Dia.. Jodohku

Dia.. Jodohku
Bab 77


__ADS_3

>>author<<


Setiap hari setelah pulang kuliah, Abi mengunjungi Devi di kamar kosnya, membawakan makanan dan menemani Devi hingga sore hari.


Sudah menginjak hari ketiga dari saat kecelakaan motor mereka. Hari ini adalah jadwal kunjungan Devi ke klinik untuk mengecek luka di lututnya.


Devi sudah mulai sedikit-sedikit bisa berdiri dan jalan meski tetap Abi membantu memapahnya.


Abi membawa mobil ayahnya untuk mengantar Devi ke klinik.


"Makasih kak" ucap Devi saat Abi membukakan pintu mobil.


Ia dengan sabar memapah Devi dari dalam kamar kos hingga masuk ke dalam mobilnya. Sebenarnya Abi sudah menawarkan diri untuk menggendong Devi, tapi Devi menolak katanya ingin mencoba belajar menggerakkan kakinya agar tidak kaku.


Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di depan klinik.


"Lukanya sudah berangsur membaik. Memarnya juga sudah mulai pudar. Saya berikan resep lagi untuk pemulihan lebih cepat" ucap dokter saat memeriksa lutut Devi.


"Terima kasih, dokter" ucap Abi lalu memapah Devi keluar ruangan dokter.


Seperti sebelumnya, Abi membantu Devi duduk di kursi mobil lalu ia pergi sebentar menebus obat di apotik.


"Nih aku belikan kamu cemilan, makanlah!" ucap Abi.


Ia membeli beberapa cemilan di minimarket sebelah apotik.


"Oh ya, batas perijinanmu untuk tidak masuk perkuliahan hanya berlaku tiga hari. Sebaiknya kamu perpanjang hingga seminggu" ucap Abi menyarankan Devi beristirahat total agar lekas sembuh.


"Gak apa-apa kak, lusa baru ada jadwal kuliah. Lusa aku usahakan ikut perkuliahan" ucap Devi disela kunyahannya memakan cemilan.


"Ya udah kalau itu maumu. Biar lusa nanti aku jemput kamu ya" ucap Abi, ia lantas menjalankan mobilnya melaju menuju jalan ke kosan Devi.


"Kamu istitahat ya, jangan lupa obatnya diminum. Besok kakak gak bisa mampir ke sini, jadwal kakak full sampai sore. Gak apa-apa 'kan?" ucap Abi setelah mereka tiba di depan gerbang kosan Devi.


"Iya kak, gak apa-apa. Aku diem aja di kamar gak kemana-mana" ucapnya.


Abi lalu turun dari mobilnya dan bergegas membantu Devi berjalan menuju kamarnya.


Abi membantu Devi duduk di tepi ranjang. Ia juga meletakkan obat-obatan dan cemilan di atas meja belajar. Ia melirik jam waker di atas meja belajar. Jam satu siang. Tiba-tiba ponselnya berdering. Abi lantas merogoh ponselnya dari saku celana jeans nya.


"Aku terima telpon sebentar ya" ucapnya pada Devi lalu keluar dari kamar kosan. Devi mengangguk.


"Halo, kenapa Gas?! Oh oke, gue berangkat sekarang" ucap Abi lantas mengakhiri sambungan telepon.

__ADS_1


"Devi, aku harus ke kampus sekarang, barusan kak Bagas telpon kalau siang ini kakak ada mata kuliah dadakan. Aku berangkat dulu ya" ujar Abi sambil mengusap pucuk kepala Devi.


"Iya, kak. Hati-hati nyetirnya ya" ucapnya. Abi kemudian beranjak keluar kamar kos Devi.


.


.


"Bro! Lu kemana aja sih tiga hari ini ngilang mulu?" celetuk Bagas setelah selesai mata kuliah dadakan tadi.


"Selesai kuliah langsung menghilang. Sibuk apaan sih lu?!"


Abi masih terdiam, dia sedang menikmati cemilan sorenya di kantin.


"Woi! Ditanyain diem aja! Gue berasa ngobrol sama manekin nih! Lu juga belum ngejelasin kejadian di pertigaan halte bus tiga hari yang lalu sama anak baru itu. Buruan jelasin ke gue!" desak Bagas.


Abi menenggak botol air mineralnya.


"Tiga hari yang lalu gue sama Devi kecelakaan motor. Untungnya gak terlalu parah, hanya oleng keseimbangan gara-gara tiba-tiba ada kucing lewat" Abi menjeda omongannya, ia menghela nafasnya karena teringat lagi kondisi Devi saat itu.


"Yang terkena imbas dari kecelakaan itu si Devi. Lututnya sobek. Pas lu datang gue langsung bawa dia ke klinik dan setelahnya gue selalu mampir buat bantuin dia sekalian nemenin dia" lanjut Abi menceritakan kegiatannya selama tiga hari ini.


"Wait! Stop dulu. Bentar deh, Devi yang lu maksud, si anak baru yang lu kenalin ke gue tempo hari itu?" tanya Bagas.


"Iya" sahut Abi pendek.


Abi mengangguk pelan. Ia masih bingung dengan kata "pacaran". Awal mereka pacaran bukan karena saling suka, lebih kepada kesalahpahaman. Tapi semenjak tiga hari selama merawat Devi, ia merasakan perasaan yang lain yang mengusik hatinya.


"Wah, Za! Lu kok gak cerita ke gue kalau lu udah punya pacar. Parah lu, Za!" ucap Bagas sambil geleng-geleng kepala.


"Udah berapa lama lu pacaran sama Devi?" tanyanya lagi.


"Tiga hari ..." sahut Abi singkat.


"What?! Lu lagi becandain gue ya, Za?! Gak lucu, Za!" dengus Bagas kesal. Ngobrol dengan sahabatnya yang satu ini memang perlu perjuangan besar supaya bisa keluar kalimat yang panjang dari mulutnya.


"Udah lah! Intinya gue udah punya pacar, titik!" ucap Abi lalu mengambil kunci mobilnya dan berdiri hendak pergi dari hadapan Bagas.


"Mau nebeng balik, gak? Gue mau pulang sekarang" ujarnya pada Bagas.


"Yoi bro! Gue nebeng balik. Bentar gue bayar dulu. Lu duluan aja, entar gue nyusul ke parkiran" ucap Bagas lantas beranjak ke kasir kantin.


"Jangan kelamaan! Kalau lama, gue tinggal lu!" seru Abi sambil lalu berjalan menuju parkiran.

__ADS_1


.


.


.


Hari lusa yang mereka bicarakan pun tiba. Jam delapan pagi Abi sudah memarkirkan mobilnya di depan kosan Devi. Ia berniat menjemput Devi untuk berangkat ke kampus bersama.


Tok ... tok ... tok ....


Abi mengetuk pintu kamar Devi.


"Devi! Ini kak Reza! Sudah siap berangkat belum?" seru Reza.


"Iya kak! Tunggu sebentar kak!" seru Devi dari dalam kamar kosnya.


Abi lantas duduk di kursi rotan yang ada di depan kamar kos. Ia menunggu sambil mengamati sekitar kamar kos Devi. Beberapa pemilik kamar kos sedang bersiap mengenakan sepatu untuk siap berangkat bekerja dan ada juga nampak dari kejauhan yang sedang menjemur pakaiannya di taman seberang kamar Devi.


Tiba-tiba Abi memicingkan mata untuk memperjelas penglihatannya pada seseorang yang nampak ia kenal tengah turun dari tangga yang ada di ujung taman.


"Ayo kak, kita berangkat sekarang" ujar Devi, sontak membuyarkan konsentrasi Abi melihat pada sosok siapa yang sedang berdiri di tengah tangga.


Abi lantas bangkit dan membantu Devi berjalan melewati lorong kamar kosnya.


.


.


.


🌺 hai readers..


Hayo loh, Abi lihat sosok siapa? Hantukah? Hihihi...😃


Pengen dipercepat flasback nya udah kangen sama Ocha 😀


Terima kasih karena sudah setia menemani perjalanan Ocha dan Abi.


Author selalu berusaha untuk bisa up setiap hari, mohon readers mau bersabar menanti Ocha dan Abi up ya, terima kasih ...


Berusaha terus memperbaiki tulisan author supaya layak dibaca oleh readers 🙏


Oke gaess jangan lupa jempolnya dimainkan ya, bantu untuk like, komen dan votenya ya teman-teman, jadikan novel ini sebagai novel favorite kalian ya terima kasih teman-teman...

__ADS_1


babay....😘


Lot's of love from Ro Miyoung 💕💕


__ADS_2