnya tanpa malu lagi makan dengan lahap menu yang disajikan di hadapannya.
Di tengah-tengah kegiatan makan siang mereka, tiba-tiba ponsel bu Arni berdering.
"Maaf, sebentar saya angkat telpon dulu" ucapnya lalu menekan tuts tombol terima panggilan di ponselnya.
"Iya Yah, ada apa? Oh iya, ini semua sudah beres. Kita sedang makan siang dulu sebelum pulang. Tadi kita juga sudah memilih gaun pengantin. Sekarang kita sedang makan siang di hotel yang akan jadi tempat acara resepsi pernikahan Abi dan Ocha. Iya Ayah, ibu pulang dengan jeng Arni dan Ocha. Oke Ayah. Assalamualaikum" ucap bu Arni lalu menutup sambungan telpon.
.
"Jeng Reni, nanti saya pulangnya ke rumah jeng Reni ya. Suami saya nanti jemput saya dari rumah jeng Reni, gak apa-apa 'kan?" tanya bu Arni.
"Iya jelas gak apa-apa dong, jeng. Ya sudah, ayo kita makan siang dulu" ucap mama Reni mempersilakan calon besannya makan bersamanya.
.
🌺 hai readers..
Persiapan acara pernikahan Abi dan Ocha sudah dimulai ya gaeess. Nantikan selanjutnya ada kejutan apa ya.
Terima kasih karena sudah setia menemani perjalanan Ocha dan Abi. Maafkan beberapa hari lamanya author gak up, dikarenakan adanya kendala di dunia nyata. Mohon dimaafkan ya.😇
Author selalu berusaha untuk bisa up setiap hari, mohon readers mau bersabar menanti Ocha dan Abi up ya, terima kasih ...
Berusaha terus memperbaiki tulisan author supaya layak dibaca oleh readers 🙏
Oke gaess jangan lupa jempolnya dimainkan ya, bantu untuk like, komen dan votenya ya teman-teman, jadikan novel ini sebagai novel favorite kalian ya terima kasih teman-teman...
__ADS_1
babay....😘
Lot's of love from Ro Miyoung 💕💕