
>>author<<
"Ocha lapar gak?" tanya Abi masih fokus menyetir motor sambil tetap tangannya mengkungkung tangan Ocha yang melingkar erat di perutnya. Seolah tak mau pergi jauh darinya.
Setelah selesai urusan Abi di pemakaman tadi, ia langsung melajukan motornya. Terik matahari menunjukkan bahwa hari masih siang, tentu saja karena hari ini adalah hari minggu, Abi dan Ocha memiliki waktu luang.
"Laper sih, tapi Ocha lagi gak kepengen makan nasi, boleh gak?" tanya Ocha hati-hati. Ia tau bahwa Abi sangat menjaga pola makannya karena tak ingin kejadian dulu terulang lagi. Kejadian saat Ocha sakit perut karena penyakit magh nya kambuh setelah makan sambel dan belum makan nasi sebelumnya.
"Kenapa gak mau makan nasi?" Abi balik nanya.
"Ocha lagi pengen makan bakso, mas. Boleh yah?" tanya Ocha suaranya terdengar memelas di telinga Abi.
"Baiklah, tapi harus ada pengganti nasi nya ya?" ucapnya.
"Iya, nanti Ocha makan bakso ditambah dengan lontong" ucap Ocha sumringah.
"Ya sudah, mau makan bakso dimana?" tanya Abi.
"Bakso langganan aku dan Nisa di depan kampus, gak apa-apa 'kan?" tanya Ocha.
"Ya sudah ayok!" Abi mengencangkan laju motornya menuju kampus Ocha.
Hari minggu, kampus masih tetap ramai dengan seliweran mahasiswa namun tak seramai hari biasanya, karena hari minggu hanya khusus untuk mahasiswa kelas karyawan.
"Pak bakso dua ya!" ucap Ocha.
"Siap neng! Tumben gak sama neng Nisa, neng Ocha?" tanya mang Dul.
"Oh ya, Nisa udah berangkat ke LN, mang" ucap Ocha sembari menyedot minuman dinginnya.
"LN? Apaan tuh neng? Mang Dul kagak ngarti" ucapnya lalu menyodorkan semangkok bakso pesanan Abi.
"Luar Negri, mang. Mang Dul baksoku mana nih, buruan mang, laper banget ini" ucap Ocha.
"Iya neng, nih udah jadi" ucap mang Dul sambil membawakan pesanan bakso milik Ocha.
Ocha kemudian meraih sambel di depan nya tapi seketika itu tangan Abi mencegahnya.
"Iya, sedikit aja, mas. Ocha inget kok, nih Ocha udah ambil lontongnya" ucap Ocha membalas tatapan Abi dengan mengacungkan lontong ke hadapannya.
__ADS_1
Abi melepaskan cengkeraman tangannya, membiarkan Ocha menyendok sambal. Meski begitu, matanya tak luput mengawasi tangan Ocha agar tak menyendok sambal berlebih.
"Mas, aku mau tanya deh. Apa enaknya sih makan bakso tapi tanpa sambal begitu. Gak seru banget polos begitu, kayak nk kecil!" ucap Ocha menatap mangkok Abi yang tak berwarna. Ia membandingkan dengan bakso miliknya yang berwarna merah.
"Mau coba? Sini, mas suapi" ucap Abi menyodorkan sendok ke dekat mulut Ocha.
Ocha dengan segera menutup mulutnya dengan tangannya. Abi yang melihat itu tersenyum tipis.
"Ocha kan cuma nanya, mas. Bukan mau makan punya, mas" ucap Ocha.
"Makan punya, mas? Yang mana?" ucap Abi tersenyum menggoda Ocha. Membuat pipi Ocha memerah.
"Ih ... apaan sih, maksudku makanan bakso mas. Apa sih ah?!" ucap Ocha salah tingkah, pipinya semakin merah. Ia tak mau dikira oleh Abi punya maksud ke arah hal-hal dewasa.
Senyum Abi merekah melihat Ocha semakin salah tingkah. Ia sebenarnya hanya menggoda Ocha saja. Ia sangat senang rona merah alami yang bersemu di pipi Ocha. Itu membuat Ocha semakin cantik menurutnya.
"Hei, Ocha!" tiba-tiba suara yang sangat ia kenali menyapanya. Siapa lagi kalau bukan Maya.
"Mau apa lagi nih cabe, bikin badmood aja deh" batin Ocha.
Maya langsung duduk di sebelah Ocha.
"Hei! Ditanyain diem aja lo. Ya udah, gue tanya sendiri aja kalau gitu" ucap Maya tak patah semangat dicuekin Ocha.
"Hai ... kenalin, aku Maya!" ucapnya sambil menyodorkan tangannya ke hadapan Abi.
Abi tak lantas menyambut tangan Maya. Ia melirik ke arah wajah Ocha yang keruh. Ocha memasang wajah tak suka dan Abi seperti mendapat ide untuk ber-experiment perasaan Ocha terhadapnya.
"Abi!" ucap Abi menyambut tangan Maya.
"Kak Abi, sendirian aja?" tanya Maya tak tau malu padahal ia tau kalau Abi datang bersama Ocha.
"Nih cabe gak hargain aku banget, 'kan dia tau mas Abi dateng bareng aku. Dasar!" Ocha mendengus kesal. Dengan cepat ia menandaskan makanannya dan menyedot habis minumannya.
"Ayo mas, kita pulang!" ucap Ocha sambil menarik paksa tangan Abi. Menyeretnya dengan langkah tergesa-gesa ke parkiran motor.
"Loh Cha, mau ngapain?" tanya Abi saat Ocha mengeluarkan tisu basah dari dalam tasnya. Lalu ia menarik tangan kanan Abi. Mengelapnya sampai semua bagian kulit telapak tangan Abi terusap sempurna.
"Aku gak mau, jejak tuh cabe-cabean nempel di tangan calon suamiku!" dengusnya kesal.
__ADS_1
Abi tersenyum senang. Ia berhasil mendapatkan tujuannya. Ia hanya mengetes perasaan Ocha apakah ada rasa cemburu jika ia berkenalan dengan perempuan lain. Tapi hasilnya melebihi dari perkiraannya. Abi secara impulsif menarik tangan Ocha dan memeluknya. Ocha terperangah dengan yang dilakukan Abi padanya.
"Mas, gak akan berpaling ke perempuan lain. Ocha adalah yang terbaik buat mas" ucap Abi lalu mengecup tipis pelipis Ocha. Ocha sontak membulatkan matanya saat ada hembusan hangat mampir di pelipisnya.
Cukup lama Abi memeluk Ocha seolah lupa akan waktu yang bergulir jika sudah dekat dengan Ocha. Namun dengan cepat logika Ocha tersadarkan. Ia lalu mendorong pelan tubuhnya ke belakang.
"Mas, malu ini di kampus!" lirih Ocha. Kepalanya menunduk malu tak berani menatap mata Abi.
"Ya sudah, yuk kita pulang!" ajak Abi.
"Tapi mas, baksonya belum di bayar 'kan?" tanya Ocha.
"Udah mas bayar kok pas kamu lagi cemberut tadi. Jangan cemberut lagi ya. Tar cantiknya hilang loh" ucap Abi sambil mencolek dagu Ocha.
"Mas juga janji ya! Jangan deket-deket sama cabe-cabean gitu lagi. Janji?!" ucap Ocha menyodorkan jari kelingkingnya.
"Janji sayang ... jangankan cabe-cabean, cabe beneran juga mas gak mau deket-deket" ucap Abi menyambut jari kelingking Ocha.
"Sini, mas pakaikan helmnya" ucap Abi kemudian memakaikan helm di kepala Ocha. Lalu melajukan motornya menuju jalan pulang.
.
.
.
🌺 hai readers..
Terima kasih karena sudah setia menemani perjalanan Ocha dan Abi.
Saat ini author sedang berusaha untuk bisa up setiap hari, mohon readers mau bersabar menanti Ocha dan Abi up ya, terima kasih ...
Nanti akan ada part tentang Nisa, tapi di bab berapanya author masih merahasiakan, moga selalu suka ya tulisan author. Berusaha terus memperbaiki tulisan author supaya layak dibaca oleh readers 🙏
Oke gaess jangan lupa jempolnya dimainkan ya untuk like, komen dan votenya ya teman-teman, terima kasih teman-teman...
babay....😘
Lot's of love from Ro Miyoung 💕💕
__ADS_1