Dia.. Jodohku

Dia.. Jodohku
Bab 69


__ADS_3

>>author<<


Seminggu setelah acara jalan-jalan, mereka lalui dengan melakukan rutinitas seperti biasanya. Abi seperti biasa berangkat mengajar ke sekolah tapi tidak dengan Ocha. Abi melarang Ocha berangkat mengajar dan meminta ijin pada dosen mentornya agar memberikan waktu untuk pemulihan kakinya yang terkilir.


Dan hari ini adalah hari yang sangat ditunggu oleh Ocha yaitu acara reuni kampus Abi.


Jam di dinding menunjukkan masih pukul lima sore, tapi Ocha sudah bersiap dari tadi, meski acara dijadwalkan dimulai jam tujuh malam.


Penampilan Ocha nampak sempurna. Ia sengaja meminta mamanya untuk membantunya berdandan. Dres warna cream menjadi pilihan mamanya. Dengan senang hati, mamanya mendandani anak semata wayangnya.


"Anak mama ternyata cantik banget!" ucap mamanya setelah selesai memoleskan lipgloss di bibir Ocha.


Rambut Ocha dibiarkan tergerai dengan di beri hiasan kepang kecil yang melingkar dari dahi kanannya melintang ke belakang. Semuanya nampak sempurna bak seorang putri.


"Mah, aku gugup nih! Bagaimana kalau Ocha mempermalukan mas Abi di depan teman-temannya? Ocha takut, mah .... " ucap Ocha.


"Mempermalukan Abi bagaimana maksud kamu? Penampilan kamu sudah sempurna, mas Abi pasti bakal terpana melihat penampilan Ocha" ujar mamanya sambil membenarkan anak rambut yang menutupi dahi Ocha.


"Eh, itu kayaknya Abi udah datang! Mama ke depan dulu. Kamu rapi-rapi rambut kamu sedikit lagi" ucap mamanya saat mendengar suara di ruang tamu. Ia lalu beranjak ke ruang tamu, terlihat Abi sudah duduk di sofa dengan ditemani suaminya.


"Nak Abi, udah datang. Gimana kabar ayah ibumu? Sehat?" sapa mama Reni berbasa basi. Abi menyambut tangan mama Reni lalu mencium tangannya takzim.


"Alhamdulillah sehat tante" ucap Abi sopan.


"Sebentar ya, tante panggilin Ocha. Dia udah siap dari tadi kok" ucapnya lalu kembali ke dalam rumah untuk memanggil Ocha yang masih bersiap-siap di kamar.


"Sayang, ayo keluar. Nak Abi sudah ada di depan tuh!" tanya mamanya sembari menggiring Ocha keluar dari kamarnya.


.


.


Abi terpana melihat Ocha keluar dari dalam rumah. Matanya menatap tak berkedip sekalipun. Ocha bagaikan seorang putri kerajaam di mata Abi. Penampilannya baru ia lihat berbeda malam ini.


"Ehem ... !" papa Irawan yang duduk di depan Abi berdehem. Sontak membuat Abi tersadar dari tatapannya. Ia mengerjap-ngerjapkan mata dan membenarkan posisi duduknya karena salah tingkah.


"Ayo kalian sebaiknya berangkat sekarang, nanti acaranya keburu sudah dimulai!" ucap mama Reni sambil menggiring Ocha dan Abi ke luar rumah.


"Om, tante, kami berangkat sekarang" ucap Abi sambil mencium tangan mama dan papanya Ocha.

__ADS_1


Abi membukakan pintu mobil untuk Ocha.


"Kamu cantik banget ...." ucap Abi tiba-tiba di sela kegiatannya menyetir mobil.


Wajah Ocha bersemu merah, hatinya terhangatkan karena pujian Abi. Wanita mana yang tak 'kan senang jika di puji oleh pasangannya.


"Kamu benar-benar cantik, Cha ...." Abi mengulangi pujiannya. Ia meraih tangan kanan Ocha dengan tangan kirinya. Mengusap lembut punggung tangan Ocha dengan ibu jarinya.


"Mas ... mas juga ... mas juga tampan .... " ucap Ocha malu-malu. Abi tersenyum lembut.


Setelah beberapa puluh menit perjalanan akhirnya mereka tiba di sebuah hotel dengan tulisan HOTEL PRIMA di atas bangunan itu.


Hotel Prima merupakan salah satu hotel bintang lima di kota mereka. Bangunannya yang megah dengan fasilitas yang lengkap juga pelayanannya yang memuaskan membuat para pengunjung betah dan puas menikmati fasilitas di hotel itu hingga tak ayal mereka yang sudah pernah merasakan kepuasan dari hotel tersebut membuat mereka kembali datang lagi dan lagi.


Abi menggenggam tangan Ocha memasuki lobi hotel. Ia lantas bertanya pada resepsionis tempat acara reunian diadakan.


"Silakan pak, ke sebelah sini" ucap pegawai hotel menunjukkan jalan. Setelah menaiki lift yang menunjukkan angka dua puluh tiga, mereka akhirnya tiba di sebuah ruangan yang luas dengan atap kaca transparan dan dekorasi menyerupai sebuah garden. Ya ruangan tempat diafakannya acara reuni berada di rooftop alias ruangan paling atas di hotel itu.


Tampak dari kejauhan sudah banyak berseliweran orang yang datang ke acara itu. Beberapa dari mereka berkumpul sambil bersenda gurau bernostalgia masa-masa kuliah. Sedangkan Ocha menatap takjub ke arah atap ruangan itu.


Karena terbuat dari kaca transparan sehingga nampak pemandangan langit di luar sana sudah mulai beranjak menghitam sehingga kerlip cahaya bintang di luar sana bisa sangat terlihat jelas. Sungguh pemandangan yang menakjubkan!


"Wah, akhirnya lu datang juga bro!" sapa Gilang sembari melakukan jabat tangan ala kawan lama.


"Hai! Kita ketemu lagi di sini" sapa Gilang pada Ocha seraya menyodorkan tangan untuk berjabat tangan.


"Gilang ... Namaku Gilang, kemarin kita belum berkenalan secara benar" ucapnya, Ocha tak lantas menyambut tangan Gilang segera, membuat tangan itu menggantung di udara cukup lama. Ia melirik ke arah Abi seolah sorot matanya menanyakan apakah boleh ia menjabat tangan laki-laki ini.


"Oh, dia Ocha, tunangan gue, gua 'kan udah bilang waktu itu. Dia yang mengijinkan gue untuk datang ke acara reunian ini. Kalau bukan karena permintaannya, mana mungkin gue mau hadir ke acara beginian" sahut Abi sembari menatap Ocha lembut dan mengecup tangan Ocha yang ia genggam dari tadi.


Pemandangan seperti itu membuat Gilang kikuk, seolah dirinya hanya pengganggu di antara mereka.


"Oh ya, gue lupa, lu 'kan gak pernah hadir acara reuni dari awal kita setelah selesai tahun wisuda kita" ujar Gilang sambil dihiasi senyum penuh arti.


"Oke, silakan menikmati hidangannya, Za. Gue mau menyapa teman-teman kita yang lain" ucapnya kemudian sembari menepuk bahu Abi.


Ocha mengernyitkan dahinya.


"Mas, gak pernah hadir ke acara reuni sejak awal? Kenapa mas?" tanya Ocha akhirnya menyuarakan rasa penasarannya yang ia tahan sejak Gilang berucap.

__ADS_1


"Sayang ... 'kan mas udah jawab alasannya. Karena gak ada Ocha di samping, mas" ucap Abi sembari mencolek pipi Ocha gemas.


"Mas! Aku serius! Alasannya apa? Mas 'kan kenal aku baru tahun ini. Bukan itu alasan yang sebenarnya, iya 'kan?!" ujar Ocha sambil menepis tangan Abi yang mencolek pipinya.


Abi menghela nafas berat. Ia sebenarnya tak ingin menguak kembali luka lamanya yang sudah ia tutup rapi. Hingga kini, ia harus kembali membuka dengan paksa luka yang pernah ditorehkan oleh dua orang di masa lalunya.


"Baiklah ... Memang bukan itu alasan sebenarnya" ucap Abi, kembali ia memberi jeda ucapannya. Ia berusaha mengumpulkan keberaniannya mengungkapkan kebenaran masa lalunya pada Ocha.


"Sebenarnya alasan mas tidak pernah ikut acara reuni adalah .... "


"Hai Reza!" belum sempat Abi mengatakan alasannya tidak pernah ikut acara reuni, tiba-tiba seseorang menyapanya dari belakang.


Abi menoleh ke arah sumber suara. Ia seketika diam terpaku. Ocha hanya mengernyitkan dahi bingung, ia menatap Abi dan orang itu secara bergantian.


.


.


.



🌺 hai readers..


Kira-kira siapa ya yang memanggil Reza alias Abi dari belakang? Penasaran? Tunggu lanjutan kisahnya ya, makasih 🙏


Author sertakan visual rambut Ocha saat menghadiri acara reuni, tapi sekali lagi author gak bisa menemukan visual yang pas dengan perwujudan Ocha 🙏


Semua visualnya berambut "bule", sedangkan Ocha 'kan Indonesia asli dengan rambut ikal hitam legam maafkeun author yee 😭


Terima kasih karena sudah setia menemani perjalanan Ocha dan Abi.


Author selalu berusaha untuk bisa up setiap hari, mohon readers mau bersabar menanti Ocha dan Abi up ya, terima kasih ...


Berusaha terus memperbaiki tulisan author supaya layak dibaca oleh readers 🙏


Oke gaess jangan lupa jempolnya dimainkan ya, bantu untuk like, komen dan votenya ya teman-teman, jadikan novel ini sebagai novel favorite kalian ya terima kasih teman-teman...


babay....😘

__ADS_1


Lot's of love from Ro Miyoung 💕💕


__ADS_2