Dia.. Jodohku

Dia.. Jodohku
Bab 84


__ADS_3

>>Masih di Prancis bersama Nisa<<


Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di depan sebuah rumah mungil bercat putih gading.


"Ehm ... terima kasih sudah mengantarku sampai depan rumah. Emh ... would you like a cup of coffe?" ucap Nisa ragu-ragu. Ia ragu menawarkan secangkir kopi pada Edmund karena ia tetap harus waspada terhadap orang yang baru ia kenal. Tapi bagaimana pun ia harus membalas kebaikan Edmund karena telah mengantarnya pulang.


"Boleh ...." ucap Edmund lalu mengikuti arahan Nisa agar duduk di kursi teras.


"Hmm ... harum this coffee. Kalian sebut apa this coffee?" tanya Edmund.


"Ini salah satu kopi khas Indonesia, namanya Kopi Toraja. Dihasilkan dari daerah Sulawesi Selatan tepatnya di pegunungan Toraja" jelas Nisa. Edmund hanya mengangguk mendengar penjelasan Nisa sambil menghirup aroma lalu menyeruput kopi buatan Nisa.


Setelah meniknati kopi yang enak menurut Edmund, ia lalu menilik jam di tangannya.


"Saya rasa, saya harus pergi, terima kasih untuk coffee itu. I like it. See you next time Nisa, I hope so" ucapnya sebelum kemudian melangkah pergi dari hadapan Nisa sambil melambaikan tangan. Nisa lalu masuk ke dalam rumah karena cuaca bertambah dingin saat mulai gelap.


.


.


Musim di negara yang terkenal dengan Notre-Dame saat bulan september memasuki musim gugur. Maka cuaca yang dirasakan akan sedikit lebih sejuk dan cenderung lembab.


Nisa sudah bersiap untuk berangkat kuliah seperti jadwal sehari-harinya. Yang berbeda dari sebelumnya adalah pakaian yang ia kenakan saat ini lebih tebal dan rapat. Ia memakai syal di lehernya guna menghindari rasa kedinginan akibat tiupan angin di musim gugur ini.


.


.


"Hai! Kita bertemu lagi di sini" sapa seseorang yang sangat Nisa kenali. Siapa lagi kalau bukan Edmund.


"Hai Edmund!" sapa Nisa balik.


"Owh, just Edy" ujarnya yang membuat Nisa kebingungan.


"Just call me Edy. Panggil aku Edy. Itu lebih friendly" ucapnya sebelum Nisa melontarkan pertanyaan kebingungannya.


"Oh oke Edy, kamu ada class hari ini?" tanya Nisa.

__ADS_1


"No. I live arround here" ujarnya ringan. Nisa membeliak tak percaya hingga akhirnya Edy terkekeh mengakui candaannya.


"I'm just kidding, Nisa. Saya hanya sedang menunggu teman di sini" ucapnya sembari tersenyum cerah.


Nisa terdiam. Ia masih belum terbiasa dengan kehadiran orang asing. Ia kembali fokus pada bacaannya. Yah, apalagi kalau bukan mereka bertemu di dalam perpustakaan kampus. Itu sebabnya Nisa tak percaya ucapan Edy yang berkata bahwa ia tinggal di sini.


"Kamu sepertinya sangat menyukai membaca. Buku apa yang sedang kamu baca?" tanyanya dengan suara yang ia pelankan.


"Hanya novel karya penulis terkenal dari negaraku" ucap Nisa sambil memperlihatkan judul buku tebal yang sedang ia baca pada Edy.


Membaca buku sudah menjadi bagian dari hidup Nisa. Ia sangat suka membaca buku sehingga ia tak pernah luput memesan novel-novel atau buku-buku setiap bulannya dan itu juga menjadi salah satu kegiatannya untuk melepas rindu akan tanah airnya.


"Mau baca juga?" tanya Nisa menawari Edy sebuah buku novel karya penulis ternama di Indonesia.


Edy menggeleng. Ia lebih tertarik mengambil buku lain yang ada di tumpukan buku depan Nisa.


"Saya suka buku sejarah. Kamu tahu, aku kuliah di bidang tourism. Sehingga saya harus lebih banyak membaca informasi daerah-daerah yang menjadi pusat wisata para wisatawan termasuk sejarah peradabannya. Dan saya sangat suka membaca tentang Indonesia" ucapnya menjelaskan mengapa ia mengambil buku sejarah tentang candi Borobudur.


"Boleh saya minta sesuatu darimu?" tanya Edy.


"Saya pernah mendengar beberapa makanan khas Indonesia. Jadi, bisakah kamu memasakkan masakan khas Indonesia yg terkenal itu" ucapnya.


Nisa membeliak, ia tak menyangka Edy memintanya memasak masakan Indonesia.


"Bisakah?" tanyanya lagi, ia menunggu jawaban dari Nisa yang sedari tadi masih diam tertegun.


"This my phone number. Just call me, okey?" ucap Edy sambil menyodorkan secarik kertas dengan tulisan nomer di atasnya. Ia lalu beranjak pergi meninggalkan Nisa yang bertambah terbengong-bengong sambil menggoyangkan tangannya membentuk telpon di dekat telinganya.


"Astaga! Kapan dia menulis nomernya di atas kertas ini?! Dia ini bener nekat, aku bahkan menjawab apapun. Haahh ... !" ucap Nisa frustrasi.


Ia kemudian langsung memutar otaknya dengan cepat, berfikir ia akan memasak apa nantinya. Sebab sangat susah mendapatkan bahan masakan di Perancis khususnya bumbu dapur.


Kunyit, jahe, lengkuas dan lainnya tentu saja sangat mudah dijumpai di pasar tradisional maupun di mall ketika ia masih di Indonesia. Tapi lain halnya di Perancis, bumbu masakan sangat sulit di dapat, jikapun ada harganya tentulah sangat mahal hampir setara dengan daging. Hal itu yang membuat Nisa frustrasi.


Nisa meraih kertas yang ada di atas meja di hadapannya. Dengan impulsif ia menuliskan nomer Edy ke dalam ponselnya dan menyimpannya dalam phonebook.


"Liat nanti aja deh mau masak apa" desis Nisa lalu melanjutkan membaca.

__ADS_1



.


.


.


🌺 hai readers..


Author selipkan visual Edmund alias Edy. Semoga suka ya


For your information ya gaes


Kopi Toraja tumbuh di pegunungan di daerah Toraja memang dikenal dengan lahan yang sangat baik dan subur sehingga sangat baik bagi pertumbuhan tanaman kopi.


Di musim gugur suhu mencapai 13°C (minimum) dan 22°C (maximum). Saat musim tersebut biasa di pagi hari akan ada kabut dan membuat udara menjadi lembab.


Saran jika datang ke Perancis di musim ini, sebaiknya memakai jaket yang anti air. Karena di musim ini biasa hujan akan turun.


Musim gugur jatuh pada bulan september s/d desember. Setelah itu akan ada musim dingin.


Terima kasih karena sudah setia menemani perjalanan Ocha dan Abi.


Author selalu berusaha untuk bisa up setiap hari, mohon readers mau bersabar menanti Ocha dan Abi up ya, terima kasih ...


Berusaha terus memperbaiki tulisan author supaya layak dibaca oleh readers 🙏


Oke gaess jangan lupa jempolnya dimainkan ya, bantu untuk like, komen dan votenya ya teman-teman, jadikan novel ini sebagai novel favorite kalian ya terima kasih teman-teman...


babay....😘


Lot's of love from Ro Miyoung 💕💕


part abi yang secara gak langsung bertemu dg devi tanoa sengaja di mall (masih beberapa bab loncatnya agak lama)


disitu devi mebjelaskan masa lalunya yg dari SMA sudah terjerumus pergaulan bebas. ia pinfah kukiah di kota abi dgvtujuan menghindari pacar-pacarnya. Ia hamil oleh pacarnya yg saat msh sma saat liburan semster dan terlsnjur cunta dg abibkarena sikap dewasa dan menghargai kehormatan cewek. tapi kemudian dia pun tidak bisa menolak pesona nugi yg romantis dan perhatian. dalam dialognya devi merasa sangat menyesal dan baginya cinta abi lah yg paling tulus. "Apakah kita bisa menulainya lagi dari awal?

__ADS_1


__ADS_2