Dia.. Jodohku

Dia.. Jodohku
Bab 80


__ADS_3

>>author<<


"Ocha hari ini berangkat mengisi kelas gak?" tanya Abi.


Seperti biasanya dengan pagi sebelumnya, Abi menelpon Ocha sebelum ia berangkat mengajar.


"Oh gitu, ya sudah kalau begitu nanti mas jemput Ocha ya. Udah gak ada tapi-tapi. Kabari mas ya kalau udah bubaran. Mas berangkat mengajar dulu ya assalamualaikum" ucap Abi menutup sambungan telpon.


Abi nampak lebih posesif ketimbang dari hari sebelumnya. Terlebih lagi setelah tau Nugi adalah dosen mentor Ocha.


"Bu, mas berangkat dulu. Assalamualaikum" ucap Abi sambil mencium tangan ibunya lalu keluar rumah dan menyalakan motor kesayangannya.


.


.


Tok ... tok ... tok ...


"Permisi pak Reza ...." suara seseorang dari balik pintu kantor Abi.


"Ya masuk!" seru Abi tanpa melihat lagi ke arah pintu. Ia sibuk menilai ulangan para siswanya yang baru saja ia adakan di kelas.


"Pak Reza, saya ada perlu bicara dengan bapak" ucap seseorang itu.


"Oh, bu Ana. Silakan duduk bu. Bicara tentang apa, bu Ana?" tanya Abi setelah sekilas melihat ke arah lawan bicaranya.


"Ehm ... saya mau minta tolong pak" ucap bu Ana menggantung.


"Minta tolong apa bu?" tanya Abi sambil membereskan buku-buku tugas milik para siswa yang berserakan di meja setelah ia nilai.


"Sekarang sudah jam pulang sekolah, saya boleh gak, ikut pulang bareng dengan pak Reza? Kebetulan ban motor saya kempes" ucapnya penuh harap.


Abi berfikir sejenak. Ia memperkirakan waktu untuk menjemput Ocha. Juga karena ia selalu menolak halus jika bu Ana meminta pulang bareng. Kali ini ia merasa iba.


"Oke, boleh. Bu Ana siap-siap saja dulu, saya masih harus membereskan buku tugas siswa" ucap Abi.


"Tak apalah untuk kali ini. Aku tak harus bersikap kejam setiap kali ia meminta pulang bareng. Lagipula kita searah" batin Abi.


"Oh ya pak, sungguh?! Saya ... saya bersiap-siap sekarang kalau begitu" ucapnya sumringah matanya berbinar menandakan ketidakpercayaan bahwa usahanya kali ini berhasil.

__ADS_1


Bu Ana adalah rekan kerjanya di sekolah. Sejak 3 tahun lalu ia diangkat PNS dan ditempatkan mengajar di sekolah tempat Abi mengajar. Sejak saat pertama kali berkenalan dengan Abi, bu Ana sudah jatuh hati pada Abi. Namun, Abi tak pernah menggubrisnya. Ia masih belum bisa melupakan cinta pertamanya.


Bu Ana langsung pamit keluar kantor Abi dan bergegas ke mejanya untuk mengemasi barang-barangnya. Wajahnya cerah, senyum bahagia menghiasinya sepanjang mengemasi barang-barangnya.


"Wah wajah bu Ana cerah sekali hari ini! Ada apa nih? Abis dapet arisan ya?" ucap salah seorang guru yang melihatnya. Ia tak menjawab, hanya tersenyum simpul lalu bergegas menenteng tas keluar menemui Abi.


.


.


"Mas Abi kemana sih?! Ditelpon gak diangkat-angkat" Ocha mendengus kesal, ia sudah keluar dari mengisi kelas sejak dua puluh menit yang lalu.


Ocha menyelesaikan dengan cepat laporan jurnal harian mengajar untuk diserahkan pada pak Aditya. Nampaknya ia tak menemukan pak Aditya hari ini, dengan gontai ia meletakkan laporan di atas meja pak Aditya.


Ocha berjalan keluar kampusnya, ia sengaja menunggu Abi di depan mini market pinggir jalan. Setelah sebelumnya ia membeli minuman dingin dari mini market tersebut.


Tiba-tiba ponsel Ocha berdering.


"Halo mas, aku di depan mini market seberang jalan kampus. Oh oke, aku tunggu ya" Ocha menutup sambungan telpon.


Beberapa menit kemudian Abi datang.


"Maaf ya, mas telat jemputnya" ucap Abi lalu menyerahkan helm pada Ocha.


"Kenapa?" tanya Abi yang melihat Ocha diam termangu belum juga mengenakan helmnya.


"Eh, gak apa-apa, mas" ucap Ocha lalu memakai helmnya dan duduk di boncengan Abi. Tangannya tak lantas memeluk Abi, ia malah menarik tangannya berpegangan pada tasnya yang ia selipkan di antara punggung Abi dan tubuhnya.


Abi memperhatikan Ocha dari kaca spion. Ia mengerutkan dahi, bingung dengan sikap Ocha.


"Apa Ocha marah gara-gara aku telat jemput?" gumam Abi dalam hatinya.


Abi lantas membelokkan motornya ke sebuah cafe tak jauh dari kampus Ocha. Ia menghentikan motornya di parkiran depan cafe tersebut.


"Kita makan dulu ya, mas lapar belum makan siang" ucap Abi sembari membuka helmnya. Sedangkan Ocha masih terdiam, pikirannya masih terpaku pada wangi parfum helm milik Abi.


"Ayo! Kenapa bengong terus, Cha?" ucap Abi lalu menggamit tangan Ocha agar segera masuk ke dalam cafe itu.


"Kamu kenapa dari tadi diem aja? Itu dimakan makanannya jangan dipandangi aja dong" ucap Abi di sela-sela kunyahannya. Abi makan sangat lahap, karena memang dari jam istirahat tadi Abi hanya fokus menilai buku tugas para siswa tanpa ada makanan yang masuk ke mulutnya.

__ADS_1


"Mas, aku boleh tanya sesuatu gak?" tanya Ocha kemudian, ia masih belum nafsu untuk memakan makanannya.


"Tanya aja. Kenapa harus minta ijin dulu?" ucap Abi setelah meneguk air putih di depannya.


Ocha nampak ragu untuk menanyakan perihal wangi parfum perempuan yang menempel di helm Abi.


"Tadi mas terlambat jemput Ocha, kenapa?" tanya Ocha. Akhirnya keluarlah kalimat pertanyaan itu setelah berfikir keras bagaimana menanyakan tentang bau parfum tanpa membuat Abi jadi salah paham.


"Ocha marah gara-gara mas terlambat jemput?" tanya Abi. Ia telah selesai makan saat Ocha menanyakan tentang keterlambatannya menjemput Ocha.


Ocha diam tak menjawab pertanyaan Abi.


"Tadi mas harus mengantar teman mas pulang dulu. Jadi mas agak terlambat jemput Ocha. Jangan marah ya sayang" ucap Abi sambil mengusap lembut tangan Ocha yang tergeletak di atas meja.


"Perempuan?" tanya Ocha sambil menatap tajam ke arah mata Abi.


"Maksudnya gimana, Cha?" tanya Abi tak mengerti pertanyaan Ocha yang singkat itu.


"Mas, abis ngebonceng perempuan ya? Temen yang mas anter seorang cewek 'kan?!" cecar Ocha dengan ada sedikit nada penekanan pada kalimat terakhirnya.


"Iya, tadi rekan kerja mas, guru juga yang satu sekolah dengan mas, dia minta tolong karena ban motornya kempes. Jadi, mas tolongin, lagipula jalan pulangnya searah dengan kampus Ocha hanya lebih jauh beberapa ratus meter melewati kampus Ocha" jelas Abi masih belum memahami maksud dari pertanyaan Ocha


.


.


.


🌺 hai readers..


Mulai dari part sebelumnya udah balik lagi ke cerita masa kini ya. Flash backnya udahan.


Terima kasih karena sudah setia menemani perjalanan Ocha dan Abi.


Author selalu berusaha untuk bisa up setiap hari, mohon readers mau bersabar menanti Ocha dan Abi up ya, terima kasih ...


Berusaha terus memperbaiki tulisan author supaya layak dibaca oleh readers 🙏


Oke gaess jangan lupa jempolnya dimainkan ya, bantu untuk like, komen dan votenya ya teman-teman, jadikan novel ini sebagai novel favorite kalian ya terima kasih teman-teman...

__ADS_1


babay....😘


Lot's of love from Ro Miyoung 💕💕


__ADS_2